Gerindra Langsung Merapat ke Golkar, Heru: Good Bye KCM

CIREBON – Partai Gerindra terus menunjukkan kegalauannya, pasca launching duet petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH dengan Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati (Eeng Charli) oleh Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca IP Panjaitan, Minggu (9/10) di Alun-alun Kasepuhan.
gerindra merasa dikhianati demokrat menuju pilwalkot cirebon
Heru Cahyono (tengah) merasa dikhianati Demokrat. dok. Rakyat Cirebon
Setelah ikut dalam pertemuan bersama parpol peserta Koalisi Cirebon Maju (KCM) pada Minggu sore, malam harinya mereka bertemu dengan elit DPD Partai Golkar Kota Cirebon. Partai Gerindra menjajaki kemungkinan koalisi dengan Partai Golkar untuk maju di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang.

“Kami sudah resmi keluar dari KCM. Kami ini orang-orang disiplin. Merasa dikhianati dan ditinggal, ya kami tinggalkan lah,” ungkap Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Cirebon, H Heru Cahyono MESy, Senin (9/10).

Dia menegaskan, tak perlu pernyataan tertulis untuk keluar dari KCM, karena pihaknya merasa Partai Demokrat telah berkhianat dengan mendeklarasikan paket Azis-Eeng. Sehingga rencana pertemuan lagi pada 16 Oktober dengan KCM juga dianggap tak perlu dilakukan. 

“Tidak ada lagi pertemuan tanggal 16 Oktober. Kami sudah sepakat keluar. Tidak perlu tertulis. Karena KCM juga belum deklarasi,” katanya.

Dia mengakui, beberapa jam setelah bertemu KCM, pihaknya menemui elit DPD Partai Golkar di kantor Beringin. Pertemuan berlangsung cukup lama, hingga larut malam. 

“Dengan Partai Golkar sudah bertemu untuk kemungkinan koalisi, berdua saja. Tapi ini masih berkembang, Partai Golkar juga mau rapat dulu,” ujarnya.

Disebutkan Heru, Partai Golkar punya beberapa kandidat bakal calon walikota maupun wakil walikota. Kondisi itu sama dengan Partai Gerindra. 

Kalau pada akhirnya bersepakat untuk koalisi, Heru menyatakan, pihaknya akan berkomitmen untuk menentukan calon walikota dan wakil walikota yang akan diusung di Pilwalkot 2018 melalui mekanisme survei bersama.

“Partai Golkar punya beberapa nama kandidat, ada Pak Siswandi, Pak Toto Sunanto, Bu Lili Eliyah, Reza dan lainnya. Kalau jadi dengan Partai Golkar, kita akan pakai sistem survei bersama untuk menentukan siapa yang akan diusung,” tuturnya.

Selain itu, Heru menilai, langkahnya merapat ke Partai Golkar sudah tepat. Pasalnya, dua parpol koleganya, yakni PAN dan PKS yang sama-sama berada di KCM belum memutuskan sikap. Sehingga mau tidak mau, Partai Gerindra pasang kuda-kuda dengan merapat ke Partai Golkar.

“Siapa lagi? PKS belum menentukan sikap. PAN juga masih di sana (KCM, red). Jadi yang memungkinkan Partai Golkar. Memang ini masih dinamis, beberapa partai juga bisa kita komunikasikan,” katanya.

Sementara terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar, Lili Eliyah SH MM enggan berkomentar banyak terkait pertemuan pihaknya dengan Partai Gerindra. “Wait and see saja dulu,” singkat Lili.

Bakal calon walikota Cirebon dari Partai Gerindra,  Ali Rachman, sudah menduga bahwa calon petahana Nasrudin Azis akan berpasangan dengan Ketua Nasdem Kota Cirebon, Hj Eti Herawati atau Eeng Charli.

"Bagi saya itu bukan hal yang mengejutkan, setiap hari saya memonitoring dan mengkaji terhadap dinamika politik yang berjalan, jadi saya menyikapinya dengan santai," ungkap Ali Rachman kepada Rakcer.

Mengenai Partai Gerindra yang sudah memutuskan untuk keluar dari lingkaran KCM, Ali Rachman mengaku sudah melakukan komunikasi dengan H Eman Sulaeman selaku ketua DPC Partai Gerindra. Mengenai dapur koalisi, ia menyerahkan semuanya dan akan fatsun pada keputusan partai.

Namun di samping itu, melihat potensi partai Gerindra saat ini, Ali Rachman mendorong agar Partai Gerindra segera menentukan sikap untuk menjadi motor dalam membentuk poros baru dengan beberapa partai yang memiliki pemikiran yang sama.

"Saya bersama tim tidak berhenti melakukan pemetaan, dan sebagian besar tokoh politik mengatakan Gerindra saat ini bukan partai kecil, Gerindra sedang melejit di semua daerah, banyak yang berharap Gerindra menjadi inisiator untuk membentuk poros baru, dan saya mendorong DPC untuk hal itu," tutur Ali Rachman.

Hingga saat ini, kata dia, DPC Partai Gerindra masih komitmen untuk mengusung calon, apapun bentuk koalisi yang dibangun. Dirinya sendiri akan tetap memegang komitmen untuk mendukung penuh siapapun calon yang nanti mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Gerindra, karena tujuannya yang utama dikatakan Ali Rachman adalah memenangkan partai.

"Gerindra punya kans untuk menang di pilkada, dan saat ini sangat memungkinkan gerindra menjadi inisiator untuk membentuk poros baru. Yang pasti, gerindra akan mengusung, adapun koalisi yang terbangun akan seperti apa, itu akan menjadi kejutan," kata bakal calon berjargon Singa Laut tersebut. (jri/sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Gerindra Langsung Merapat ke Golkar, Heru: Good Bye KCM "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...