Siaga Cimanuk, Pemerintah Pusat Diminta Turun Tangan

INDRAMAYU - Hujan yang terus mengguyur Indramayu dan kondisi tanggul Sungai Cimanuk status siaga 2 seharusnya mendorong pemerintah pusat segera turun tangan.
warga indramayu diminta waspadai sungai cimanuk
Warga Indramayu diminta waspadai sungai Cimanuk. Foto: Apriyanto/Rakyat Cirebon
Karena selain banyak yang kritis, terdapat salah satu bantaran tanggul yang longsor salah satunya di Blok Jambu Air Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener.

Hal itu dikemukakan Anggota Komisi IV DPRD Indramayu Ruswa, yang sekaligus mengimbau agar masyarakat terlebih bagi yang tinggal di bantaran tanggul sungai untuk meningkatkan kewaspadaanya.,

Dikatakan, terlebih bagi mereka yang pemukimanya berhadapan langsung dengan tanggul sungai Cimanuk. Hal itu dikarenakan kondisi curah hujan yang turun di Kabupaten Indramayu cukup tinggi pada akhir akhir ini, akan tetapi kondisi tanggul pada sungai Cimanuk cukup mengkhawatirkan. 

Disinggung mengenai TMA air Cimanuk sempat mencapai 250, dan sebagian pemukiman di Desa Tulunggagun Kecamatan Kertasemaya terendam banjir karena luapan Sungai Cimanuk. 

Pihaknya berharap air yang menggenangi pemukiman warga dapat segera surut, akan kondisi tersebut ia meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Indramayu untuk bersiaga secara penuh, agar dapat melakukan aktifitas-aktifitas secara tanggap dan cepat saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. "BPBD siaga penuh, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaanya," tegas Ruswa.

Sepuluh titik rawan pada tanggul Sungai Cimanuk, pihaknya terus mendorong Pemerintah Pusat untuk melakukan langkah kongkrit, terlebih saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan. 

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga masyarakat menjadi aman dalam melakukan aktifitas keseharianya. (yan)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Siaga Cimanuk, Pemerintah Pusat Diminta Turun Tangan "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...