Kalau Mau Ikut Pilwalkot, Keluar Dulu dari PCNU

CIREBON – Setelah berpolemik cukup lama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon kabarnya sudah mencabut rekomendasi calon walikota untuk H Bamunas S Boediman MBA. Pencabutan rekomendasi itu atas desakan sebagian besar pengurus PCNU dan warga nahdliyin.
pengurus pcnu kota cirebon minta surat dukungan ke bamunas dicabut
Surat rekomendasi  PCNU Kota Cirebon yang mendukung Bamunas S Boediman di Pilwalkot 2018. dok. Rakyat Cirebon
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini menyebutkan, PCNU sudah menggelar rapat beberapa hari lalu. Hampir semua pengurus PCNU meminta agar surat rekomendasi yang sudah beredar luas itu dicabut, karena sudah melenceng jauh dari semangat NU sebagai organisasi massa Islam.
“PCNU sudah rapat. Kemudian menyepakati bahwa surat rekomendasi itu dicabut. Bahkan Kang Yusuf (ketua PCNU, red) juga sudah meminta maaf atas kekhilafannya itu,” ujar sumber Rakcer di internal PCNU Kota Cirebon, kemarin.
Sayangnya, saat hendak dikonfirmasi, Ketua PCNU Kota Cirebon, Yusuf SE MM tak mengangkat sambungan telepon dari wartawan koran ini. Meski beberapa kali dicoba dihubungi dan nomor teleponnya dalam keadaan aktif.
Sementara terpisah, Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Cirebon, KH Miftah F MA mengaku, akhirnya pihaknya memaklumi dan memaafkan atas kekeliruan yang dilakukan ketua PCNU dengan menerbitkan surat rekomendasi untuk Bamunas dan dirinya sebagai calon wakil walikota pendamping Bamunas. “Manusia ada lupanya. Tapi sudah clear semuanya,” ungkap Miftah.
Ia menegaskan, PCNU maupun NU secara umum bukanlah lembaga politik atau partai politik. Sehingga tidak bisa dibenarkan, apabila PCNU menerbitkan rekomendasi politik untuk Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018. Miftah mengimbau para pengurus PCNU untuk taat aturan organisasi.

“Kalau NU itu bukan partai politik. Yang penting kita taati aturan organisasi yang ada. Jangan melanggar,” kata dia.

Miftah tak melarang warga nahdliyin untuk mencalonkan diri di pilwalkot. Hanya saja, tidak membawa organisasi PCNU ke ranah itu. “Tidak boleh (PCNU dibawa ke ranah politik). Kalau mau ikut mencalonkan, harus keluar dari PCNU, lari ke partai politik. Karena NU itu bukan partai politik,” tuturnya.

Mengenai rekomendasi untuk mendukung Bamunas dan mengusulkan Yusuf sebagai calon wakil walikotanya, diakui Miftah, sudah dicabut berdasarkan rapat beberapa hari lalu. “Sudah dicabut. Beberapa hari yang lalu. Kebetulan saya tidak bisa hadir (dalam rapat) karena ada keperluan lain,” katanya.

Sebelumnya, dalam surat pernyataan tertanggal 10 Oktober 2017, Dedi Fachrudin menyatakan, PCNU tidak pernah menggelar rapat pleno untuk membahas dukungan di pilwalkot. Sedangkan pada surat rekomendasi dengan Nomor 027/PC-NU/D-8/IX/2017 tanggal 28 September 2017 perihal rekomendasi, disebutkan dukungan untuk Bamunas dan usulan Ketua PCNU, Yusuf SE MM jadi calon wakil walikota pendampingnya berdasarkan hasil rapat pleno.

Dedi juga mencabut tandatangan yang dibubuhkannya pada surat rekomendasi dan siap mundur dari kepengurusan PCNU bila tindakannya itu dianggap bertentangan dengan aturan organisasi. Sedangkan rapat yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 September 2017, adalah rapat yang akan membahas pelaksanaan Hari Santri dan Dedi sendiri tidak bisa hadir.

Ketua PCNU, Yusuf sendiri menegaskan, pihaknya mendukung Bamunas dalam Pilwalkot 2018 didasarkan pada kelaikan. Menurutnya, Bamunas dianggap tepat untuk memimpin Kota Cirebon. “Pertimbangannya, persoalan dari segi figur untuk Cirebon yang pas,” katanya.

Yusuf menambahkan, mengenai usulan dirinya menjadi calon wakil walikota mendampingi Bamunas, hal itu berdasarkan rapat terbatas beberapa pengurus PCNU. “Awalnya rapat terbatas itu tuh. Kemudian ada beberapa orang, belum lengkap waktu itu,” kata dia. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to " Kalau Mau Ikut Pilwalkot, Keluar Dulu dari PCNU"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...