PKL Sudarsono Diminta Segera Angkat Kaki

KESAMBI – Setelah sukses melakukan sterilisasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di atas trotoar di Jalan Perjuangan sepanjang SMAN 4 Kota Cirebon sampai ke SMKN 1 Kota Cirebon, Satpol PP kini tengah membidik PKL di atas trotoar kawasan Jalan Sudarsono. Puluhan lapak PKL di sana terancam dibongkar paksa.
satpol pp kota cirebon tertibkan pkl di jalan sudarsono
Satpol PP Kota Cirebon bakal tertibkan PKL di jalan Sudarsono. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Satpol PP sendiri sudah melayangkan surat teguran kepada PKL untuk membongkar sendiri lapaknya. Di samping juga terus menerus melakukan sosialisasi kepada para pdagang. “Kita sudah sampaikan surat teguran kepada para pedagang. Kemudian kita juga sosialisasikan,” ungkap Kepala Satpol PP, Drs Andi Armawan, kemarin.

Ia menambahkan, pihaknya terlebih dahulu mengedepankan pendekatan kepada para PKL, sambil menyosialisasikan bahwa berdagang di atas trotoar itu tidak dibenarkan oleh aturan. “Kita tetap kedepankan pendekatan. Memberikan mereka (PKL, red) pemahaman dengan aturan,” kata dia.

Menurut Andi, keberadaan PKL di sana mengganggu ketertiban umum. Selain menghabiskan semua trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki, keberadaan PKL juga menimbulkan gangguan lalu lintas. “Banyak kendaraan terparkir di bahu jalan dan menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Andi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menangani persoalan parkir di bahu jalan. Dikatakan Andi, banyak kendaraan yang terparkir di bahu jalan di Jalan Sudarsono. “Penanganannya harus bersama-sama. Dishub juga harusnya bergerak untuk melarang parkir di bahu jalan, karena lalu lintas di sana seringkali macet,” tuturnya.

Sementara itu, seorang pedagang pulsa di trotoar Jalan Sudarsono, Tono mengaku, dirinya sudah mendapatkan surat teguran sebanyak dua kali. Intinya, para PKL di sana diminta untuk tidak berjualan di atas trotoar. Hal itu membuat para pedagang gelisah. “Surat teguran pertama tanggal 10 Oktober. Kemudian teguran kedua tanggal 12 Oktober,” katanya.

Ia berharap, kalaupun akan ditertibkan, Pemkot Cirebon terlebih dahulu menyediakan lahan untuk relokasi pedagang. Sehingga mereka masih bisa berjualan. “Kita berharap ada lahan relokasi dulu sebelum diminta membongkar lapak,” katanya.

Senada disampaikan Ningsih. Wanita asal Brebes berusia 45 tahun itu mengaku gelisah ketika mendapatkan surat teguran kedua dari Satpol PP. Ia bingung bila harus membongkar lapaknya dan tak lagi berjualan di sana. “Kita mau pindah ke mana? Saya sih berharap ada kebijakan dari pemerintah kota,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PKL Sudarsono Diminta Segera Angkat Kaki"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...