Afifah Sebut Orang Dekat Ketua DPC Bermuka Dua


afifah dituduh dalang kisruh internal hanura kabupaten cirebon

RAKYATCIREBON.CO.ID  – Di tengah kisruh kepengurusan yang melanda DPC Partai Hanura Kabupaten Cirebon, salah seorang kader, Hj Afifah Mawardi yang disebut sebagai dalang pergerakan perlawanan justru menilai banyaknya pengurus DPC yang bermuka dua.

Alasannya, Afifah menegaskan ada beberapa pengurus yang seolah berada di kubu Ketua DPC, HM Yatsawi SH justru melakukan pergerakan untuk menggulingkan kepemimpinan Yatsawi itu sendiri.

Beberapa PAC yang berhasil ditemui Rakcer mengaku keberadaan Afifah saat ini sebetulnya hanya sebatas menasehati para pengurus lainnya untuk tidak bergerak di luar koridor partai yang berlaku.

Bukan hanya itu, PAC juga menilai Afifah tidak pernah memerintahkan maupun menyuruh untuk melawan kepengurusan PAC saat ini.

“Ibu Afifah justru mengingatkan kita apabila memang ada ketidakpuasan harus disampaikan melalui tatanan partai yang benar. Terlebih lagi, Ibu Afifah melarang kita untuk rebut diluar karena permasalahan ini adalah internal dan bukan konsumsi publik,” ujar salah seorang ketua PAC wilayah Timur yang namanya enggan dikorankan.

Sementara itu, Afifah yang dikonfirmasi Rakcer menegaskan dirinya merupakan kader resmi yang memiliki kartu keanggotaan yang sah dan sesuai dengan aturan. Oleh karena itu, dirinya merasa keberatan apabila disebut oleh Yatsawi sebagai orang luar yang bukan kader.

“Saya sudah punya KTA dan saya ini kader partai Hanura,” tegas Afifah seraya menunjukkan Kartu Tanda Anggota dirinya kepada Rakcer.

Diterangkan Afifah,  kondisi internal DPC Hanura Kabupaten Cirebon dalam waktu dua bulan setelah pelantikan sudah bergejolak.Ditandai dengan gerakan yang dimotori Sekretaris DPC Mahmud Jawa, Ketua Bappilu Bambang Subrata, Bendahara DPC, Khaerudin dan Erwin di salah satu rumah makan.

Afifah  menyebutkan salah satu nama pengurus yang sempat bertemu dengannya beberapa minggu setelah pelantikan kepengurusan DPC di bawah kepemimpinan Yatsawi. Namun, dia mengatakan pertemuan tidak dilaksanakan di kediamannya.

“Kalau Pak Bambang Subrata itu bertemunya di rumah makan dan tidak mau datang ke rumah saya. Pertemuan itu dilakukan tidak lama setelah pelantikan. Jadi, sebetulnya mosi tidak percaya ini adalah hal lama yang saat ini baru terbuka saja,” terangnya.

Dijelaskannya juga, sebelum kisruh ini terbuka di media, ada beberapa pengurus DPC Hanura yang menanyakan terkait mekanisme penyampaian ketidapuasan atas kepengurusan saat ini. Bahkan, dia menyebutkan pengurus yang dimaksud ialah Bendahara DPC sendiri.

“Saudara Heru datang ke rumah saya menanyakan dan meminta pendapat saya. Dijawab oleh saya silakan tempuh jalur partai secara benar dan menggunakan cara yang sesuai dengan AD/ART partai,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sebetulnya musuh utama Yatsawi saat ini adalah orang-orang yang dahulu berada di lingkaran terdekatnya. Dengan kata lain, dia berani mengatakan pengurus bermuka dua inilah yang merusak kondisi Hanura saat ini.

“Mereka ingin mencari aman sendiri. Ingin menyampaikan ketidakpuasan tetapi tidak ingin terlihat buruk di hadapan ketua DPC. Sikap ini yang justru tidak disadari oleh Yatsawi sebagai Ketua DPC,” terangnya.

Dalam kesempatan ini juga, Afifah mengaku heran dengan tuduhan Yatsawi kepada dirinya sebagai penggerak mosi tidak percaya. Sebagai kader, dirinya justru berusaha untuk tidak membuat keadaan semakin buruk.

“Jujur, kalau saya memberi uang iya. Tetapi, saya memberi juga karena mereka minta ngakunya untuk ke DPD. Bukan berarti saya mendanai mereka. Saya memberi juga semata-mata hanya ingin Hanura Kabupaten Cirebon ini bisa damai dan tidak ada permasalahan. Mungkin inilah yang membuat saya dicurigai dan dituduh sebagai dalangnya. Saya saat ini tegaskan, saya ingin Hanura bisa maju dan besar di Kabupaten Cirebon,”tandasnya.(yog)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Afifah Sebut Orang Dekat Ketua DPC Bermuka Dua"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...