Hujan Deras, Warga Terdampak Abrasi Sungai Makin Waspada

MAJALENGKA - Hujan yang mengguyur Kota Majalengka disertai petir dan angin kencang Kamis (9/11) sekitar pukul 15.00 WIB  menyebabkan perangkat Pendeteksi Gerakan Tanah (Early Warning System atau EWS) dan seperangkat Komputer di ruang yang sama rusak tersambar petir.
bpbd majalengka survei ke lokasi bencana
Abrasi sungai di blok Garunggang Majalengka. dok. Rakyat Cirebon
Atas kejadian tersebut BPBD Kabupaten Majalengka yang berada di jalan Gerakan Koperasi nomor 43 Majalengka Wetan ini mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Serta untuk sementara waktu EWS atau pendeteksi gerakan tanah tidak bisa dipergunakan.

Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Majalengka, Yayat Nurulhidayat mengatakan, atas kejadian tersebut BPBD Kabupaten Majalengka akan segera mengajukan kembali alat pendeteksi gerakan tanah kepada BPBD Provinsi Jawa Barat. 

"Petir yang menyambar saat hujan turun menyebabkan alat pendeteksi gerakan tanah dan seperangkat komputer di ruang EWS rusak. Akibat kerusakan tersebut BPBD Kabupaten Majalengka akan segera mengajukan kembali EWS ke BPBD Provinsi Jawa Barat," ungkap Yayat.

Seperti diketahui BPBD Kabupaten Majalengka dibentuk dalam rangka penanggulangan dan mengurangi indeks resiko bencana sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten Majalengka. 

Wilayah yang terbagi menjadi 2 bagian wilayah yaitu bagian selatan terdiri dari pegunungan dan perbukitan terjal dengan ketinggian 400-500 meter diatas permukaan laut dan sangat berpotensi terjadinya bencana pergeseran tanah. Sesuai hasil pemetaan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan wilayah utara merupakan dataran rendah sangat berpotensi terjadinya banjir, longsor dan abrasi sungai, karena adanya beberapa aliran sungai yang cukup besar serta banyaknya sungai-sungai kecil yang bermuara pada sungai besar.

Sementara itu, warga blok Garunggang Kampung Sukapulang RT 11 RW 2 Desa Kepuh Kecamatan Lemahsugih, makin waspada saat turun hujan deras. Apalagi, 17 rumah telah mengalami retak-retak pada dinding dan pondasi rumah, menyusul dampak negatif dari abrasi sungai Garunggang dan Cimanohong.

Salah seorang warga setempat, Lena (30) mengatakan, pihaknya kini meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun lebat. Alasannya di kampungnya tersebut, bisa saja ada pergerakan tanah yang membuat tanah di dekat rumah saudara-saudaranya ikut terbawa abrasi sungai. 

"Sudah dilaporkan ke BPBD, dan sudah ada bantuan. Namun kami tetap waspada, karena hujan besar bisa saja datang tanpa diduga," ungkap Lena. 

Warga setempat lainnya, Rudi mengungkapkan, rumahnya mengalami retak-retak akibat abrasi sungai Garunggang dan sungai Cimanohang yang mengalir tidak jauh dari rumahnya. Bahkan, kondisi rumahnya kini semakin parah. Sebab, kondisi retak-retak tersebut sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu. 

"Imbas pergerakan tanah dan abrasi sungai, keretakan dinding rumah saya semakin membesar. Oleh karenanya saya dan keluarga semakin waspada," katanya. 

Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Majalengka Indrayati ST didampingi Kasie Kedaruratan Iha Saliha mengaku, telah meninjau secara langsung ke TKP. Ia membenarkan, saat ini terdata sedikitnya ada 17 rumah yang dindingnya mengalami retak-retak dan pondasinya mulai berubah akibat abrasi. 

"Kami bersama tim sudah survei dan memberikan bantuan. Termasuk menerjunkan tim untuk pembuatan bronjong sebagai penahan sementara. Warga diminta tetap waspada, karena hujan bisa turun kapan saja," imbuhnya.(hsn/hrd)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Hujan Deras, Warga Terdampak Abrasi Sungai Makin Waspada"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...