Bisa Empat Pasang di Pilwalkot

CIREBON – Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018 tinggal sekitar tujuh bulan lagi. Sejauh ini baru petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH yang sudah memantapkan diri akan maju bersama Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati. Duet “Pasti” itu sudah mengantongi rekomendasi, tinggal menunggu deklarasi bersama.
jelang pilwalkot cirebon pasangan eti azis segera deklarasi
Walikota Cirebon Nasrudin Azis secara simbolis mencoblos surat suara Pilkada. dok. Rakyat Cirebon
Meski demikian, jika dilihat dari dinamika politik kekinian, kontestasi politik lima tahunan itu bisa jadi akan diikuti empat kontestan. Banyak kalangan memprediksi, pilwalkot akan diikuti empat pasang kandidat calon walikota-wakil walikota. Meski belum pasti selain Azis-Eti, setidaknya poros koalisi sudah tergambar.
Di pasangan Azis-Eti, selain Partai Demokrat dan Partai Nasdem yang sudah menerbitkan rekomendasi, setidaknya ada dua parpol lain yang akan ikut mengusung pasangan ini. Keduanya yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Dengan demikian, koalisi petahana akan memiliki modal 10 kursi di parlemen, dengan rincian; Partai Demokrat (3 kursi), Partai Nasdem (4 kursi), PKB (2 kursi) dan PKPI (1 kursi). “Kita masih sangat terbuka kepada parpol lain yang memiliki kesamaan spirit melanjutkan pembangunan di Kota Cirebon untuk bergabung bersama,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat, M Handarujati Kalamullah SSos.
Meski Azis berstatus sebagai petahana satu-satunya, tapi Andru enggan jumawa. Pihaknya tetap menganggap semua kandidat lainnya yang berpeluang maju di pilwalkot memiliki kekuatan yang baik.

“Tidak ada yang menonjol. Semua sama dan berpeluang. Semakin banyak calon, semakin baik untuk masyarakat dalam menentukan pilihan. Kita boleh optimis menang, tapi masyarakat yang akan memilih dan mudah-mudahan punya banyak pilihan,” katanya.

Selain poros petahana, ada juga Koalisi Umat. Tiga parpol sempalan dari Koalisi Cirebon Maju (KCM) yang semula bersama petahana, yakni PAN, Partai Gerindra dan PKS bersepakat membentuk koalisi. Bermodalkan 9 kursi di parlemen – masing-masing parpol punya 3 kursi –, Koalisi Umat punya 6 kandidat bakal calon walikota/wakil walikota.

Keenamnya yakni, Dani Mardani SH MH dan Hj Fifi Sofiah Effendy (PAN), H Karso (PKS), serta H Heru Cahyono MESy, Ali Rachman SH, dan H Dede Muharam Lc (Partai Gerindra). Keenam kandidat itu akan berebut dua tiket posisi E1 dan E2 yang akan diusung di Pilwalkot 2018.

“Insya Allah Koalisi Umat sangat solid. Kita sakinah, mawadah, warahmah. Rencananya akan bertemu untuk rapat mempersiapkan mekanisme pengusungan kandidat dan lainnya hari Jumat (besok),” ungkap Ketua DPD PAN, Dani Mardani SH MH.

Di bagian ketiga, ada poros koalisi 432 yang digawangi Partai Golkar, Partai Hanura dan PPP. Sebutan koalisi itu berdasarkan kepemilikan kursi di parlemen masing-masing parpol itu secara berurutan. Berbeda dengan Koalisi Umat maupun poros petahana, koalisi 432 ini terbilang masih ngambang, meski sudah berkomitmen.

Bermodalkan 9 kursi di parlemen, koalisi ini memiliki setidaknya 3 kandidat yang berpeluang besar untuk diusung menjadi calon walikota/wakil walikota. Ketiganya yakni Brigjen (Pol) Drs Siswandi (Partai Golkar), Effendi Edo (Partai Golkar dan PPP), serta Een Rusmiyati (Partai Hanura).

Siswandi sudah diusulkan oleh DPD Partai Golkar Kota Cirebon ke DPP sebagai calon walikota melalui rapat pleno pengurus. “Kita sudah ambil keputusan melalui rapat pleno, mengusulkan Pak Siswandi sebagai calon walikota kepada DPP. Selebihnya DPP yang berwenang memutuskan,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Lili Eliyah SH MM.

Sedangkan untuk Edo, selain dia digadang-gadang sebagai kandidat kuat yang akan mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar, adik ipar mantan Walikota Cirebon, Drs Ano Sutrisno MM (alm) itu juga telah ditetapkan sebagai kandidat tunggal yang akan diusung PPP melalui rapimcab beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Een menjadi satu-satunya kandidat dari Partai Hanura. Tidak ada kader lain yang berani berkompetisi dengan ketua DPC Partai Hanura itu dalam perebutan rekomendasi dari DPP. Een diperhitungkan untuk jadi calon wakil walikota, dengan pangsa pasar perempuan, guna menandingi Eti Herawati.

Yang terakhir, langkah PDI Perjuangan. Kabarnya, parpol pemilik 7 kursi itu akan mengusung pasangan calon walikota dan wakil walikota sepaket, yakni Bos Grage Broup, H Bamunas S Boediman MBA dan Ketua DPC PDIP, Edi Suripno SIP MSi. PDIP bisa mengusung duet Bamunas-Edi, karena memiliki jumlah kursi sesuai syarat minimal pengusungan di pilwalkot.

Meski disebut-sebut sebagai perkawinan paksa, bila duet itu jadi diusung, Bamunas-Edi diyakini mampu menjadi lawan berat bagi petahana. Keduanya, meski dikabarkan saling bersikap dingin dan sulit dipersatukan, mulai melunak. Terbukti, beberapa hari lalu, Bamunas dan Edi duduk bersama menghadiri reses Anggota Fraksi PDIP, Fitria Pamungkaswati.

Sekretaris DPC PDIP, Cicip Awaludin SH mengaku, pihaknya tidak akan gegabah menentukan sikap untuk melangkah ke pilwalkot. Diakuinya, pihaknya juga memperhatikan terus dinamika politik yang terjadi. Semisal awal pembentukan poros koalisi petahana, Koalisi Cirebon Maju (KCM) hingga pecah dan sempalannya membentuk Koalisi Umat.

“Kita juga sedang memperhatikan bagaimana dinamika yang terkini. Saya memperhatikan betul dari mulai KCM terbentuk, kemudian kemunculan Koalisi Umat. Makanya PDIP tidak gegabah mengambil langkah,” ujarnya.

Tapi yang pasti, Cicip menyatakan, pihaknya siap bertarung di Pilwalkot 2018 melawan petahana Nasrudin Azis. “PDIP bahkan siap head to head lawan. Juga dengan beberapa pasang, kita siap,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Bisa Empat Pasang di Pilwalkot"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...