Sekretaris LDNU: Ketua PCNU Salah Kaprah

CIREBON – Polemik terbitnya rekomendasi calon walikota dan wakil walikota dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon terus bergulir. 
ldnu juga desak cabut dukungan nu kepada bamunas
Surat rekomendasi  PCNU Kota Cirebon yang mendukung Bamunas S Boediman di Pilwalkot 2018. dok. Rakyat Cirebon
Desakan kepada PCNU untuk mencabut rekomendasi yang diberikan kepada bakal calon walikota atau E1 dari PDI Perjuangan, H Bamunas S Boediman MBA dan Ketua PCNU, Yusuf SE MM sebagai calon wakil walikota atau E2 untuk didukung di Pilwalkot 2018 makin deras.

“Surat dukungan atau rekomendasi dari PCNU berkaitan calon walikota dan wakil walikota harus dicabut. Tapi sebelum mencabut, bicarakan dulu dengan pengurus PCNU, musytasar dan badan otonom NU,” ungkap Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Cirebon, Didi Sunardi SE, kemarin, ditemui di kawasan Jalan Wahidin.
Menurutnya, terbitnya surat rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa ketua PCNU tidak bijak dalam mengelola organisasi. Harusnya, PCNU bisa berdiri di semua golongan, memberikan pencerdasan kepada masyarakat. “(Ketua PCNU) salah kaprah. Karena PCNU bukan lembaga politik. Menurut saya tidak bisa seperti itu (menerbitkan rekomendasi politik, red),” ujarnya.
Didi menilai, PCNU secara organisasi tidak pantas menerbitkan rekomendasi calon walikota dan wakil walikota sekaligus mengarahkan dukungan secara kelembagaan. “Idealnya kalau PCNU itu tidak semestinya memberikan dukungan secara organisasi. Jangan sampai NU dibawa ke ranah politik. Kalau orangnya, silakan secara individu,” tuturnya.
Terlebih lagi, meskipun Bamunas berstatus sebagai musytasar PCNU, di posisi yang sama ada juga Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH. Menurut Didi, setidaknya keduanya harus diajak bicara bersama. Tapi beruntungnya, Walikota Azis bisa bersikap dewasa dalam persoalan itu dan tidak membawa PCNU ke ranah politik.

“Kalau konteksnya mendukung, baik itu Pak Azis maupun Pak Bamunas, sama-sama musytasar PCNU. Idealnya keduanya diajak bicara untuk musyawarah. Kemudian banom-banom juga dilibatkan,” terangnya.

Didi mengaku, dirinya dibuat lebih terkejut lagi ketika Wakil Sekretaris PCNU, Dedi Fachrudin membuat pernyataan secara tertulis mencabut tandatangannya yang tertuang dalam surat rekomendasi dukungan kepada calon walikota dan wakil walikota, juga membeberkan bahwa tidak pernah ada rapat pleno membahas itu.

“Lebih kagetnya lagi, Dedi mencabut tandatangan dan menyatakan tidak ada rapat pleno. Jadi rupanya harus ada yang diluruskan di PCNU Kota Cirebon ini,” kata dia.

Sebelumnya, dalam surat pernyataan tertanggal 10 Oktober 2017, Dedi Fachrudin menyatakan, PCNU tidak pernah menggelar rapat pleno untuk membahas dukungan di pilwalkot. Sedangkan pada surat rekomendasi dengan Nomor 027/PC-NU/D-8/IX/2017 tanggal 28 September 2017 perihal rekomendasi, disebutkan dukungan untuk Bamunas dan usulan Ketua PCNU, Yusuf SE MM jadi calon wakil walikota pendampingnya berdasarkan hasil rapat pleno.

Dedi juga mencabut tandatangan yang dibubuhkannya pada surat rekomendasi dan siap mundur dari kepengurusan PCNU bila tindakannya itu dianggap bertentangan dengan aturan organisasi. Sedangkan rapat yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 September 2017, adalah rapat yang akan membahas pelaksanaan Hari Santri dan Dedi sendiri tidak bisa hadir.

Ketua PCNU, Yusuf sendiri menegaskan, pihaknya mendukung Bamunas dalam Pilwalkot 2018 didasarkan pada kelaikan. Menurutnya, Bamunas dianggap tepat untuk memimpin Kota Cirebon. “Pertimbangannya, persoalan dari segi figur untuk Cirebon yang pas,” katanya.

Yusuf menambahkan, mengenai usulan dirinya menjadi calon wakil walikota mendampingi Bamunas, hal itu berdasarkan rapat terbatas beberapa pengurus PCNU. “Awalnya rapat terbatas itu tuh. Kemudian ada beberapa orang, belum lengkap waktu itu,” kata dia. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Sekretaris LDNU: Ketua PCNU Salah Kaprah"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...