Banjir Rob Tahun Ini Terparah


RAKYATCIREBON.CO.ID - Malang benar nasib warga Desa Eretan Wetan, di pembuka Tahun 2018 tidak bisa merayakannya, akibat dilanda banjir rob setinggi 25 Cm.

Akibat dari pasangnya air laut tersebut dirasakan warga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi saat rumah warga tergenang dalam waktu yang cukup lama, tentu semakin menambah peliknya persoalan yang dirasakan masyarakat.

Salah satu warga Desa Eretan Wetan, Astri mengaku, banjir rob hampir setiap hari melanda desanya, meskipun dengan ketinggian air yang berbeda-beda namun akibat pasangnya air laut tersebut dirasakan sangat menghambat aktifitas warga.

Betapa tidak, aktifitas rutin bagi Ibu Rumah Tangga (IRT) yang hanya memasak jelas  tertanggu, apalagi bagi warga yang melakukan aktifitas lainya.

Diakui olehnya, rob yang terjadi diawal Tahun 2018 merupakan yang terbesar jika dibandingan dengan hari-hari kemarin.

"Sudah 3 hari ini banjir besar, yang paling parah hari ini, tingginya air sebetis orang desawa, dengan terpaksa memasak sambil bergenangan," bebernya.

Lanjut Astri, seringnya Desa Eretan Wetan dilanda banjir rob membuat warga merasa khawatir akan serangan penyakit, akibat genangan air yang diakibatkan oleh pasangnya air laut.

Kondisi selokan yang dangkal dan menyempit karena bangunan rumah-rumah warga, bahkan ada beberapa diantaranya rata dengan tanah, atas kondisi pembuangan yang tidak berfungsi tersebut membuat genangan air semakin betah dilingkungan warga.

"Mulai rob Pukul 06.00 Wib baru surut sekitar Pukul 15.00," ungkapnya. Yang paling miris menurutnya, kondisi yang sering terjadi tersebut terkesan dibiarkan oleh pemerintah desa setempat hingga Pemda Indramayu.

Ia juga tidak menampik jika sudah banyak peninjauan yang dilakukan oleh pihak terkait namun realisasinya belum tampak hingga saat ini.

“Agar kondisi serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari, kami berharap agar segera adanya pembenahan secara serius, termasuk melakukan perbaikan-perbaikan pada saluran milik warga,” ujarnya.

Kasi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Saptaji Aminudin, tidak menampik jika banjir rob yang terjadi di Desa Eretan Wetan merupakan siklus yang sudah biasa terjadi.

Karena, disebabkan oleh pasangnya air laut, bagi masyarakat yang terdampak, dirasakan oleh mereka merupakan suatu kondisi yang biasa terjadi manakala laut sedang pasang.

"Banjir rob yang terjadi merupakan siklus yang biasa terjadi manakala laut pasang terjadi banjir rob, dan akan kembali surut dalam hitungan jam," katanya.

Meskipun banji rob sudah biasa terjadi, pihaknya tetap mengimbau masyarakat sekitar, terutama bagi yang terdampak, untuk waspada manakala kenaikan rob melebihi Tinggi Muka Air (TMA) diatas ambang normal untuk segera mengungsi.

"Segera melapor kepada instansi terkait terutama, perangkat desa dan kecamatan, untuk ditembuskan ke Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, untuk segera dilakukan siaga darurat," imbaunya. (yan)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Banjir Rob Tahun Ini Terparah"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus