Pedagang Kelontongan Bersatu Lawan Dominasi Peritel Modern

MAJALENGKA -  Sebanyak 186 warung kelontongan yang tersebar di seluruh kabupaten Majalengka serempak akan mengadakan program Gebyar Rejeki Belanja untuk konsumen (Gebrak) dari pertengahan Oktober 2017 sampai 30 Januari 2018. 
pedagang kelontongan di majalengka saingi peritel modern
Pedagang kelontongan adakan prgram Gebrak. Foto: Hasan
Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Sampoerna Retail Comunity (FKPSRC) Majalengka, Jaja Jaenudin mengatakan, dewasa ini persaingan di industri ritel sangat ketat. Hal ini disebabkan makin banyak ritel – ritel modern yang memiliki modal besar.

Mereka memberikan nilai tambah untuk menarik konsumen. Contohnya adalah penataan barang yang rapi, nyaman, dan ada banyak promo – promo menarik. Sehingga, konsumen yang memiliki daya beli yang cukup tinggi beralih ke peritel modern. 

"Setiap tahun jumlah peritel modern terus bertambah dan tidak sedikit warung – warung tradisional banyak yang gulung tikar atau omsetnya menurun drastis. Oleh karena itu, kami mengadakan program tersebut," ujar Jaja, Selasa (17/10).

Pihaknya menyadari pentingnya sebuah gerakan perubahan untuk usaha warung, bukan gerakan yang serta merta memboikot adanya ritel modern. Tetapi sebuah gerakan transformasi bisnis untuk meningkatkan daya saing yang menjaga loyalitas dan kepuasan konsumen. 

Oleh karenanya, ide itu digagas dengan membentuk sebuah perkumpulan sesama pengusaha toko kelontongan yang bertujuan sebagai wadah komunikasi dan aspirasi dengan samangat saling memajukan.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua FKPSRCM Ero Koswara. Dirinya menambahkan, petani dengan semua masalahnya punya Gapoktan, sopir angkot, elf atau bus dengan permasalahannya mereka megadu ke organisasinya. Sekarang warung kelontongan juga banyak masalah dari modal, penataan warung dan barang, bagaimana promosi.

"Konsumen ngutang dan lainnya. Siapa yang mikirin, kemana kami mengadu? ”. Maka dari itu kami bentuk paguyuban sebagai media untuk menampung ide, saran dan gagasan semua warung kelontongan dengan tujuan untuk meringakan masalah besama," katanya. 

Sesuai dengan tujuan Paguyuban SRC Majalengka yaitu untuk meningkatkan daya saing dalam bisnisnya, mereka bermaksud untuk membuat promo gratis berhadiah. Dimana budget hadiah promo ini berasal dari dana patungan semua anggota paguyuban se-Majalengka. Harapnnya acara ini sebagai strategi meningkatkan omset warung secara bersama dan lebih menggerakan ekonomi pedesaan.

Ia juga menjelaskan, promo tersebut merupakan program bersama yang dijalankan untuk tahap pertama terjaring 186 outlet serentak di Paguyuban SRC Bantalema, Majasuci, Talagaci, Mazkot, Majatim dan Daun Jajaka. Satu paguyuban meliputi rata- rata empat kecamatan dengan anggota rata rata 30 sampai 40 warung kelontongan. 

“Budget mencapai puluhan juta, dana terkumpul dari hasil patungan. Selain untuk promosi warung kelontongannya juga menambahkan 267 unit hadiah yang diundi dengan hadiah utamanya sepeda motor matik. Rencananya pengundian akan digelar di area Pujasera Majalengka pada 21 Januari 2018. Dan di hadiri oleh semua instansi dan aparat yang terkait,” katanya.

Semua paguyuban, kata dia, telah terbentuk sejak 2011. Para pedagang, telah melakukan berbagai kegiatan. Diantaranya, training penataan warung modern, cara promosi, arisan dan acara keanggotaan serta bakti sosial bersama anak yatim. 

“Selain itu, paguyuban juga melakukan kerjasama kemitraan dengan team Sampoerna terkait bagaimana melakukan penataan warung dan peningkatan omsetnya,” imbuhnya.(hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pedagang Kelontongan Bersatu Lawan Dominasi Peritel Modern"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus