Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Kades Cimara Digiring ke Lapas

KUNINGAN - Usai menjalani pemeriksaan di Pidsus Kejaksaan Negeri Kuningan, Rabu (15/11), Kepala Desa Cimara Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan, Umarudin, dikawal oleh petugas Kejaksaan dan langsung di bawah ke Lapas IIa Cijoho Kabupaten Kuningan.
kades cimara kuningan diduga korupsi dana desa
Kades Cimara dibawa ke ke Lapas IIa Cijoho. Foto: Aleh/Rakyat Cirebon 
Umarudin ditahan setelah menjadi tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi penyalagunaan pengelolaan dana Desa Cimara Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2015 dan 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan Adhiyaksa mengatakan, penahanan tersangka mulai terhitung hari ini, ini sementara tahap penyidikan, jadi sementara ini di tahan di lapas Cijoho untuk memudahkab koordinasi kelengkapan penyelidikan.

“Sementara ini kami tahan, tersangka ditahan sampai 20 hari ke depan mulai hari ini tanggal 15 November di Lapas II A Kuningan,” ujarnya.

Menurut Kajari, Kades Cimara dikenakan Pasal 2 ayat 2 subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, sebagai mana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tantang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 65 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal pidana mati.

“Kenapa kita gunakan pasal ini, karena kami mengetahui bahwa tersangka ini pernah dilakukan penuntutan dan sudah terbukti melanggar tipikor dahulunya, atau pengulangan tindak pidana,” kata Kajari yang didampingi Kasi Pidsus M. Zainur Rochman.

Berdasarkan keterangan ahli, kata Kajari, kerugian negara sebesar Rp407.817.450 pada tahun anggaran 2015-2016 dari dana desa yang terdiri dari DD dan ADD.

Modus yang dilakukan oleh tersangka yakni, kegiatan tidak sesuai dengan ketentuan, pengelolaan keuangan desa, honor TPK tidak diberikan, pengerjaan fisik ada yang fiktif dan dikerjakan sebagian, kegiatan seolah dilakukan padahal tidak, LPJ dipalsukan dan sebagainya. 

“Penyidikan kasus ini dilakukan sejak Februari, sedangkan untuk penetapan tersangka sejak tanggal 23 Oktober 2017,” tandasnya. Pasal 9 dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta  dan paling banyak Rp250 juta. (ale)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Kades Cimara Digiring ke Lapas "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus