Oki-Edi atau Oki-Edo, PDIP Dilema

CIREBON – Jika petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat dan Partai Nasdem untuk berpasangan dengan Dra Hj Eti Herawati, kondisi berbeda jauh dialami calon rivalnya di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018, H Bamunas S Boediman MBA.
pdip kota usung satu paket di pilwalkot cirebon
Bamunas S Boediman (kedua kanan) saat mendaftar bacawalkot Cirebon ke PDIP. dok. Rakyat Cirebon
Sampai saat ini, pria yang akrab disapa Oki itu belum juga mendapatkan rekomendasi. Meskipun kemungkinan besar ia akan mendapat “tiket” dari DPP PDIP, tapi yang jadi persoalan, siapa yang akan jadi wakilnya? Setidaknya ada dua nama yang disebut-sebut akan mendampingi Bos Grage Group itu.
Keduanya yakni Ketua DPC PDIP Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi dan Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota dari Partai Golkar, Effendi Edo SAP MSi. Bila Oki diduetkan dengan Edi, kemungkinan besar PDIP akan mengusung sepaket. Tapi bila dengan Edo, koalisi yang akan didapatkan akan lebih besar.
Untuk diketahui, selain hampir pasti akan direkomendasi DPP Partai Golkar, Edo sudah jauh-jauh hari mendapatkan kepastian dari PPP yang akan mengusungnya. Itu artinya, bila Oki-Edo, setidaknya akan terjadi koalisi gemuk, yakni PDIP dengan 7 kuri di DPRD, Partai Golkar dengan 4 kursinya, dan PPP dengan 2 kursinya.

Ada 13 kursi setidaknya yang akan mengusung Oki-Edo. Terlebih bila kabar yang menyebutkan bahwa Partai Hanura juga akan merapat, jika dua figur itu berduet, sehingga 16 kursi yang akan jadi pengusung. Ini akan jadi koalisi paling besar dibanding dua poros yang sudah terbentuk, yakni Koalisi Umat dengan 9 kursinya dan poros Azis-Eti dengan 9 kursi. Dengan catatan, PKPI pemilik 1 kursi belum menentukan sikap.

“Secara kepartaian, PDIP Kota Cirebon sudah mempersiapkan apa-apa saja yang menjadi tanggungjawab partai dalam rangka pilwalkot. Dari mulai saksi, struktur, kader, guraklih, simpatisan, sayap partai, semua sudah siap,” ungkap Sekretaris DPC PDIP, Cicip Awaludin SH, kemarin di gedung dewan.

Dengan begitu, Ketua Fraksi PDIP itu menyatakan, partainya siap menang apapun kemasan pengusungannya, baik itu sepaket maupun koalisi dengan parpol lain. “Siap menang, baik satu paket maupun koalisi kita siap,” katanya.

Cicip juga menyinggung soal bertemunya Oki dan Edi pada kesempatan reses Anggota Fraksi PDIP, Fitria Pamungkaswati beberapa hari lalu. Menurutnya, Oki dan Edi duduk bersama adalah hal yang baik untuk PDIP. “Saya melihat Pak Oki dan Pak Edi sebagai potensi kekuatan partai. Karena masing-masing punya kekuatan besar. Ini sangat menguntungkan bagi PDIP,” tuturnya.

Namun demikian, Cicip mengaku, pihaknya tidak akan gegabah menentukan sikap untuk melangkah ke pilwalkot. Diakuinya, pihaknya juga memperhatikan terus dinamika politik yang terjadi. Semisal awal pembentukan poros koalisi petahana, Koalisi Cirebon Maju (KCM) hingga pecah dan sempalannya membentuk Koalisi Umat.

“Kita juga sedang memperhatikan bagaimana dinamika yang terkini. Saya memperhatikan betul dari mulai KCM terbentuk, kemudian kemunculan Koalisi Umat. Makanya PDIP tidak gegabah mengambil langkah,” ujarnya.

Tapi yang pasti, Cicip menyatakan, pihaknya siap bertarung di Pilwalkot 2018 melawan petahana Nasrudin Azis yang berpasangan dengan Ketua Nasdem Kota Cirebon Hj Eti Herawati. “PDIP bahkan siap head to head lawan. Juga dengan beberapa pasang, kita siap,” katanya.

Sementara terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Lili Eliyah SH MM mengaku, dirinya kemarin baru saja mengikuti rapat gabungan di DPP dalam rangka persiapan menghadapi Pilkada serentak 2018. Untuk Kota Cirebon, kata Lili, rekomendasi calon walikota/wakil walikota akan terbit akhir November ini. “Rekomendasi akhir bulan ini. Tadi (kemarin, red) baru rapat pemantapan,” kata Lili. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Oki-Edi atau Oki-Edo, PDIP Dilema"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus