Pengurus DPD Sindir Effendi Edo Soal Etika Politik

KEJAKSAN – Kekhawatiran sejumlah pihak bahwa kekuatan Partai Golkar akan pecah apabila yang direkomendasi DPP untuk diusung di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018 adalah figur non kader, akhirnya terbantahkan. DPD Partai Golkar Kota Cirebon menyatakan, siapapun yang diusung, akan tetap solid.
kader golkar nagku tetap solid jelang pilwalkot cirebon
Perayaan HUT ke-53 Golkar di Kota Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Wakil Ketua Bidang Kominfo dan Opini Publik DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Iwan Yohana menyampaikan, pihaknya berharap DPP Partai Golkar merekomendasikan kader internal untuk diusung di pilwalkot, baik itu sebagai calon walikota maupun wakil walikota. Namun bila tidak, pihaknya memastikan, Partai Golkar akan tetap solid dalam menghadapi Pilwalkot 2018.

“Partai Golkar masih berharap, kader internal yang akan tampil di Pilkada Kota Cirebon. Tapi kami akan tetap fatsun kepada keputusan DPP dan Partai Golkar akan tetap solid,” ungkap Iwan, usai peringatan HUT ke-53 Partai Golkar, Jumat (20/10), di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Cirebon.

Iwan menambahkan, pihaknya sejauh ini masih menunggu kebijakan dari DPP Partai Golkar terkait pengusungan calon di Pilwalkot Cirebon 2018. Oleh karenanya, DPD Partai Golkar belum mengambil langkah, karena tidak ingin mendahului kebijakan partai.

“Sampai saat ini kami masih fatsun pada kondisi yang ada. Pada prinsipnya kami masih menunggu siapa yang akan direkomendasi DPP Partai Golkar. Jadi sebenarnya kami belum mengambil sikap apapun,” ujarnya.

Menurutnya, semua bakal calon walikota/wakil walikota di Partai Golkar memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan rekomendasi. Bahkan, kalaupun DPP Partai Golkar memunculkan nama di luar para kandidat hasil penjaringan, hal itu sah dilakukan.

“Siapapun punya hak yang sama. Karena pada saat kami melakukan penjaringan, semua diperlakukan sama. Kalaupun DPP punya nama tersendiri, itu kewenangan DPP,” tuturnya.

Disampaikan Iwan, idealnya untuk melangkah menuju pilwalkot adalah kesiapan poros koalisi yang kokoh terlebih dahulu, sebelum bicara figur yang akan diusung. “Sementara ini, keinginan DPP untuk membangun koalisi dulu. Bagaimana mungkin akan mengusung kalau belum memastikan koalisi,” kata dia.

Maka dari itu, sambung Iwan, sejauh ini hampir semua partai sudah diajak berkomunikasi oleh DPD Partai Golkar. Salahsatunya PDI Perjuangan, karena ada instruksi dari DPD Partai Golkar Jabar untuk melakukan itu. “Tapi instruksi itu sifatnya situasional atau himbauan. Bisa saja dilaksanakan di daerah, bisa juga tidak,” katanya.

Disinggung mengenai rumor yang santer berkembang bahwa Effendi Edo SAP yang akan direkomendasi DPP Partai Golkar untuk menjadi calon wakil walikota mendampingi Bakal Calon Walikota PDIP, H Bamunas S Boediman, Iwan melontarkan sindiran. 

Dikatakannya, kalaupun Edo berharap besar mendapat rekomendasi dari DPP Partai Golkar, harusnya bisa menunjukkan kepeduliannya kepada Partai Golkar.

“Faktanya, kalau beliau (Edo, red) berharap mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar, harusnya bisa hadir (di acara HUT Partai Golkar). Tapi ini tidak. Ucapan selamat saja tidak ada. Secara prinsip, siapa saja boleh dan berhak untuk mendapatkan rekomendasi. Tapi etika tetap dijalankan,” terangnya.

Tak hanya itu, Iwan juga kembali mengungkit soal langkah Edo yang mendaftarkan diri pada proses penjaringan bakal calon walikota Cirebon di Partai Hanura Jabar. 

Lagi-lagi, dari sisi etika, Edo dianggap tak pantas melakukan itu. Pasalnya, ketika ia ditetapkan sebagai bakal calon walikota dari Partai Golkar, ada surat pernyataan yang ditandatangani, tidak akan mendaftar ke parpol lain.

“Kami mendapat fakta otentik, bahwa Edo daftar ke Partai Hanura. Secara pribadi silakan saja. Tapi kalau berdasarkan pernyataan ketika penjaringan bakal calon walikota di Partai Golkar, yang sudah terjaring tidak boleh daftar ke partai lain itu jelas,” katanya.

Senada disampaikan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Cirebon, Nanang Suryaman. Ia menilai sikap sejumlah komponen internal, semisal Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkat yang menginginkan kader internal yang direkomendasi adalah hal wajar.

“Kami melihat keinginan PK untuk kader internal yang diusung adalah wajar dan kami menghargai itu. Termasuk menghargai bakal calon yang terus bergerak. Karena tujuannya untuk memenangkan Pilwalkot 2018. Target kami ‎juga memenangkan Pileg dan Pilpres 2019,” ungkap Nanang.

Ia juga menegaskan, AMPG akan mengawal apapun kebijakan DPP yang akan diterbitkan mengenai Pilwalkot Cirebon 2018. Sampai saat ini, Nanang menyampaikan, kondisi di internal Partai Golkar masih solid. 

“Kepada siapapun itu (rekomendasi diberikan, red), kami siap amankan. Harapan kami internal tetap solid. Karena dengan solid akan memenangkan Partai Golkar,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pengurus DPD Sindir Effendi Edo Soal Etika Politik"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...