Tradisi Kue Apem Simbol Permohonan Ampun

JATITUJUH – Masyarakat blok Kaputren desa Putridalem kecamatan Jatitujuh menggelar gerebek kue apem dan shalat tolak bala. Acara tradisi warga tersebut berlangsung di lingkungan setempat, Rabu (14/11).
warga jatitujuh majalengka lestarikan gerebek kue apem
Warga Jatitujuh Majalengka lestarikan gerebek kue apem. Foto: Hasan/Rakyat Cirebon 
Tokoh masyarakat kampong Kaputren, Yahya Sunarya mengatakan, masyarakat melakukan shalat tolak bala. Setelah itu, dilanjutkan dengan membuat kue secara serentak di masing-masing blok. Hal itu menjadi salah satu upaya melestarikan tradisi adat desa serta mengangkat budaya yang hampir punah.

“Gerebek kue apem juga sebagai salah satu ciri khas budaya gotong royong dan saling membantu antarwarga, yang sampai saat ini masih tertanam di masyarakat. Pengolahan dan proses pembuatan adonan untuk kue tersebut dilakukan di halaman rumah,” ujar Yahya kepada Rakyat Majalengka, Rabu (15/11).

Di Jatitujuh, kata dia, kue apem dimaknai sebagai kue kebersamaan. Pasalnya, dalam masyarakat Jatitujuh, kue ini dibuat ketika bulan Safar (bulan ke-2 dalam kalender Hijriyah) untuk dibagikan kepada para tetangga secara gratis. 

Menunjukkan bahwa masyarakat saling membantu dengan sarana kue apem tersebut. Selain itu, kue putih agak kecokelakatan dan cukup kenyal ini dimaknai sebagai penolak bala oleh masyarakat ini.

“Apalagi, bertepatan dengan berakhirnya bulan Syafar tepatnya di hari Rebo Wakasan, sebagai hari yang diyakini umat Islam sebagai hari turunnya sepuluh ribu penyakit yang diturunkan ke bumi oleh Allah,” tandasnya.

Menurutnya, istilah apem sebenarnya berasal dari bahasa Arab, afuan/ afuwwun, yang berarti ampunan. Jadi, dalam filosofi, kue ini merupakan simbol permohonan ampun atas berbagai kesalahan. Namun, karena orang Sunda menyederhanakan bahasa Arab tersebut, maka disebutlah apem.

Menurut Yahya, kue apem dibuat untuk dibawa ke surau, musala, atau masjid. Setelah berdoa bersama, kue apem dibagi kepada para tetangga atau mereka yang kurang beruntung. “Sehingga bisa dikatakan, kue ini juga sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap rezeki yang sudah kita dapatkan,” pungkasnya.(hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Tradisi Kue Apem Simbol Permohonan Ampun "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus