Giliran Mahasiswa Unswagati Bakal Gerak

KESAMBI – Polemik di internal Unswagati Cirebon berpotensi menjadi bola liar sampai pelaksanaan Pemilihan Rektor (Pilrek) pada Januari 2018 mendatang. 
Dosen dan pegawai Unswagati gembok kantor YPSGJ. dok. Rakyat Cirebon
Terlebih, sikap rektorat sendiri yang justru tutup mulut atas tuduhan aroma politik menjelang pilrek yang menggerakkan demo pegawai dan dosen pada pekan lalu.
Setelah gelombang aksi demonstrasi besar-besaran para dosen dan pegawai menuntut pencopotan Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof Dr Suherli Kusmana MPd dan dua orang struktural lainnya di YPSGJ, dalam waktu dekat dikabarkan aksi demo akan dilakukan mahasiswa.
Kabar yang beredar di lingkungan Unswagati menyebutkan, aksi demonstrasi akan dilakukan mahasiswa kampus setempat dengan membawa 13 resolusi mahasiswa Unswagati. Beredar selebaran kertas berisikan resolusi tersebut. Konon aksi besar-besaran akan dilakukan mahasiswa pada pekan ini.

Sedikitnya ada 13 tuntutan yang akan disampaikan. Diantaranya, turunkan biaya perkuliahan, tingkatkan pelayanan, fasilitas dan sarana prasarana di lingkungan universitas, ubah statuta dan kembalikan tata kelola keuangan kepada universitas, benahi struktural YPSGJ sesuai aturan, sampai benahi manajemen civitas akademik yang sarat dengan unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Kemungkinan minggu depan (pekan ini, red) teman-teman mahasiswa akan turun aksi. Semua merasa prihatin dengan kondisi kampus yang seperti ini,” ucap seorang mahasiswa seraya menyebarkan selebaran 13 resolusi mahasiswa Unswagati, pada Jumat pekan lalu.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Unswagati, Yodi Rudiantono mengaku prihatin dengan kondisi kampusnya belakangan ini. Menurutnya, perlu solusi cermat untuk menyelesaikan semua persoalan yang terjadi. “Saya kira perlu win-win solution untuk penyelesaiannya,” kata Yodi.

Pria yang juga dosen di Fakultas Ekonomi Unswagati itu juga membantah, bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan dosen dan pegawai pekan lalu dilatarbelakangi kepentingan politik menjelang Pilrek Unswagati.

“Aksi itu murni dilakukan teman-teman dosen dan pegawai untuk perubahan yang lebih baik, bukan politis. Kalaupun ada kepentingan kaitannya dengan pilrek, itu wallahu ‘alam. Karena memang bisa saja ditunggangi kepentingan lain,” kata dia.

Menurut Yodi, tata kelola keuangan yang ditarik dari universitas ke YPSGJ, telah menimbulkan dampak yang sangat dirasakan di kalangan pegawai dan dosen. Namun ia enggan menyebut secara rinci dampak yang dimaksud. “Sangat berpengaruh. Yang pasti beda jauh,” kata dia.

Selain itu, Yodi juga berharap, apabila pihak YPSGJ telah mencopot Suherli dan dua koleganya di struktural yayasan, maka penggantinya harus orang yang punya kemampuan di bidang tersebut. 

“Saya juga berharap penggantinya adalah orang yang punya kedekatan emosional dan historis dengan Unswagati. Bukan orang yang ujug-ujug atau tiba-tiba ada,” katanya.

Sebelumnya, mendapat serangan balik melalui menuver yang dilakukan Suherli cs, pihak rektorat Unswagati justru ogah buka suara. Saat dikonfirmasi langsung oleh wartawan koran ini usai salat Jumat di masjid Unswagati, Rektor Unswagati, Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP enggan berkomentar.
Saat ditanya mengenai adanya aroma politik menjelang Pilrek Unswagati yang melatarbelakangi aksi demo pegawai dan dosen, termasuk peran dirinya mendorong Suherli masuk struktural YPSGJ, pria yang akrab disapa Djohan itu tetap bungkam. “Saya tidak mau mengomentari itu,” katanya.
Hal yang sama juga ditunjukkan Wakil Rektor III Unswagati, Dudung Hidayat SH MH. Ia enggan menjawab pertanyaan wartawan seputar konflik internal yang kian memanas dan mengemuka ke publik itu. “Saya juga tidak ingin berkomentar,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Giliran Mahasiswa Unswagati Bakal Gerak"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...