PKL Kucing-kucingan dengan Satpol PP, Tutup Sejenak Lapak Kembali Dibuka

CIREBON – Eksekusi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Pemuda oleh Satpol PP Kota Cirebon, Selasa (21/11) kemarin, seperti sedang kucing-kucingan. Sebelum petugas Satpol PP datang, sejumlah lapak bongkar pasang maupun warung semi permanen, terlihat tutup dan mundur tidak menutupi trotoar.
satpol pp tertibkan pkl di jalan pemuda kota cirebon
Satpol PP tertibkan PKL di jalan Pemuda Kota Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Alhasil, hanya beberapa warung dan lapak yang berhasil dieksekusi Satpol PP. Selebihnya, beberapa jam setelah petugas pergi, para pedagang terlihat kembali beraktivitas seperti semula. 

Mereka kembali berjualan normal hingga sore hari. Beberapa warung semi permanen bahkan dibiarkan, lantaran ada negosiasi dan janji dari LBKH Unswagati kepada Satpol PP untuk mengatur pedagang agar tak menutup trotoar.

“Kami melakukan giat penertiban hari ini (kemarin, red) di Jalan Pemuda,” ungkap Kepala Seksi Pengendalian Operasional pada Satpol PP Kota Cirebon, Herbinawan, ditemui di sela-sela penertiban. 

Dikatakannya, ketika pihaknya datang ke kawasan Jalan Pemuda, sejumlah lapak diketahui telah dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Hanya ditemukan beberapa pedagang yang perlu ditertibkan.

“Kami lakukan penertiban selama empat hari, sampai hari Jumat. Kami akan lakukan patroli rutin selama empat hari itu. Kalau ada yang berjualan lagi dengan menghabiskan trotoar, akan kami halau,” terangnya.

Herbinawan mengatakan, dalam melakukan penertiban PKL, pihaknya mengedepankan tindakan humanis dan simpatik. Ia menepis, bila Satpol PP menggunakan cara-cara represif.

“Kami ke sini melakukan tindakan humanisme dan simpatik. Kami tidak akan melakukan tindakan arogan, PKL saudara kita. Karena kami ini menghadapi manusia, hanya saja tempat berjualan mereka di zona yang melanggar aturan dan seharusnya mereka mengerti,” tuturnya.

Diakuinya, ada toleransi bagi PKL yang berjualan tidak di atas trotoar. Makanya, beberapa lapak yang berdiri di atas trotoar, diminta untuk menggeser mundur. “Kita ingin trotoar bersih. Kemudian tidak ada PKL yang pakai bangunan permanen,” katanya.

Sementara itu, perwakilan kuasa hukum PKL dari LBKH Unswagati Cirebon, Medivit SH menyampaikan, pihaknya sudah memberi edukasi kepada para PKL untuk tidak menutup trotoar saat berjualan.

“Kita sudah minta kepada pedagang agar bergeser, jadi tidak menutup trotoar. Bagi beberapa warung yang dimintakan oleh Satpol PP untuk mundur bagian atapnya, kita akan minta pedagang menggeser mundur,” katanya.

Pihaknya juga bersyukur, tidak ada tindakan represif dari petugas Satpol PP terhadap pedagang. Hanya saja, pihaknya menyayangkan, belum adanya konsep penataan dan pembinaan untuk PKL dari Pemkot Cirebon. “Harusnya sudah siap dulu konsep dan regulasi untuk penataan dan pembinaan pedagang seperti apa,” kata dia. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PKL Kucing-kucingan dengan Satpol PP, Tutup Sejenak Lapak Kembali Dibuka "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...