Kasatpol PP Sewot ke Legislator PDIP

KEJAKSAN – Pada rapat bersama yang digelar Komisi I dan II DPRD Kota Cirebon bersama perwakilan warga Pegambiran yang menolak tower di halaman SDN 1 dan 2 Pegambiran, serta beberapa pejabat dari dinas terkait, Senin (6/11) lalu berbuntut panjang.
satpol pp dprd kota cirebon rapat tower pegambiran
Satpol PP rapat dengan DPRD Kota Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Dalam rapat tersebut ada aksi gebrak meja yang dilakukan Anggota Komisi II DPRD, Didi Sunardi. Legislator PDI Perjuangan itu mempersoalkan sejumlah tower yang diduga ilegal tapi sudah berdiri dan Satpol PP seolah melakukan pembiaran. Padahal, dalam rapat itu membahas tower di SDN 1 dan 2 Pegambiran.

Atas insiden itu, Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Drs Andi Armawan sewot. Ia tak terima anak buahnya diperlakukan seperti itu oleh anggota dewan. Pada saat rapat Senin lalu, Andi sendiri tak hadir. Namun ia mendapati laporan aksi gebrak meja tersebut.

“Saya minta klarifikasi dari anggota dewan yang kemarin sampai gebrak meja,” ungkap Andi, saat hendak mengikuti rapat kerja membahas Rencana Kerja Anggaran (RKA) bersama Komisi I DPRD, di Griya Sawala gedung dewan, Selasa (7/11).

Menurut Andi, pihaknya dipilih dan dilantik oleh walikota sebagai Satpol PP untuk menjalankan aturan berupa Perda. Dalam penegakan Perda juga, Andi menegaskan, pihaknya tak bisa mengabaikan aturan-aturan lainnya. “Kita sudah bekerja maksimal, malah dibegitukan,” katanya.

Seusai rapat, kepada wartawan koran ini, Andi menyampaikan, seharusnya dewan juga bisa bersikap bijak ketika menyikapi sesuatu persoalan. Kalau kinerja Satpol PP dianggap ada yang perlu diperbaiki, maka dewan seharusnya bisa melakukan pemanggilan untuk rapat kerja bersama.

“Harusnya kita jangan dibenturkan langsung dengan masyarakat. Kalau ada yang kurang dari kami, silakan kami diundang oleh dewan,” katanya.

Khusus untuk tower di Cangkring yang selalu dipersoalkan Didi dalam berbagai kesempatan, Andi menuturkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sudah menerbitkan surat teguran sampai tiga kali. Satpol PP tidak bisa asal eksekusi untuk memberhentikan aktivitas tower itu, jika tidak ada instruksi dari walikota.

“Untuk tower di Cangkring, sudah teguran 1 sampai 3 dari DPUPR. Kemudian kami ini di ba‎wah komando walikota. Kami akan menghentikan kalau ada perintah dari walikota,” katanya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD, M Handarujati Kalamullah SSos mempersilakan Andi Armawan untuk melayangkan surat keberatan atas tindakan Didi kepada pimpinan DPRD.

“Kalau kepala Satpol PP keberatan kejadian kemarin (Senin, red), silakan bikin surat keberatannya, tujukan ke pimpinan DPRD. Supaya ini jadi pembelajaran buat kita,” ungkap politisi yang akrab disapa Andru itu.

Andru juga menjelaskan, rapat bersama yang digelar pada Senin lalu beragendakan pembahasan tower di halaman SDN 1 dan 2 Pegambiran, bukan di titik lain. “Mengenai tower yang diduga tidak berizin, itu kita rencananya bahas di rapat lain. Karena kemarin (Senin, red) mitu konteksnya tower di SDN Pegambiran,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kasatpol PP Sewot ke Legislator PDIP"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...