PT Rivomas Terima Pencairan Rp21,6 Miliar, DPRD Terus Pantau Proyek Gedung Setda

KEJAKSAN – Dana untuk pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon setinggi 8 lantai dipastikan masih aman. Dengan progres yang tergopoh-gopoh lantaran tertinggal jauh dari time schedule, PT Rivomas Pentasurya sebagai kontraktor persis baru menerima pencairan dana sebesar 25 persen dari nilai kontrak.
Komisi II DPRD Kota Cirebon saat sidak proyek gedung Setda. dok. Rakyat Cirebon
Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD), Eriza SE MM menyampaikan, pihaknya baru mencairkan 25 persen dana dari total nilai kontrak. Pencairan sendiri sudah dilakukan dua kali, yakni uang muka pada awal kontrak dan pencairan termin pertama pada 25 September 2017 lalu.

“Uang muka sebesar Rp13.021.729.950 dicairkan tanggal 16 November 2016 dan pencairan termin pertama sebesar Rp8.675.153.300 pada 25 September 2017,” ungkap Eriza. Secara keseluruhan sudah Rp21,6 miliar dana yang diterima PT Rivomas.

BKD sendiri bisa mencairkan dana untuk PT Rivomas apabila ada persetujuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebagai dinas teknis yang berurusan dengan megaproyek senilai Rp86 miliar itu.

Sementara terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno SH mengatakan, pihaknya berdasarkan hasil rapat kerja komisi bersepakat untuk melakukan pemantauan secara langsung terhadap progres pembangunan gedung setda.

“Kita sudah lakukan pemantauan hari Kamis kemarin. Berdasarkan rapat kerja di komisi, kita bersepakat untuk melakukan pengawasan langsung secara berkala,” ungkap Agung.

Politisi muda Partai Golkar itu menambahkan, pengawasan secara berkala dilakukan semata-mata untuk mendorong pihak kontraktor agar menggenjot progres pembangunan sampai akhir masa kontrak 25 Desember mendatang.

“Eksekutif melalui dinas juga pastinya melakukan hal yang sama. Maksudnya agar sampai akhir masa kontrak bisa maksimal, selesai ataupun tidak. Selebihnya, eksekutif yang menentukan, apakah akan diberi perpanjangan waktu atau tidak,” tuturnya.

Sebelumnyanya, salah seorang mandor proyek di lokasi pembangunan gedung setda, Ujang mengaku, sebanyak 205 pekerja bangunan dilibatkan dalam pengerjaan megaproyek itu, dibarengi dengan 159 pekerja yang khusu menangani besi dan finishing. Maka dari itu, pihaknya optimis, pada 25 Desember mendatang, progresnya bisa mencapai 70 persen.

“Mulai minggu depan kita akan bekerja selama 24 jam, pekerjanya terbagi ke tiga kelompok dan tiga shift,” ungkap Ujang, saat menerima inspeksi mendadak (sidak) Komisi II DPRD Kota Cirebon, Kamis pekan lalu.

Disampaikan Ujang, saat ini progresnya sudah mencapai 41 persen lebih. Untuk terus menggeber proses pengerjaan, selain dilakukan penambahan jumlah pekerja, rencananya akan diterjunkan juga crane khusus. “Sehingga diproyeksikan satu lantai bisa selesai dalam waktu 6 hari,” kata dia. Saat ini, progresnya sampai 4 lantai. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PT Rivomas Terima Pencairan Rp21,6 Miliar, DPRD Terus Pantau Proyek Gedung Setda"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...