Audit! Sebelum Kontraktor Gedung Setda Cairkan Dana

KEJAKSAN – Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap progres pembangunan gedung sekretariat daerah (setda) setinggi 8 lantai, secara berkala. Beberapa antisipasi apabila sampai batas akhir kontrak pada 25 Desember tak selesai, sudah disiapkan pemkot.
dpupr diminta audit berkala pembangunan gedung setda kota cirebon
Yoyon Indrayana MT (kiri) tinjau pembangunan gedung Setda  Kota Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
“Pemkot sudah menyiapkan langkah antisipasi. Kalau sampai akhir kontrak, ternyata progresnya berhenti di 80 persen, kita akan lelangkan kembali, pekerjaan dilanjut. Nanti kita terapkan lelang dini, berdasarkan Permenkeu,” ungkap Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Ir H Yoyon Indrayana MT, ditemui di kantornya, kemarin.

Ia menjelaskan, lelang dini dipahami proses lelang yang dilaksanakan setelah penetapan APBD tahun anggaran 2018 oleh DPRD melalui paripurna. Proses itu dilakukan apabila pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memutus kontrak PT Rivomas Pentasurya sebagai kontraktor.

“Jadi untuk lelang dini tidak perlu menunggu penelitian DPA maupun RKA. Ini dilakukan kalau putus kontrak. Meskipun memang mungkin juga kontraktor ini diberi perpanjangan waktu 50 hari,” ujarnya.

Yoyon mengakui, pihaknya optimistis pada pertengahan Desember mendatang, progres pembangunan megaproyek senilai Rp86 miliar itu bisa mencapai 80 persen. Tapi untuk sampai tahap finishing, dirasa Yoyon, sulit untuk terkejar waktunya.

“Kita optimis di pertengahan Desember paling tidak 80 persen. Jadi itu sudah toping sampai lantai 8. Memang finishing seluruhnya tidak mungkin bisa terkejar dilaksanakan. Baru struktur dan beberapa bagian yang bisa finishing,” tuturnya.

Di sisi lain, Yoyon juga mewanti-wanti kepada DPUPR untuk terus melakukan audit secara berkala. Terlebih apabila pihak kontraktor hendak melakukan pencairan dana. Audit dilakukan guna menghindari kemungkinan selisih antara progres dan prosentase pencairan dana dari kas daerah.

“Sebelum pencairan pasti ada audit terlebih dahulu. Kami menyarankan DPUPR untuk memberlakukan audit independen, sejauh mana capainnya. Karena sampai Senin pekan kemarin baru 55 persen,” kata dia.

Sebelumnya, Project Manager PT Rivomas Pentasurya, Tajudin mengklaim, pihaknya dalam menggarap megaproyek yang deadline-nya 25 Desember itu sudah on the track.

“Kita tetap jaga kualitas. Bukan kita ada yang disembunyikan, tapi kita fair apa adanya. Kalaupun ada beberapa hal yang harus diperbaiki, yakin solusinya pasti ada. Dan kita juga lakukan percepatan,” tutur Tajudin.

Mengenai kelenturan coran di beberapa titik, Tajudin menyebutkan, bukan persoalan krusial. Karena pada struktur konstruksi itu nantinya ada pelapisan lagi untuk kemudian pemasangan keramik atau granit. “Nanti ada proses finishing. Soal keretakan itu, hanya retak rambut. Jadi sejauh ini tidak ada persoalan krusial,” kata dia. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Audit! Sebelum Kontraktor Gedung Setda Cairkan Dana"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...