Proyek Gedung Setda Retak-retak

KEJAKSAN – Sesuai dengan janjinya, Komisi II DPRD Kota Cirebon akan memelototi pengerjaan proyek pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) setinggi 8 lantai. Kemarin, baru saja datang usai kunjungan kerja (kunker) ke Surabaya, Komisi II langsung inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek di belakang balaikota.
dprd kota cirebon awasi pengerjaan gedung setda
Tampak bagian penyangga di proyek gedung Setda retak. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Sejumlah anggota dipimpin Ketua Komisi II DPRD, Ir H Watid Sahriar MBA melakukan pengecekan kondisi konstruksi gedung setda ke beberapa penjuru. Mereka dibuat terkejut ketika mendapati lapisan cor di lantai dua ada yang retak dan tidak rata atau membentuk cekungan.

“Terbukti kita temukan di beberapa titik coran sudah retak. Kemudian ada juga lapisan yang membentuk cekungan karena tidak rata, yang kita ukur lenturan itu sampai 2,5 cm,” ungkap Watid, usai sidak.

Secara keseluruhan, Watid menilai, kondisi konstruksi gedung setda cukup mengkhawatirkan. Struktur bangunan di sejumlah titik terlihat tidak memenuhi kualitas standar. “Tadi kita lihat langsung dan buktikan, ada pilar atau pembatas kolom pada konstruksi dinding, mudah rapuh. Oleh tangan saja mrugpug (rontok, red),” ujarnya.

Namun demikian, Watid belum bisa memastikan penyebab dari kualitas yang tidak bagus pada beberapa sisi bangunan. Dikatakannya, ada dua kemungkinan yang jadi penyebab. “Antara perencanaan yang tidak tepat atau pelaksanaan pembangunan yang tidak dilakukan dengan baik,” katanya.

Untuk itu, Watid menambahkan, pihaknya berencana akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dalam waktu dekat, guna membahas progres pembangunan megaproyek senilai Rp86 miliar itu. Komisi II tak ingin pembangunan itu asal-asalan.

“Mungkin besok (hari  ini, red) kita undang DPUPR untuk diskusi. Karena sebaiknya memang dievaluasi dulu, sebelum finishing.  Resikonya tinggi kalau keadaan seperti ini. Ketika nanti sudah ada beban, kekuatan konstruksi juga harus diperhatikan,” kata politisi Partai Nasdem itu.

Sementara itu, mandor pelaksana PT Rivomas Pentasurya sebagai kontraktor proyek itu, Ujang mengaku, ketidak rataan permukaan struktur coran di lantai dua yang ditemukan Komisi II, tidak terlalu bermasalah. “Bisa jadi karena ketika coran awal itu tidak diratakan permukaannya. Tapi nanti juga dilapisi lagi, jadi bisa diratakan dan dihaluskan,” ungkap Ujang.

Selain itu, Ujang menambahkan, plat pelapis coran pada bagian atap di tiap lantainya terlihat melentur juga bukan dipicu struktur bangunan. Dikatakannya, lapisan coran pada bagian atas di tiap lantai sudah rata. 

“Menggelembung itu karena plat pelapisnya. Kalau bangunan sudah sesuai spesifikasi,” katanya. PT Rivomas sendiri, kata Ujang manargetkan bisa menyelesaikan konstruksi bangunan itu sesuai target pada 15 Desember mendatang atau 10 hari sebelum masa kontrak berakhir. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Proyek Gedung Setda Retak-retak"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...