Pendukung Nurudin Kepung Kecamatan, Minta Hitung Ulang Kertas Suara

CIREBON - Tidak puas dengan hasil pemilihan kuwu (pilwu), masyarakat desa Lebakmekar menuntut panitia segera membuka kotak suara yang sebelumnya telah diamankan. 
pilwu lebakmekar cirebon kembali memanas
Warga Lebakmekar datangi kantor kecamatan Greged. Foto: Zezen/Rakyat Cirebon
Massa yang merupakan pendukung dari salah satu calon atas nama Nurudin itu, merasa kecewa lantaran berbagai aspirasi yang telah disampaikan tak juga mendapatkan respon. 

Karena kekecewannya itu, massa akhirnya mendatangi kantor Kecamatan Greged menggelar audiensi dengan panitia 11 yang dinilai belum pernah menggubris permintaan warga yang pernah dilayangkan sebelumnya. Hanya saja audiensi yang diinisiasi oleh pihak kecamatan itu, berlangsung alot. 

Pasalnya, massa  menuntut untuk segera membuka ulang kotak suara dan melakukan perhituangan ulang,  lantaran calon yang menjadi pilihannya dianggap telah mendapatkan perlakukan curang dari panitia. Selain itu juga meminta keterangan panitia bahwa selama menjalankan tugasnya berlaku jujur.

“Hidup jujur, tanpa adanya kecurangan,” tukas Juju, salah satu warga disela audiensi berlangsung, sontak mendapatkan tepuk tangan warga lainnya.

Desakan warga pun semakin menjadi-jadi, bahkan diekspresikan dengan menaiki meja dan menggebraknya. Hingga akhirnya memaksa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lebakmekar, serta unsur Muspika untuk menyepakati permintaan warga, yakni dilakukan pembukaan kotak suara dan dilakukan pengitungan ulang.

Namun, ‎hal itu tidaklah mudah, karena aturannya harus menunggu keputusan dari Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten, setelah sebelumnya pihak panitia mengajukan surat permohonan terlebih dahulu.

“Kami bersedia untuk membuka kotak suara,” tegas Sido Mulyono ketua panitia sebelas saat dimintai ketegasan permintaan massa .

Sementara Ketua BPD Desa setempat, Bambang Suraeni mengaku belum bisa menjamin terlaksananya pembukaan kotak suara meskipun menyetujui tuntutan warga. 

Karena meskipun BPD dan panitia menyepakati untuk dilakukan pembukaan dan perhitungan ulang, belum tentu dari pihak kabupaten. 

"Soal bisa atau tidaknya kurang tau, saat ini kita baru memohon untuk bisa dibuka, Kita mengajukan ke Panwas dan DPMPD," paparnya.

Selain itu, tim kuasa hukum, Agus Prayoga mengharapkan pembukaan bisa secepatnya dilakukan. Agar persoalan yang terjadi bisa terlihat kejelasannya. Menurutnya, proses pilwu itu, semestinya dijalankan secara jujur dan adil. 

Namun ketika telah terjadi kecurangan yang memang terlihat jelas secara kasat mata, maka hal itu tidak bisa dibiarkan, harus diselesaikan ke jalur hukum. 

“Kalau mau ke jalur hukum ya akan kita persiapkan, tapi pada dasarnya kan proses Pilwu itu harus dilaksanakan secara jujur dan adil,” tegasnya.

Sementara Ikin Nasikin, Camat Greged disela waktu audiensi berlangsung, melakukan pertemuan tertutup dengan panitia sebelas dan calon yang merasa dirugikan. Pasalnya pihak Muspika sudah mendapat kepastian dari Panwas kabupaten bahwa pembukaan kotak suara, tidak bisa dibuka, akan tetapi baru bisa dilakukan besok pagi, Selasa (14/11).

“Untuk pembukaan kotak suara sudah ada kesepakatan, termasuk dari Calwu Nurudin, setuju dilakukan besok (pagi jam 10.00 WIB, red). Jadi sekarang silakan pulang ke rumah masing-masing,” pungkasnya. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pendukung Nurudin Kepung Kecamatan, Minta Hitung Ulang Kertas Suara"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus