PKL Jalan Pemuda Siap Melawan

KESAMBI – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan Pemuda diberi deadline oleh Satpol PP Kota Cirebon sampai hari ini untuk membongkar sendiri lapaknya. Selasa (21/11) besok, ruas jalan yang masuk dalam Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) itu harus steril dari PKL.
pkl jalan pemuda kota cirebon ditertibkan
Agus Dimyati (kiri) tunjukkan surat kuasa dari PKL. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Namun demikian, puluhan PKL itu siap melawan. Mereka tak tinggal diam. Para PKL sudah memberikan kuasa kepada Lembaga Batuan Konsultasi Hukum (LBKH) Unswagati Cirebon. Para pedagang akan berjuang juga melalui proses-proses dialogis dengan Pemerintah Kota Cirebon.

Juru bicara LBKH Unswagati Cirebon, Agus Dimyati SH MH menyatakan, pihaknya tidak menolak maupun alergi terhadap penertiban PKL oleh Pemkot Cirebon melalui Satpol PP. Hanya saja, pihaknya meminta keadilan dalam penerapan aturan oleh pemkot.

“Kita tidak menolak penertiban. Tapi kita ingin keadilan. Maksudnya, kenapa penertiban PKL hanya dilakukan di titik tertentu? Sementara kita semua tahu, banyak trotoar yang habis oleh pedagang, banyak ruas jalan yang dipenuhi parkir liar, tapi dibiarkan,” ungkap pria yang akrab disapa Gusdim itu, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, Pemkot Cirebon tidak memiliki konsep jelas untuk penataan PKL. Misalnya, ketika hendak melakukan penertiban di Jalan Pemuda, pemkot belum menyiapkan lahan untuk relokasi pedagang. Padahal, menurut Gusdim, seharusnya kebijakan penataan PKL direalisasikan bersamaan dengan relokasi dan pembinaan.

“Mereka (PKL, red) juga butuh hidup dan makan. Kalau diusir, bagaimana dengan nasib mereka? Harusnya dipersiapkan dulu lahan relokasi, kemudian regulasi penataan PKL juga harus jelas, sampai pada konsep penataannya. Kita melihat ada ketidakpastian dari pemkot untuk urusan penertiban PKL ini,” tuturnya.

Oleh karena belum tersedianya lahan relokasi, regulasi penataan dan pembinaan PKL, hingga konsep yang jelas, Gusdim menilai, pemkot belum laik untuk melakukan penertiban PKL di Jalan Pemuda. “Jadi rasanya penertiban PKL kurang pas kalau dilakukan dalam waktu dekat ini. Karena untuk penertiban butuh regulasi dan konsep yang jelas untuk kemudian dilakukan penataan,” ujarnya.

Gusdim bahkan mengancam, bila Satpol PP melakukan tindakan-tindakan serupa penggusuran dan terjadi kerusakan pada barang dagangan milik PKL, maka pihaknya akan menempuh proses hukum. “Kalau dipaksakan ada eksekusi hari Senin atau Selasa, kemudian ada barang dagangan yang rusak, kita akan tempuh upaya hukum,” kata dia.

Disampaikannya, dalam mengadvokasi PKL Jalan Pemuda, pihaknya tidak melulu memberikan pembelaan, melainkan juga memberi penjelasan kepada PKL bahwa berjualan dengan menutup penuh trotoar itu perbuatan salah.

“Kita juga beri pemahaman kepada PKL. Alhamdulillah, mereka mengerti dan menggeser mundur lapak jualannya. Jadi masih ada space untuk pejalan kaki,” kata dia.

Di sisi lain, Gusdim juga mengkritisi pemkot soal belum dimilikinya SKPD yang khusus menangani PKL. Disebutkan Gusdim, di beberapa daerah, SKPD berfungsi khusus penanganan PKL sudah ada. 

“Di Kota Cirebon ada lebih dari 6.000 PKL tersebar di sejumlah ruas jalan. Ini perlu penanganan yang fokus, semisal dengan SKPD tersendiri, sebagaimana sudah dilakukan beberapa pemerintah daerah lain,” katanya.

Sebelumnya, Satpol PP Kota Cirebon telah menerbitkan Surat Teguran ketiga untuk PKL Jalan Pemuda. Surat itu sudah disampaikan kepada para PKL pada Jumat pekan lalu. Satpol PP hanya memberi waktu tiga hari untuk PKL angkat kaki dari sana. Senin ini menjadi yang terakhir, karena Selasa besok harus sudah steril.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional pada Satpol PP Kota Cirebon, Herbinawan para PKL memiliki waktu hingga hari Senin ini untuk membongkar sendiri lapaknya. 

Sehingga jika Selasa besok masih ada yang berdiri, Satpol PP akan melakukan melakukan eksekusi. "Selasa jika tidak segera pindah akan kita eksekusi. Jadi kita minta kesadaran untuk membongkar sendiri sampai hari Senin," katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PKL Jalan Pemuda Siap Melawan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus