Ditinggal Koalisi, Hanura ke “Pasti”

hasrat hanura bisa bersama oki tidak terwujud

RAKYATCIREBON.CO.ID – Langkah mengejutkan ditempuh DPC Partai Hanura Kota Cirebon. Mulanya, mereka akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Partai Golkar dan PPP.

Harapanya waktu itu, agar Ketua DPC Partai Hanura, Een Rusmiyati SE bisa mendampingi pendamping H Bamunas S Boediman MBA (Oki) di Pilwalkot.

Tapi dinamika politik berkata lain. Tiga partai politik (parpol) tersebut lebih dulu berkoalisi dan memantapkan mengusung Oki dari PDIP dan Effendi Edo SAP MSi dari Partai Golkar.

Oleh karena itu, DPC Partai Hanura langsung mengambil sikap. Melalui rapat pleno DPC, mereka memutuskan akan mengusung petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH dan Wakil Ketua DPRD, Dra Hj Eti Herawati.

Sekretaris DPC Partai Hanura Kota Cirebon, Drs Yayan Sopyan mengakui, rekomendasi yang diterbitkan DPP PDIP, DPP Partai Golkar dan DPP PPP tidak sesuai dengan harapan pihaknya.

“Rekomendasi itu akhirnya tidak sesuai dengan harapan kami. Kami yang awalnya menunggu Bu Een dapat dipinang, tapi ternyata semua berubah. Tapi inilah politik,” ungkap Yayan, kemarin.

Yayan menambahkan, pihaknya sejak jauh-jauh hari sebenarnya sudah membangun komunikasi politik dengan petahana. Makanya, saat itu Yayan berani menyampaikan kepada awak media, bahwa jika Een tak direkomendasi, Partai Hanura akan mengusung petahana.

“Komunikasi politik yang sudah kami lakukan memang ke petahana. Barangkali ini bagian dari statment saya terdahulu, kalau tidak direkomendasi, lebih baik kami ke petahana. Ini yang jadi pemikiran Partai Hanura,” ujarnya.

Untuk memutuskan itu, sambung Yayan, pihaknya menggelar rapat pleno pada Minggu (7/1) malam. Hasilnya, dari tiga pasang calon kandidat yang berpeluang maju di pilwalkot, petahana dinilai lebih berpeluang menang.

“Kami Partai Hanura punya sikap juga. Kami berpikir realistis, dari 3 pasangan yang akan maju, kami tentukan salah satu. Dari hasil pleno tadi malam (Minggu malam, red), memang mengusulkan untuk mengusung petahana,” kata dia.

Menurut Yayan, duet pasangan Azis-Eti (Pasti) memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Malah, disebutkan Yayan, langkah Pasti menatap Pilwalkot 2018 sudah lebih maju dibanding kandidat lainnya.

“Kalau kami lihat dari kesiapan‎ dan pertimbangan lainnya, kami usulkan untuk mengusung petahana. Kami melihat dari popularitas dan elektabilitas, petahana 3 langkah di depan dari calon-calon lain. Itu yang jadi pertimbangan khusus kami,” tuturnya.

Sampai tadi malam, Yayan beserta Een masih berada di DPP Partai Hanura. Mereka menyampaikan usulan agar DPP merekomendasikan Azis-Eti untuk diusung di pilwalkot.

“Kami sedang konsultasikan di DPP. Kami sampaikan hasil rapat pleno di DPC. Apapun arahan dari DPP, kami  akan taati,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat, M Handarujati Kalamullah SSos mengapresiasi rencana bergabungnya Partai Hanura menjadi pengusung duet Pasti. Partai Demokrat bersama Partai Nasdem, PKB dan PKPI membuka pintu kepada Partai Hanura untuk bergabung.

“Kami dengan senang hati dan bangga, membuka pintu seluas-luasnya kepada sahabat sekaligus saudara kami di Partai Hanura untuk ikut bagian menjadi pengusung duet Pasti,” kata politisi yang akrab disapa Andru itu. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Ditinggal Koalisi, Hanura ke “Pasti”"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus