Dirut RS Waled: Dugaan Korupsi Mudah-mudahan Cuma Hoax

CIREBON - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled berharap kasus korupsi dana Jamkesmas yang diduga melibatkan empat pegawai RS Waled hanya kabar hoax yang tidak terbukti adanya. 
dugaan korupsi rsud waled kabupaten cirebon
Budi S Soenjaya. Foto: Zezen/Rakyat Cirebon 
Hal itu disampaikan Dirut RS Waled Budi S Soenjaya ketika mendampingi Bupati Cirebon Dr H Sunjaya Purwadisastra melakukan survei akreditasi RSUD Waled sebagai RS Pendidikan, jumat (10/11) lalu.

Dirut RS Waled, Budi S Soenjaya menjelaskan, karena kasus tersebut terjadi sebelum masa jabatan kepemimpinannya. Dirinya saat ini hanya masih mengikuti prosedur memberikan rekomendasi ketika keempat pegawai tersebut dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan.

Keempat pegawai tersebut pun juga masih menjalankan aktifitas seperti biasanya.  Adanya pemerikasaan pekan lalu, diupayakan tidak mengganggu proses kerja para pegawai tersebut. “Kita lihat saja nanti hasilnya bagaimana, mudah-mudahan ini hanya hoax,” harapnya.

Sementara itu Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra di sela pelaksanaan survei akreditasi RSUD Waled sebagai RS pendidikan, mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat. Menurutnya kasus tersebut merupakan kasus yang terjadi pada tahun 2012 silam.  

Kasus tersebut terjadi atas temuan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang kemudian merekomendasikan kepada bupati untuk mengintruksikan kepada Ispektorat agar menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan, pengumpulan data dan setelah sudah kongkrit dilaporkan kepada Bupati untuk selanjutnya dilaporkan kepada KPK.

“Kenapa diperiksa disini, kita lihat kalau kerugian Negara kurang dari Rp1 miliar maka diserahhkan ke HPH Kepolisian atau Kejaksaan,” pungkasnya. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dirut RS Waled: Dugaan Korupsi Mudah-mudahan Cuma Hoax"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...