Ade: Keputusan DPP Golkar Menyakitkan

ade rachmat ali kecewa tidak dapat rekomendasi golkar

RAKYATCIREBON.CO.ID  –   Pengurus DPD Golkar Jawa Barat, Drs H Ade Rachmat Ali MSi yang santer akan diusung Golkar maju di Pilkada ternyata pada detik terakhir tidak mendapatkan rekomendasi. Rekomendasi malah jatuh ke tangan H Taufan Ansyari.

Golkar mendaulat Taufan berpasangan dengan Drs H Sanwasi MSi, Kepala Inspektorat Kabupaten Majalengka.  Selain Golkar, pasangan yang mengusung nama “Sopan” ini  juga disokong PPP dan Demokrat.

Meski kadernya gagal bertarung di Pilkada, namun Golkar tetap legowo dan solid untuk mendukung pasangan Sopan demi membangun Majalengka lebih baik.

Sekertaris DPD Golkar Majalengka Dadan Daniswan SE MSi kepada Raja mengatakan, keputusan rekomendasi sepenuhnya berada ditangan DPP. Pihaknya mengaku hanya bertugas melakukan penyaringan dan penjaringan.

Setelah itu, kata dia, nama nama yang sudah tersaring diserahkan ke DPP dan DPP-lah yang memutuskan.

“Keputusan dan rekomendasi arah dukungan Golkar untuk berkoalisi dengan PPP dan Demokrat mengusung pasangan Sopan sendiri SK-nya bari kami terima malam tadi. Insya Allah malam nanti kita akan langsung mendaftarkan pasangan Sopan ini ke KPU bersama partai pengusung lainya,” katanya.

Dadan mengaku, optimis jika pasangan yang diusungnya bisa menjadi pememang dalam pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

Sosok Sanwasi dan Taufan dinilai merupakan pasangan yang ideal dan memiliki basis masa yang jelas. Ditambah dengan dukungan kader dan simpatisan dari tiga partai pengusung,imbuhnya.

Sementara itu, Ade Rahmat Ali saat diminta tanggapanya terkait tidak direkomendasikan namanya oleh DPP, mengaku sempat sakit dan kaget. Terutama para pendukungnya yang mempertanyakan keputusan itu.

Namun sebagai kader yang baik kata dia, dirinya legowo dan iklas menerima hal itu dan siap menyukseskan pasangan Sopan.

“Memang keputusan ini (rekomendasi DPP Golkar, red) menyakitkan bagi saya. Terutama bagi komunitas pencinta Bara (Baraya Ade Rahmat Ali, red) begitu ada konfirmasi bahwa bukan saya yang direkom orang mengatakan rata rata rata bahwa kok bisa begitu. Tapi saya ikhlas dan coba jelaskan semoga mereka bisa mengerti dan paham,”ucapnya.

Sedangkan saat ditanya langkah apa yang akan diambil paska tidak direkomendasikan namanya sebagai Calon Bupati atau wakil Bupati di Pilkada serentak 2018. Ade mengaku, dirinya belum bisa berpikir panjang tentang langkah kedepan.

Termasuk tawaran untuk masuk di parlemen (Caleg red). Itu semua keputusanya akan dibicarakan dengan keluarga.

Yang terpenting saat ini dirinya bersama komunitas Bara dan kader Golkar. Serta organisasi sayap Golkar maupun dua partai pengusung lainya untuk fokus memenangkan pasangan Sopan.  (pai)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Ade: Keputusan DPP Golkar Menyakitkan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...