Dua Kubu Adu Jotos, Panwas Dituding Cuci Tangan

GEREGED - Gejolak antar pendukung di Desa Lebakmekar Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon belum juga surut, malah terus meningkat. Warga yang sebelumnya telah dijanjikan akan dituruti permohonannya untuk dilakukan pembukaan kotak suara dan perhitungan ulang, tetapi ternyata, hingga batas waktu yang ditentukan tak juga dituruti.
kisruh pilwu lebakmekar cirebon makin panas
Zainal Abidin. Foto: Zezen/Rakyat Cirebon
Alhasil, kericuhan sempat terjadi, saut-sautan beradu argumen antar kedua kubu. Bahkan ketegangan sempat meletus hingga adu jotos tidak terhindarkan. Pihak kepolisian yang telah diisiagakan pun dengan sigap mengamankan kedua belah pihak. 

Tim kuasa hukum dari kubu Nurudin, Agus Prayoga mengaku kecewa. Pasalnya, dalam audiensi sebelumnya, Senin (13/11) telah disepakati antara jajaran muspika, panitia dan DPD untuk diadakan pembukaan kotak suara dan penghitungan ulang. 

Bahkan telah dijanjikan akan dilakukan tepat pukul 10.00 Wib pada Selasa (14/11). Tetapi, hingga tengah hari, tidak juga dibuka. “Kami kecewa, aparat sudah menciderai kepercayaan publik, kemarin sudah diberitaacarakan bahwa panitia sepakat membuka kotak suara, tapi sekarang dibatalkan. Panwas terkesan cuci tangan," tegasnya ke sejumlah awak media, Selasa (14/11), usai mendapatkan informasi tidak bisa dilakukan pembukaan kotak suara.

Menurut pengacara kondang itu, pihaknya merasa telah dipermainkan. Karena tidak mendapatkan perlakuan yang bijak dari pihak panwas Kabupaten. “Panwas tidak pro aktif,terhadap tuntutan kita,  dan kita merasa dipermainkan, padahal kemarin sudah disepakati,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya ini bukan tidak menerima kekalahan. Tatapi lebih menekankan pada proses kejujuran. Karena, kliennya telah mendapatkan perlakuan tidak jujur yang semestianya dalam proses pilwu ini dilakukan dengan cara jujur dan adil.  

“Ketika ada dugaan kecurangan ya diproses dong, diantaranya terjadi dugaan memalsukan tandatangan, loh buktinya kemarin sudah pada mengakui sendiri, antara ketua panitia dan Ketua BPD tidak melakukan komunikasi, setelah ini jelas kita akan melakukan upaya-upaya lain,” jelasnya. 

Sementara Tim Pengawas Kabupaten Cirebon, Zaenal Abidin mengaku tidak tahu sudah ada proses kesepakatan yang telah dibuat oleh pihak panitia, Muspika dan BPD di pertemuan Senin kemarin. “Saya tidak tahu,” tuturnya usai meninjau di Kecamatan Greged.

Ia menekankan usai dilakukan pilwu serentak ini, keadaan kembali normal dan saling berjabat tangan. Karena masyarakat disini, semuanya adalah saudara. “Yang harus dipilih itu cuma satu, nggak boleh dua,” ucap lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Cirebon itu.

Sejauh ini, usai berlangsungnya pilwu, dirinya sudah mendapatkan pengaduan dari lima desa. Salah satunya adalah Lebakmekar. “Sudah masuk ke kita ada lima desa, dan kita sudah melakukan pemanggilan kepada saksi, dan itu terus bergantian,” pungkasnya. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dua Kubu Adu Jotos, Panwas Dituding Cuci Tangan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus