PCNU Tidak Pernah Rapat Pleno

CIREBON – Terbitnya rekomendasi dukungan untuk bakal calon walikota Cirebon dari PDI Perjuangan, H Bamunas S Boediman MBA dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon, justru membuat internal organisasi massa Islam itu gaduh.
pcnu kota cirebon cabut dukungan kepada bamunas
Surat pencabutan dukungan PCNU kepada Bamunas. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Secara mengejutkan, Wakil Sekretaris PCNU Kota Cirebon, Dedi Fachrudin membeberkan kronologis terbitnya surat rekomendasi itu melalui surat pernyataan tertulis, sekaligus mencabut tandatangan yang dibubuhkannya pada surat rekomendasi.

Dalam surat tertanggal 10 Oktober 2017, Dedi menyatakan, PCNU tidak pernah menggelar rapat pleno untuk membahas dukungan di pilwalkot. Sedangkan pada surat rekomendasi dengan Nomor 027/PC-NU/D-8/IX/2017 tanggal 28 September 2017 perihal rekomendasi, disebutkan dukungan untuk Bamunas dan usulan Ketua PCNU, Yusuf SE MM jadi calon wakil walikota pendampingnya berdasarkan hasil rapat pleno.

Surat pernyataan Dedi tersebut menyebar dengan cepat ke beberapa kalangan. Termasuk diterima juga oleh wartawan koran ini, kemarin. Sedikitnya ada lima poin yang disampaikan Dedi melalui surat pernyataan yang ditandatanganinya di atas materai itu.

Pertama, mencabut tanda tangan yang tertera dalam surat PCNU Kota Cirebon Nomor 026/PC-NU/D-8/XI/2017 tanggal 28 September 2017 dan surat PCNU Kota Cirebon Nomor 027/PC-NU/D-8/IX/2017 tanggal 28 September 2017 perihal rekomendasi.

Kedua, PCNU Kota Cirebon tidak pernah mengadakan rapat pleno untuk membahas pendukungan bakal calon walikota dan atau wakil walikota Cirebon sebagaimana dimaksud dalam surat PCNU Kota Cirebon 026/PC-NU/D-8/XI/2017 tanggal 28 September 2017 dan surat PCNU Kota Cirebon Nomor 027/PC-NU/D-8/IX/2017 tanggal 28 September 2017 perihal rekomendasi.

Ketiga, rapat yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 September 2017, adalah rapat yang akan membahaspelaksanaan Hari Santri dan saya tidak bisa hadir pada rapat tersebut.

“Keempat, terkait terdapat bubuhan tanda tangan saya dalam surat sebagaimana dimaksud poin 1 dan 2, terus terang pada saat saya menandatangani surat tersebut pada hari Jumat tanggal 6 Oktober 2017 sekitar pukul 17.30 WIB kondisi fisik saya sangat lelah. 

Sehingga kurang sadar karena saya baru tiba di rumah dan didatangi oleh saudara Roni untuk menandatangani surat tersebut. Sehingga saya tidak mempelajari secara detail materi yang terdapat dalam surat tersebut. 

Oleh karena itu saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pihak atas kehilafan saya tersebut dan saya berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,” terang Dedi dalam surat pernyataannya.

Di poin kelima, Dedi menyatakan siap menanggung konsekuensi organisasi bila tindakannya dianggap tidak tepat dan siap mundur dari kepengurusan PCNU Kota Cirebon. 

“Apabila atas kehilafan yang saya lakukan tersebut secara organisasi saya harus mundur, dengan ini saya menyatakan siap mundur sebagai pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kota Cirebon masa khidmat 2016-2021,” katanya.

Sementara terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi menanggapi positif terkait terbitnya surat rekomendasi untuk Bamunas yang notabene bacawalkot dari PDIP.

“Namanya juga dukungan. Kita menanggapi positif. Yang penting tujuannya untuk membangun Kota Cirebon. Perlu juga lembaga masyarakat lainnya untuk memberi dukungan,” ungkap Edi.

Namun Edi enggan menganalisa terlalu jauh perihal rekomendasi tersebut. Pihaknya menilai, dukungan itu sebagai salah satu bentuk bahwa NU dan PDIP memiliki kedekatan. “Saya tidak masuk ke ranah NU, tapi dukunganya kami sambut baik. Apalagi disebutkan PDI Perjuangan, berarti dekat sekali dengan NU,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PCNU Tidak Pernah Rapat Pleno"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...