Wow, Kebocoran Air PAM Rp12 Miliar Lebih

CIREBON – Di tengah rencana pemberian penyertaan modal untuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, fakta mengejutkan justru mencuat. Perumda Air Minum (PAM) diketahui masih mengalami kebocoran dengan tingkat yang tinggi.
pdam kota cirebon rapat kerja dengan dprd
Perumda Air Minum Tirta Giri Nata rapat dengan DPRD Kota Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Hal itu diketahui saat jajaran direksi PAM Tirta Giri Nata menghadiri rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kota Cirebon, di Griya Sawala gedung dewan, Jumat (6/10) kemarin. 

Direktur Utama PAM Tirta Giri Nata, Sopyan Satari SE MM menyampaikan, sampai semester I atau akhir Juni 2017, kehilangan air yang dialami pihaknya sebesar 27,9‎2 persen dari total produksi. “Tingkat kebocoran kita masih 27,92 persen,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Opang itu menjelaskan, di semester I tahun 2017 lalu, pihaknya mengalokasikan anggaran untuk bisa menekan kebocoran minimal 32,1 persen. Sedangkan anggaran untuk produksi diproyeksikan bisa menghasilkan 15 juta M3 air, yang mana realisasinya mencapai 101,76 persen atau 15.263.428 M3.

“Sedangkan anggaran untuk distribusi ditargetkan mencukupi untuk 13.800.000 M3. Realisasinya 12.568.166 M3 atau 86,10 persen. Artinya, produksi melebihi target, tapi distribusi kurang dari target,” jelasnya.

Opang menyampaikan, pihaknya menduga ada dua persoalan yang terjadi di tingkat konsumen, yakni sambungan ilegal dan pencurian air. Maka dari itu, pihaknya terus berupaya melakukan penertiban.

“Untuk illegal connection kita melakukan pemantauan, kalau setelah dicabut kemudian tidak menyambungkan kembali. Itu patut dicurigai. Kita juga memantau yang penggunaan airnya. Apakah tidak digunakan atau illegal conection ini juga?” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir H Watid Sahriar MBA menghitung, kalau saja per meter kubik air ditarif Rp3.600, dengan tingkat kebocoran sebesar 27,92 persen dari jumlah air produksi atau 3,5 juta M3, maka kebocoran itu setara dengan Rp12,6 miliar lebih.

“Kebocoran air itu kalau diuangkan mencapai Rp12,6 miliar lebih. Ini sangat besar. Memang sudah ada penurunan tingkat kebocoran, tapi masih terbilang tinggi,” katanya.

Watid menambahkan, pihaknya meminta kepada PAM Tirta Giri Nata untuk terus menekan tingkat kebocoran, sampai batas toleransi standar nasional yaitu 20 persen. “Syukur-syukur bisa di bawah itu. Yang pasti apapun harus diupayakan,” kata politisi Partai Nasdem itu.

Di sisi lain, Watid juga mengingatkan kepada direksi PAM Tirta Giri Nata untuk memprioritaskan penurunan tingkat kebocoran, dibanding peningkatan kapasitas. Menurutnya, peningkatan kapasitas tidak akan menuai hasil maksimal, bila kebocoran masih tinggi. “Ibaratnya ban bocor, tekanannya ditambah maka akan semakin besar bocornya,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Wow, Kebocoran Air PAM Rp12 Miliar Lebih"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus