Gedung Setda Baru 38,7 Persen, Kontraktor Salahkan Cuaca

KEJAKSAN – Mengejutkan. Di sisa waktu kontrak proyek pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon setinggi 8 lantai tinggal kurang dari 2,5 bulan lagi, progresnya baru 38,7 persen. Megaproyek senilai Rp86 miliar itu kontraknya akan habis pada 25 Desember mendatang.
pemkot cirebon sebut kontrak pt rivomas pentasurya tidak diperpanjang
Proyek gedung Setda Kota Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Dengan sisa waktu tersisa yang relatif singkat, dipastikan proyek itu tidak akan selesai dikerjakan. Tak hanya itu, PT Rivomas Pentasurya sebagai kontraktor juga hampir pasti tidak bisa mendapatkan perpanjangan waktu. 

Karena untuk mendapat persetujuan itu, minimal progresnya harus 70 persen. “Menurut Keppres Nomor 4/2015, syarat untuk perpanjangan kontrak minimal progresnya 70 persen. Sejauh ini baru 38,7 persen,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Ir Budi Rahardjo MBA, ditemui usai rapat kerja bersama Komisi II DPRD, di gedung dewan.

Dia menambahkan, kalau sampai masa kontrak berakhir progresnya masih kurang dari 70 persen, maka PT Rivomas tak bisa mendapatkan perpanjangan waktu atau adendum. Namun megaproyek senilai Rp86 miliar itu bisa dilanjutkan tahun depan dengan proses lelang ulang.

“Kalau putus kontrak, sedangkan belum selesai, maka dilelang ulang untuk dilanjutkan pembangunannya. Bisa di tahun 2018 langsung. Proyek ini beda dengan proyek DAK. Jadi bisa dianggarkan di tahun depan, karena Silpa berhadapan atau sudah ada peruntukannya,” tuturnya.

DPUPR, kata Budi, akan menghitung progres akhir pengerjaan proyek tersebut untuk menentukan besaran pencairan dana bagi kontraktor. Dipastikan, dana yang dibayarkan akan sesuai dengan progres yang dicapai kontraktor. “Nanti dihitung oleh tim dari kita,” kata dia.

Sementara itu, Project Manager PT Rivomas Pentasurya, Tajudin tak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan diberikannya perpanjangan waktu sekaligus denda atau adendum atau tidak. “Urusan perpanjangan atau tidak pemkot yang berwenang. Saya maksimalkan pekerjaan saja,” katanya.

Diakuinya, beberapa kendala yang mengakibatkan proyek itu berjalan lambat. Faktor cuaca menjadi kambing hitamnya. Namun ia optimistis, progres pengerjaan bisa mencapai 60 persen pada akhir bulan ini. “Kendalanya cuaca. Tapi kita optimis bisa 60 persen di akhir bulan,” katanya.

Dia juga membantah, bila para pekerja di proyek tersebut tidak dilengkapi dengan standar keamanan yang memadai atau K3. “Semua pakai peralatan safety, K3 berjalan,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Gedung Setda Baru 38,7 Persen, Kontraktor Salahkan Cuaca"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus