Sempalan KCM Deklarasi Koalisi Umat

CIREBON – Tiga partai politik (parpol) eks komponen Koalisi Cirebon Maju (KCM), yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya mendeklarasikan diri membentuk poros Koalisi Umat, Selasa (14/11), di Hotel Prima Kota Cirebon.
pks pan gerindra bentuk koalisi umat di pilwalkot cirebon
PAN, PKS dan Gerindra Kota Cirebon bentuk Koalisi Umat. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Deklarasi Koalisi Umat dihadiri tak hanya ketua dan sekretaris dari ketiga parpol sempalan KCM itu, melainkan juga puluhan pengurus dan kadernya masing-masing. Penandatanganan nota kesepakatan deklarasi sendiri dilakukan oleh ketua dan sekretaris ketiga parpol tersebut.
Seusai penandatanganan nota kesepakatan deklarasi, masing-masing ketua parpol Koalisi Umat menyampaikan orasi politiknya secara bergiliran. Hampir semua bakal calon walikota/wakil walikota dari ketiga parpol itu hadir. Persis hanya Hj Fifi Sofiah Effendy dari PAN yang tak terlihat dalam deklarasi itu.

“Awal saya ikut membentuk KCM (poros koalisi petahana, red). Kita mengajak PAN dan Partai Gerindra. Tapi kemudian dinamika politiknya sangat jauh dari harapan,” ungkap Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H Karso, dalam orasi politiknya.

Jika dulu memuji petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH lantaran berada di satu poros koalisi, tapi sikap berbeda kini ditunjukkan PKS. Karso menyebutkan, Koalisi Umat dibentuk sebagai wujud kesedihan pihaknya terhadap kepemimpinan di Kota Cirebon.

“Pernah saya bertemu dengan orang sini yang bekerja di luar kota. Dia menilai ‘kok ada dan tidak ada walikotanya, tidak ada bedanya?’ dia bilang begitu. Maka tanggungjawab kita melahirkan pemimpin baru di Kota Cirebon,” ujarnya.

Menurut Karso, pasangan calon walikota dan wakil walikota nantinya dari Koalisi Umat akan jadi alternatif utama di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018. PKS tidak akan mematok target untuk mengusung kadernya sendiri.

“Yang penting, kandidat dari Koalisi Umat berpeluang menang. Tidak mesti dari PKS. Walau misalnya saya tidak diusung Koalisi Umat, kita tetap siap. Kami bersepakat untuk menghadirkan pemimpin baru di Kota Cirebon yang lebih amanah, adil, serta mampu menyejahterakan masyarakatnya,” kata dia.

Senada disampaikan Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH. Di awal orasi politiknya, Dani menegaskan, PAN, PKS dan Partai Gerindra bukanlah parpol yang tengah galau pascacerai dengan KCM. Ia lantas membanding-bandingkan ketika pembentukan KCM dan deklarasi Koalisi Umat.

“Kita bukan kelompok galau. Memang kita pernah berkoalisi sebelumnya. Tapi tidak semeriah ini. Tidak ada lantunan ayat-ayat Alquran, tidak ada kebulatan tekad bersama. Dalam Koalisi Umat penuh keterbukaan. Kita bersatu untuk menang,” ungkap Dani.

Tak cukup itu. Dani juga mengajak kepada seluruh pengurus maupun kader dari ketiga parpol yang hadir untuk bersemangat memenangkan Pilwalkot 2018 dan mengganti walikota dengan figur baru. “Ganti! Ganti! Ganti! Banyak calon yang hebat untuk kita tawarkan kepada masyarakat Kota Cirebon,” kata dia.

Ketua Fraksi PAN di DPRD Kota Cirebon itu berkeyakinan, hanya Koalisi Umat yang mampu menjamin masyarakat Kota Cirebon menjadi sejahtera. Disebutkan Dani, untuk 5 kecamatan, 22 kelurahan, dan sekitar 350 ribu penduduk, APBD sebesar Rp1,4 triliun sudah cukup untuk menyejahterakan masyarakat.

“Mudah-mudahan kita tidak terpecah, sebagaimana koalisi sebelumnya. Kami PAN juga sama seperti PKS bertekad. Kalau ada pemimpin lain yang lebih baik, PAN akan secara legowo untuk bersama-sama melalui Koalisi Umat untuk mengusung figur yang harus menang dan memberi kemajuan untuk Kota Cirebon,” tuturnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cirebon, H Eman Sulaeman juga menegaskan, pihaknya bukanlah pecundang ketika harus keluar dari KCM, pascadeklarasi Nasrudin Azis-Eti Herawati oleh DPP Partai Demokrat. “‎Kami keluar dari KCM, bukan karena kami pecundang,” kata Eman, dalam orasi politiknya.

Sama seperti PKS dan PAN, Partai Gerindra juga akan menerima apabila kandidat bakal calon walikota/wakil walikotanya tidak diusung Koalisi Umat. Menurut Eman, poros koalisi itu terbentuk karena adanya sinergi dan komitmen dari ketiga parpol.

“Koalisi umat ini karena adanya sinergitas dari ketiga partai ini. Kami siap memenangkan siapapun yang akan diusung, dan kami siap harus legowo apabila tidak diusung,” katanya.

Untuk diketahui, Koalisi Umat sudah memiliki 9 kursi di parlemen. Masing-masing PKS (3 kursi), PAN (3 kursi) dan Partai Gerindra (3 kursi). Dengan jumlah itu, Koalisi Umat sudah bisa mengusung pasangan calon walikota/wakil walikota di Pilwalkot 2018 mendatang.

Di ketiga parpol itu pula, terdapat bakal calon walikota/wakil walikota. Di PAN ada Dani Mardani dan Hj Fifi Sofiah Effendy. Di PKS ada H Karso. Di Partai Gerindra ada H Heru Cahyono, Ali Rahman, dan H Dede Muharam. Mereka akan bersaing untuk mendapatkan rekomendasi bersama dari DPP ketiga parpol tersebut. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Sempalan KCM Deklarasi Koalisi Umat"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus