Pengerukan Pelabuhan Tunggu Izin Kemenhub

LEMAHWUNGKUK - Rencana pengerukan pelabuhan yang akan dilakukan oleh PT Pelindo II dipastikan segera berjalan. Pasalnya, hingga saat ini persyaratan administrasi yang harus dikantongi hanya tinggal menunggu Surat Izin Keruk (SIK) dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI. 
aktivitas bongkar muat di pelabuhan cirebon
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Cirebon. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, Rivolindo SH saat diwawancarai wartawan koran ini, kemarin.

"Pengerukan pelabuhan oleh Pelindo hanya tinggal nunggu surat izin keruk turun saja, dan saat ini sedang pengecekan administrasi di pusat, setelah itu bisa dimulai," ungkap Rivolindo kepada rakcer. 

Mengenai teknis pengerukan dilapangan, lanjut dia, pihak KSOP hanya memiliki fungsi pengawasan dan kontroling, karena soal teknis pengerukan itu adalah tugas dan kewenangan penuh PT Pelindo sebagai operator pelabuhan. 

"Teknisnya itu urusan Pelindo, kita hanya kontrol di lapangan," lanjut dia.  Menurut data administrasi yang masuk ke KSOP, kata dia, diperkirakan proses pengerukan akan memakan waktu selama tiga bulan. Pihaknya pengharapkan selama tiga bulan, proses pengerukan bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun.

"Cuaca mempengaruhi, tapi kalau sesuai jadwal diperkirakan tiga bulan selesai," ujarnya. Ditambahkan Rivolindo, kontur sedimentasi pantai di Cirebon yang cenderung berpasir menyebabkan keadaan dasar laut di bagian pinggir cepat tertimbun pasir, sehingga kedalamannya pun akan selalu berubah, untuk itu, pengerukan ini menjadi sebuah keharusan agar kapal-kapal besar bisa tetap bersandar untuk mengangkut komoditas. 

"Hasil dari pengerukan, urugannya harus dibuang di dumping area, itu ada aturannya sendiri, dan akan kita awasi, harapan kita, setelah dikeruk akan lebih banyak lagi komoditi yang masuk ke pelabuhan cirebon," harap Rivolindo. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pengerukan Pelabuhan Tunggu Izin Kemenhub"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus