PD Usung Azis-Eeng, Hinca Panjaitan: Kalau Sudah Cocok, Ngapain Lama-lama?

CIREBON – Eskalasi tensi politik di Kota Cirebon terus meningkat. Partai Demokrat membuat kejutan, dengan launching pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota yang akan diusung di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang.
demokrat usung pasangan azis eeng di pilwalkot cirebon
Launching pasangan Nasrudin Azis-Eti Herawati (Pasti). Foto: Fajri/Rakyat Cirebon 
Partai Demokrat mengumumkan secara resmi akan mengusung Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH yang juga petahana walikota Cirebon berpasangan dengan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon yang juga wakil ketua DPRD, Dra Hj Eti Herawati (Eeng Charli) di Pilwalkot 2018.

Launching itu disampaikan langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Hinca IP Panjaitan di sela-sela rangkaian acara jalan santai dalam rangka peringatan HUT ke-16 Partai Demokrat yang digelar DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, di Alun-alun Kasepuhan.

“Calon walikota dan calon wakil walikota yang diusung Partai Demokrat dan partai sahabat, untuk calon walikota adalah Nasrudin Azis. Sedangkan calon wakil walikota yang berpasangan dengan walikota kebanggaan kita ini adalah Hj Eti Herawati,” ungkap Hinca, di atas panggung acara, disambut riuh tepuk tangan ribuan peserta jalan santai.

Seusai turun dari panggung, kepada sejumlah wartawan, Hinca menegaskan, bahwa DPP Partai Demokrat sudah memutuskan untuk mengusung pasangan Azis-Eti (Pasti). Kota Cirebon merupakan salah satu daerah yang menjadi prioritas Partai Demokrat untuk menang pada pilkada serentak tahun depan.

“Ada 171 pilkada serentak di tahun 2018, salah satunya adalah Kota Cirebon. Hari ini (kemarin, red) kami umumkan, sederhana saja, tidak perlu yang mewah-mewah, karena DPC, DPD dan DPP sudah sepakat dan telah kami putuskan, calon walikota Cirebon dan wakilnya, adalah saudara Nasrudin Azis dan Ibu Eti Herawati. Itu yang akan kami usung untuk pilkada 2018,” tuturnya.

Hinca menyampaikan, rekomendasi secara tertulis dan resmi sudah diterbitkan DPP Partai Demokrat. Dirinya dan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah merestui. “(Rekomendasi) sudah. Saya sudah teken, tinggal serahkan saja,” kata dia.

Mengenai keputusan koalisi dengan Partai Nasdem, Hinca menilai, hal itu sebagai sebuah keniscayaan. Kebijakan koalisi partai tidak melulu harus kaku, karena menargetkan kemenangan di pilkada. Terlebih, antara Partai Demokrat dan Partai Nasdem masing-masing punya kursi di DPRD Kota Cirebon dengan jumlah yang tak cukup untuk mengusung sepasang calon.

“Koalisi itu sebuah keniscayaan, berkompetisi itu bagian dari kewajiban. Di sini kita berkoalisi, di seberang sana kita berkompetisi. Karena di sini Partai Demokrat tidak cukup kursinya (untuk mengusung sendiri), harus berkoalisi. Begitu juga Partai Nasdem,” terangnya.

Selain itu juga, tambah Hinca, antara Azis dan Eeng dinilai cocok untuk berpasangan. Keduanya memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Di samping kinerja di pemerintahan juga baik. “Kebetulan cocok. Kalau sudah cocok, ngapain lama-lama? Kami yakini pasangan ini berpotensi kuat dan besar untuk menang,” katanya.

Lantas, bagaimana dengan poros Koalisi Cirebon Maju (KCM) yang sudah dibentuk DPC Partai Demokrat bersama PKS, PKB, Partai Gerindra dan PAN? Hinca menyampaikan, pihaknya akan terbuka apabila parpol-parpol tersebut bersepakat untuk tetap berkoalisi dengan Partai Demokrat.

“Silakan kalau PKS, Partai Gerindra, PAN atau lainnya mau bergabung, kita welcome. Tentu kami akan senang hati kalau partai-partai lain bergabung,” katanya.

Sementara itu, Azis sendiri merasa terkejut ketika Sekjen Partai Demokrat mengumumkan pasangan Azis-Eeng yang akan diusung Partai Demokrat. Meski di sisi lain dia bersyukur karena dipercaya DPP Partai Demokrat untuk maju di pilwalkot.

“Jujur saja saya mengalami dua perasaan. Pertama, bersyukur karena saya ditetapkan oleh DPP Partai Demokrat sebagai bakal calon walikota untuk periode 2018-2023. Di sisi lain, saya kaget,” ungkap Azis.

Menurutnya, dalam peringatan HUT ke-16 Partai Demokrat yang diselenggarakan, awalnya DPC Partai Demokrat hanya menargetkan untuk menunjukkan kepada masyarakat dan DPD maupun DPP Partai Demokrat bahwa Azis laik dicalonkan sebagai walikota di Pilwalkot 2018.

“Namun target itu malah terlampaui. Hari ini (kemarin, red) diumumkan sebagai bakal calon walikota dari Partai Demokrat sekaligus juga diumumkan juga pasangannya, yaitu Bu Eti Herawati,” ujarnya.

Atas hal itu, Azis menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada partai peserta KCM. Dia menegaskan, launching yang dilakukan DPP Partai Demokrat di luar prediksi awal. Pihaknya sebagai kader berkewajiban menerima dan melaksanakan kebijakan tersebut.

“Kepada KCM, saya memohon maaf sebesar-besarnya, mungkin terlukai hati. Semua sudah terjadi, saya tidak bisa berbuat banyak. Tapi saya berharap KCM tetap bersama dengan Partai Demokrat,” katanya.

Untuk diketahui, pasangan Nasrudin Azis-Eti Herawati sebenarnya sudah digadang-gadang akan diusung Partai Demokrat dan Partai Nasdem. Masing-masing memiliki tiga dan empat kursi di DPRD, mencukupi syarat untuk mengusung pasangan calon walikota dan wakil walikota dengan jumlah minimal 7 kursi.

Bahkan beberapa pihak terkait di kedua partai itu juga sudah menyebut-nyebut duet Pasti (Pasangan Azis-Eti) sejak beberapa waktu lalu. Mereka ingin mengusung duet Pasti untuk Kota Cirebon. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PD Usung Azis-Eeng, Hinca Panjaitan: Kalau Sudah Cocok, Ngapain Lama-lama? "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...