Ketua GAPITT Tuding Tarif Masuk Keraton Ganggu Bisnis Travel

CIREBON – Pengusaha travel mengeluhkan harga tiket wisata di Cirebon yang tak wajar. Hal itu disampaikan  Ketua Gabungan  Pengusaha Industri Tour and Travel (GAPITT) Cirebon, Dadang Abdul Qodir.
tarif masuk keraton cirebon dinilai kemahalan
Dadang Abdul Qodir (kanan) keberatan tarif masuk sejumlah objek wisata di Cirebon. Foto: Suwandi/Rakyat Cirebon
Dadang menuturkan, makin ramainya  Kota Cirebon tak berbanding lurus dengan pengelolaan tempat wisata yang ada di dalamnya.  Yang menjadi sorotan ialah harga tiket masuk wisata dan tarif parkir.

Menurut Owner Delta Buana Tour and Travel itu, harga tiket wisata di sejumlah tempat di Kota Cirebon dinilai tidak wajar.  Misalnya tiket masuk Keraton Kasepuhan. Taknya membebankan tiket masuk Rp15 ribu, Keraton Kasepuhan juga memungut tiket terusan yang harganya bisa lebih mahal.

“Di Kasepuhan saja, tiketnya Rp15 ribu per orang.  Di dalamnya kalau ingin masuk museum ada tiket lagi, masuk Ndalem Agung bayar tiket lagi, kalau di total orang bisa bayar Rp50 ribu sekali masuk,” ungkapnya.

Hal itu sangat mengganggu kelancaran bisnisnya. Pasalnya, jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin makin sedikit wisatawan yang datang ke Cirebon untuk berwisata budaya. Bahkan, untuk wisatawan asing tarif tiket yang dibebankan dipatok lebih mahal.

Dadang menyoal, harga tiket yang mahal dan berlapis justru tidak dibarengi dengan pengelolaan kawasan wisata. Tempat wisata, khususnya wisata budaya hanya dibiarkan tanpa pengemasan yang apik sehingga wisatawan yang datang tidak merugi akibat tariff yang mahal.

Hal itu kian semrawut dengan retribusi parkir yang cenderung liar. Dadang menuturkan,  parkir bus yang biasanya dikenakan tarif kurang dari Rp20 ribu bisa melambung hingga Rp50 ribu per unit. Sehingga sangat merepotkan pengusaha jasa perjalanan wisata.

Jika terus dibiarkan, Dadang khawatir selain  tingkat kunjungan wisatawan bakal menurun, masyarakat Cirebon sendiri juga enggan menikmati wisata keraton karena terbentur tarif yang mahal.

Dadang membandingkan, pengelolaan wisata budaya di Cirebon sangat jauh berbeda dengan Yogyakarta.  Meski terkenal sebagai destinasi wisata budaya nasional, tarif tiket masuk keraton di Yogyakarta justru lebih murah dan tidak berlaku tiket terusan. “Jogja itu hanya Rp10 ribu saja sepuasnya,” tegasnya. (wan)

Dapatkan berita terkini:

1 Response to "Ketua GAPITT Tuding Tarif Masuk Keraton Ganggu Bisnis Travel"

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...