AMPI: Dukung Siswandi Hanya Bentuk Protes

CIREBON – Munculnya dukungan untuk Brigjen (Pol) Drs Siswandi untuk direkomendasi DPP Partai Golkar menjadi calon walikota Cirebon dinilai hanya bentuk protes sekaligus pelampiasan sebagian pengurus DPD dan PK Partai Golkar. 
pk golkar kota cirebon dukung siswandi
PK Golkar Kota Cirebon dukung Siswandi. Foto: Ist./Rakyat Cirebon
Pasalnya, rekomendasi dalam waktu dekat akan diberikan kepada Effendi Edo SAP MSi. Hal itu disampaikan Plt Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Cirebon, Firdaus Yunanda, saat ditemui di kawasan Jalan Pemuda, Selasa (7/11) kemarin. 

Ia membeberkan mengenai kemungkinan besar duet Bakal Calon Walikota dari PDI Perjuangan, H Bamunas S Boediman dan Edo di Pilwalkot mendatang.
Firdaus memaparkan, dukungan DPD Partai Golkar untuk Oki – sapaan akrab Bamunas – secara tertulis sudah dibuat jauh lebih dulu dibanding untuk Siswandi. Bahkan, Partai Golkar dengan 4 kursi di DPRD sudah bersepakat bersama Partai Hanura pemilik 3 kursi dan PPP yang punya 2 kursi di DPRD untuk mendukung Oki.

“Koalisi 432 itu awalnya untuk kendaraan Pak Oki. Salah satu kesepakatannya itu menyiapkan kader terbaik untuk jadi wakilnya dan masing-masing partai boleh mengajukan,” ungkap Firdaus.

Ia menambahkan, dengan telah ditetapkannya Edo sebagai kandidat tunggal oleh PPP, seharusnya Partai Golkar, bahkan Partai Hanura bisa bersikap linear. Khusus untuk Partai Golkar, Firdaus menyesalkan ketika justru Edo coba dijegal oleh struktural DPD dan PK.

“Harusnya diapresiasi ketika PPP mendukung Pak Edo. Harusnya tidak ada upaya penjegalan. Karena dukungan dari PPP itu menjadi nilai lebih untuk Pak Edo. Untuk diketahui, di DPP Partai Golkar itu hanya dua nama yang dipertimbangkan untuk diusung, yaitu Pak Edo dan Pak Toto (Sunanto). Keduanya internal, karena Pak Toto ketua DPD dan Pak Edo Plt ketua Kosgoro Kota Cirebon,” paparnya.

Firdaus mengingatkan, jika struktural DPD dan PK terus melakukan upaya penjegalan terhadap Edo, maka peluang untuk terjadinya insiden politik serupa dengan Dedi Mulyadi terjadi di Kota Cirebon semakin besar.

“Jangan sampai kejadian di Pilgub, perebutan Dedi Mulyadi dan Daniel Muttaqien terulang di Kota Cirebon. Tapi ini bisa saja terjadi. Maka harusnya struktural bisa dewasa menyikapi langkah politik Pak Edo. Lagipula rekomendasi itu dari DPP dan wajib dipatuhi DPD dan PK, bukan sebaliknya,” kata Firdaus.

Bahkan, sambung Firdaus, setelah mengantongi dukungan dari PPP, Edo juga tak lama lagi akan mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar dan Partai Hanura. Kedua parpol itu sudah mempersiapkan untuk meluncurkan “surat sakti” untuk Edo melenggang ke pilwalkot.

“Setelah dukungan dari PPP, berdasarkan informasi, rekomendasi Partai Hanura juga akhirnya ke Pak Edo. Begitu juga dengan Partai Golkar. Kemungkinannya Pak Edo di posisi calon wakil, karena Pak Oki dari PDIP di posisi calon walikotanya,” tuturnya.

Mengenai dukungan terhadap Siswandi yang dibuat DPD dan kelima PK Partai Golkar se-Kota Cirebon, Firdaus menilai, hal itu sebatas bentuk protes yang dilakukan beberapa pengurus DPD dan PK. Protes itu lantaran sudah mendapati kabar bahwa Edo yang akan direkomendasi DPP.

“Saya kira mereka dukung Siswandi hanya bentuk protes kecil saja. Kalaupun Partai Golkar akan memunculkan Pak Siswandi, bisa diterima tidak oleh PPP dan Partai Hanura? Ini persoalannya,” ucap Firdaus.

Sejalan dengan itu, dirinya menilai, tingkat popularitas dan elektabilitas Edo berada jauh di atas Siswandi. Artinya, DPP Partai Golkar juga akan mengambil langkah realistis. “Tingkat popularitas dan elektabilitas Pak Edo lebih tinggi dari Pak Siswandi. Tapi saya juga bertanya, kenapa Pak Toto sebagai ketua tidak berani fight bersaing dengan Pak Edo?” katanya.

Ditambahkan Firdaus, setelah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar, Edo juga akan dilantik sebagai ketua DPK Kosgoro Kota Cirebon. Saat ini ia sendiri berstatus Plt ketua DPK Kosgoro Kota Cirebon. Pelantikan Edo sebagai ketua Kosgoro, tidak akan selisih waktu terlalu jauh dengan pelantikan Firdaus sebagai ketua AMPI.

Sementara terpisah, sumber Rakcer di internal Partai Golkar menyebutkan, dukungan yang diberikan kepada Siswandi tidak melalui mekanisme rapat pleno di DPD maupun PK. Di lain kesempatan, Ketua Fraksi Golkar, Andrie Sulistio SE mengaku tak tahu mengenai rapat pleno yang dimaksud. “Saya kurang hapal ada rapat pleno atau tidak,” katanya.

Sebelumnya, inkonsistensi struktural DPD Partai Golkar Kota Cirebon dan kelima PK semakin nampak. Mereka semula ngotot meminta agar DPP Partai Golkar merekomendasikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Ir Toto Sunanto dan mencoba menjegal kandidat calon walikota/wakil walikota dari Partai Golkar, Effendi Edo SAP MSi untuk dapat rekomendasi, tapi dalam sekejap sikapnya berubah lagi.
Kini, mereka masih berusaha menjegal langkah Edo untuk dapat rekomendasi dengan mengorbankan Toto. Betapa tidak, DPD Partai Golkar Kota Cirebon secara resmi menyatakan dukungan kepada bakal calon walikota, Brigjen (Pol) Drs Siswandi. Kelima PK Partai Golkar se-Kota Cirebon juga mengambil sikap yang sama.
“Partai Golkar, baik DPD maupun PK se-Kota Cirebon bersepakat mendukung Pak Siswandi untuk dicalonkan di Pemilihan Walikota Cirebon 2018,” ungkap Wakil Ketua Bidang Kominfo dan Opini Publik DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Iwan Yohana. 

Usai mendapatkan dukungan dari lima Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kota Cirebon, Brigjen (Pol) Drs Siswandi sebagai bakal calon walikota/wakil walikota dari Partai Golkar akhirnya angkat bicara. Ia menilai, dukungan yang diberikan Partai Golkar Kota Cirebon untuknya maju di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang merupakan sebuah amanah besar.

“Ya amanah yang diberikan harus kita sikapi dan kita laksanakan untuk memajukan Kota Cirebon yang lebih baik,” ungkap Siswandi, kepada wartawan koran ini, Selasa (7/11).

Selain Siswandi akan melaksanakannya dengan baik, ia juga berterimakasih atas dukungan penuh dari DPD dan PK Partai Golkar se-Kota Cirebon untuknya. “Terima kasih kepada PK, PL dan ketua Partai Golkar Kota Cirebon,” ujarnya.

Saat ditanya langkah politik selanjutnya, mantan Kapolres Cirebon Kota itu menjawab diplomatis. Dalam politik, dinamika bisa saja terjadi begitu cepat. Yang pasti, Siswandi mengedepankan suara rakyat. Begitu juga ketika ditanya optimismenya mendapatkan rekomendasi DPP Partai Golkar, Siswandi enggan mendahuluinya.

“Politik dinamis. Suara rakyat suara Tuhan. Ketua DPD-nya saja gak dapat rekom dari partainya. Artinya, kita serahkan pada yang (Maha) Kuasa. Yang penting masyarakat Kota Cirebon melalui PK dan PL, serta ketua Partai Golkar memberikan mandat,” tuturnya.

Disampaikan Siswandi, salah satu alasan mereka memberikan mandat dukungan adalah keinginan adanya perubahan di Kota Cirebon. Sebagai bagian dari masyarakat, pengurus Partai Golkar bisa merasakan atas kepemimpinan walikota saat ini. 

“Mereka yang tahu, mereka yang merasakan hasilnya selama ini tentang kemajuan Kota Cirebon. Intinya mereka ingin perubahan,” kata Siswandi. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "AMPI: Dukung Siswandi Hanya Bentuk Protes"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus