50 Hari untuk Addendum Gedung Setda

RAKYATCIREBON.CO.ID – Teka-teki nasib PT Rivomas Pentasurya sebagai kontraktor pembangunan gedung setda 8 lantai, akhirnya terjawab. Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (DPUPR) akhirnya mengabulkan permohonan perpanjangan waktu dibarengi denda atau addendum yang diajukan sang kontraktor.
permohonan kontraktor proyek gedung setda disetujui
Proyek gedung Setda Kota Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
“Kita ajukan 50 hari, karena memang maksimal 50 hari. Alhamdulillah besok (hari ini, red) sudah mulai. Insya Allah optimis selesai. Karena item pekerjaan besar sudah selesai semua,” ungkap Project Manager PT Rivomas, Tajudin, ditemui di lokasi proyek, kemarin.

Kontrak megaproyek senilai Rp86 miliar itu sebenarnya habis pada 26 Desember kemarin. Hanya saja, karena DPUPR mengabulkan addendum, mulai maka hari ini pihak kontraktor tetap melanjutkan pekerjaan selama 50 hari. “Besok (hari ini, red) lanjut kerja karena sudah addendum,” ujarnya.

Disampaikan Tajudin, permohonan addendum yang diajukan pihaknya dikabulkan DPUPR lantaran progresnya sudah memenuhi syarat, yaitu lebih dari 75 persen. Tajudin menyebutkan, progresnya saat ini sudah mencapai 82,08 persen.

“Itu perhitungan DPUPR. Saya nego ke DPUPR di angka 85 persen, karena ada pekerjaan tambahan yang secara keseluruhan ada 7-8 persen dari total nilai kontrak. Tapi ternyata dari DPUPR hanya menghitung 82,08 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Tajudin, beberapa item tambahan pekerjaan, diantaranya betonisasi jalan keliling sekitar 298 m2, saluran air menggunakan box culvert, rumah jenset, railing atau pegangan pada tangga, Alumunium Composite Panel (ACP) atau pelindung dinding yang awalnya direncanakan hanya 3.500 m2, ternyata 6.225 m2.

“Besok (hari ini, red) mulai pemasangan kerangka beton jalan keliling. Pekerja pemasang ACP tadinya 50 pekerja, ditambah 20 pekerja. Kemudian sebagian pekerja konstruksi sudah dialihkan untuk pembersihan di bagian dalam. Sehingga secara simultan, semua terselesaikan,” terangnya.

Selain itu, masih kata Tajudin, untuk instalasi hydrant sudah terpasang sampai lantai 8. Begitupun dengan instalasi listrik. “Kemudian pada 7 Januari, kita targetkan bagian permukaan bangunan selesai semua. Lift juga sudah kita setting, tinggal dipasang,” katanya.

Di sisi lain, perpanjangan waktu yang diberikan juga berimplikasi pada keharusan membayar denda. Tajudin mengakui, pihaknya harus membayar denda 1/1.000 dari sisa nilai kontrak. “Otomatis harus kita bayar denda setiap hari,” tandasnya.

Sementara itu, suara berbeda justru disampaikan Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) PT Bina Karya Utama, Ir Heri Mujiono. Versi dia, belum ada keputusan dari DPUPR mengenai addendum. Hal itu baru akan diputuskan hari ini.

“Hari Rabu baru ada keputusan dari DPUPR berapa penambahan waktunya. Sekarang progresnya masih sekitar 75 persen. Sampai akhir bulan, kita target 80 persen. Cuma tetap yang dibayarkan 75 persen,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "50 Hari untuk Addendum Gedung Setda"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...