Demokrat Tak Mau Terprovokasi Pernyataan Heru

CIREBON – DPC Partai Demokrat Kota Cirebon enggan terprovokasi oleh pernyataan Sekretaris DPC Partai Gerindra, H Heru Cahyono MESy yang menganggaap enteng petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH. Partai Demokrat lebih memilih fokus persiapan menghadapi Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018.
demokrat pilih fokus hadapi pilwalkot cirebon
Walikota Cirebon Nasrudin Azis saat blusukan di Karangmulya. dok. Rakyat Cirebon
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos menganggap biasa pernyataan Heru. Menurutnya, psywar semacam itu biasa dilancarkan dalam kompetisi politik menjelang pesta demokrasi lima tahunan. “Itu biasa saja. Kita tidak ingin membalasnya,” ungkapnya, kemarin.
Politisi yang akrab disapa Andru itu menambahkan, untuk sekadar “berbalas pantun” atas pernyataan Heru yang terkesan memandang sebelah mata kekuatan petahana, sudah diwakili oleh kader Partai Gerindra sendiri, Tommy Sofiana SH. Menurut Andru, pernyataan Tommy sudah cukup menggambarkan kondisi sesungguhnya.
“Saya kira cukup Mas Tommy yang menilai. Mudah-mudahan itu justru lebih objektif, karena sesama kader partai yang sama. Publik juga kan jadi bisa menilai sendiri. Tidak perlu kita harus berbalas pantun,” ujarnya.
Menurut Andru, baginya yang terpenting saat ini adalah Partai Demokrat fokus pada persiapan menghadapi Pilwalkot 2018. Sehingga bisa menyukseskan petahana yang merupakan kader terbaik Partai Demokrat untuk melanjutkan kepemimpinannya di Kota Cirebon.
“Analoginya, semakin tinggi pohon itu tumbuh, maka semakin kencanng pula angin menerpa. Jadi yang penting, fokus kedepan persiapan menghadapi pilwalkot,” kata ketua Fraksi Demokrat di DPRD Kota Cirebon itu.
Sebelumnya, pernyataan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Cirebon, H Heru Cahyono MESy yang menganggap enteng petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH untuk tarung di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018, justru menuai “serangan balik” dari kadernya sendiri.
Anggota Fraksi Gerindra, Tommy Sofiana SH mengecam keras pernyataan Heru tersebut. Menurutnya, tak pantas bila Heru bersikap jumawa dengan menganggap enteng kandidat bakal calon walikota/wakil walikota, terlebih petahana yang memiliki nilai lebih dibanding kandidat lain.
“Tidak boleh bersikap seperti itu, menganggap calon lawan di pilwalkot itu enteng. Siapapun punya kekuatan sama, apalagi petahana. Sangat disayangkan Heru bicara seperti itu,” ungkap Tommy, ditemui di sela-sela kunjungan kerja (kunker) di Surabaya, Senin (30/10).
Tommy balik menyindir Heru soal kegagalannya di Pilwalkot 2013 lalu. Ia menilai, kalau Heru memiliki power secara politik, seharusnya dia bisa menang di kontestasi politik daerah edisi 2013. “Kalau dia menganggap enteng petahana, kenapa dia sendiri tidak menang di 2013?” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Demokrat Tak Mau Terprovokasi Pernyataan Heru"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus