Deklarasi “Pasti” Belum Pasti

CIREBON – Meski sudah mengantongi rekomendasi dari DPP Partai Demokrat dan DPP Partai Nasdem, namun pasangan petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH dan Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati belum juga melangsungkan deklarasi bersama.
Nasrudin Azis bersama Eti Herawati tampak tersenyum saat mengikuti peringatan Harjad ke-648 Kota Cirebon.dok. Rakyat Cirebon
Padahal, Pasangan Azis-Eti (Pasti), paling awal diluncurkan oleh Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca IP Panjaitan. “Deklarasi mungkin di akhir bulan ini. Minimal tanggal 25 November paling cepat. Tanggalnya belum pasti,” ungkap Eeng Charli – sapaan akrab Eti, saat ditemui di gedung DPRD Kota Cirebon, kemarin.

Proses persiapan untuk menggelar deklarasi bersama Pasti, diakui Eeng, sempat tertunda lantaran beberapa agenda kepartaian. Misalnya, ulang tahun Partai Nasdem, persiapan untuk menghadiri rakernas DPP Partai Nasdem di Jakarta dan lainnya.

“Kita juga akan mengikuti apel besar saksi di Jakarta. Kita akan bawa sekitar 600 orang dengan 11 bus sekitar tanggal 17 November nanti,” katanya.

Saat ditanya soal rekomendasi dari PKB sebagai parpol yang juga ngotot mengusung Pasti, Eeng menyebutkan, DPP PKB masih berproses untuk menerbitkan rekomendasi tersebut. Makanya, ia juga tidak menutup ruang komunikasi dengan parpol lain.

“PKB masih dalam proses untuk rekomendasi. Dengan yang lain kita masih terus komunikasi. Karena politik ini dinamis. Yang jelas komunikasi dengan semua partai kita lakukan dengan baik,” tuturnya.

Bagaimana dengan penetapan dukungan DPD Partai Golkar kepada Brigjen Siswandi sebagai calon walikota? Eeng mengganggap, Siswandi merupakan figur yang memiliki kekuatan untuk di pilwalkot. Eeng tak ingin menganggap ringan kandidat lain.

“Saya sangat apresiasi apa yang diputuskan Partai Golkar. Siapapun itu, pastinya yang terbaik. Semua kandidat tidak ada yang ringan bagi saya. Pak Siswandi juga bisa jadi lawan berat nantinya,” kata dia.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Kota Cirebon memutuskan akan mengusulkan Siswandi ke DPP Partai Golkar untuk direkomendasi menjadi calon walikota di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang.
Keputusan itu diambil secara resmi melalui forum rapat pleno yang digelar di kantor DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Sabtu (11/11) lalu. Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPD Partai Golkar, Ir Toto Sunanto itu berlangsung tertutup bagi media massa.
Setelah selesai rapat pleno, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Lili Eliyah SH MM menuturkan, rapat pleno tersebut sebagai tindaklanjut dari rapat pleno yang pernah digelar beberapa waktu lalu untuk memutuskan pihaknya mendukung kader internal untuk diusung di pilwalkot.

“Hasilnya, kita mendukung Pak Siswandi untuk di posisi calon walikota atau E1 dan Pak Toto untuk di posisi E2. Ini bukan sepaket. Jadi kalau di dalam koalisi menyepakati bahwa Partai Golkar dapat posisi E1, maka Pak Siswandi yang diusung. Tapi kalau hanya E2, Pak Toto,” kata Lili. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Deklarasi “Pasti” Belum Pasti"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...