Edi Mau Dampingi Bamunas, Akui Nasibnya Seperti Gotas

CIREBON – Kian santernya wacana duet dua kandidat nakal calon walikota/wakil walikota dari PDI Perjuangan, yakni bos Grage Grup, H Bamunas S Boediman MBA dan mantan Direktur RSUD Gunung Jati, drg H heru Purwanto MARS, sepertinya membuat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi menjadi luluh.
pdip usung satu paket di pilwalkot cirebon
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon Edi Suripno. dok. Rakyat Cirebon
Edi yang sejak lama dikenal mempunya komunikasi yang dingin dengan Bamunas, belakangan justru memberi isyarat lain. Edi mengisyaratkan, dirinya siap bila menjadi calon wakil walikota mendampingi Bamunas, kalaupun DPP PDIP merestui hal itu.

“Kalau hitam di atas putihnya belum ada, tidak boleh berandai-andai. Tapi intinya, sebagai petugas partai, kalau ditugaskan saya siap,” ungkap Edi, kepada Rakyat Cirebon, Kamis (5/10).

Politisi yang juga ketua DPRD Kota Cirebon itu menganalogikan posisi dirinya saat ini dengan mantan Ketua DPC PDIP dan DPRD Kabupaten Cirebon, H Tasiya Soemadi Algotas pada Pemilihan Bupati (Pilbup) 2014 lalu. Saat itu Gotas harus rela di posisi calon wakil bupati mendampingi Sunjaya Purwadi Sastra.

Begitu juga di Kabupaten Kuningan. Ketua DPC PDIP Kuningan pada 2013, Acep Purnama harus rela menjadi calon wakil bupati mendampingi Utje Hamid Suganda (almh). Dari dua contoh itu, kata Edi, baginya sebagai ketua DPC siap menjalankan perintah dari Ketua Umum PDIP, Megawai Soekarno Putri.

“Sekarang contohnya di Kabupaten Cirebon, Pak Mustopa (ketua DPC PDIP) itu tidak mendaftar (penjaringan). Tapi kalau Bu Mega menugaskan untuk menjadi wakilnya Pak Sunjaya, beliau harus siap. Apalagi saya yang ikut mendaftar (penjaringan),” tuturnya.

Saat ditanya mengenai rekomendasi, Edi menyebutkan, untuk kabupaten/kota di Jawa Barat sebenarnya sudah selesai dibahas. Hanya saja, DPP PDIP masih membahas penentuan untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Pasalnya, rekomendasi akan diumumkan secara serentak, semua pilkada di masing-masing provinsi.

“Untuk pilgub yang bikin alot tuh. Sebenarnya untuk kota sudah selesai semua. Jadi nanti serentak diumumkannya. Yang pasti kemungkinan besar Oktober. Karena 28 Desember sudah daftar, tanggal 6 Januari penetapan calon di KPU,” jelasnya.

Begitu juga dengan arah koalisi, wakil rakyat tiga periode berturut-turut itu menyampaikan, PDIP kemungkinan besar akan menentukan arah koalisi setelah menentukan figur yang akan diusung. Hal itu mengingat hanya PDIP yang bisa mengusung sepaket calon walikota dan wakil walikota.

“Kita kan cukup kursinya. Jadi koalisi kita setelah rekomendasi. Tapi komunikasi sudah dilakukan. Kita tunggu dulu formatnya seperti apa. Karena kita dalam posisi yang cukup untuk mengusung, jangan sampai misalnya menjanjikan posisi wakil kepada partai lain, ternyata tidak jadi, itu etikanya kurang bagus,” tuturnya.

Di sisi lain, terkait kabar adanya pemanggilan khusus Bamunas dan Heru ke DPP PDIP, Edi enggan menanggapi serius hal itu. Menurutnya, semua kandidat di PDIP diperlakukan sama oleh DPP. 

“Lagipula silaturahmi secara personal biasa dilakukan dan terjadi. Seperti Pak Heru bertemu Pak Rokhmin, itu biasa. Saya juga bertemu Pak Rokhmin sering,” katanya.

Sebelumnya, drg Heru sendiri tak menampik jika dirinya sudah pernah datang ke DPP PDIP dan bertemu Rokhmin. Namun, pria yang baru saja pensiun sebagai PNS pada awal 2017 lalu itu enggan membeberkan isi perbincangan keduanya. “Saya ke sana. Berbincang dengan beliau (Rohmin, red),” kata drg Heru.
Saat disinggung mengenai kemungkinan dirinya bakal direkomendasi berdampingan dengan Bamunas, Heru menjawab diplomatis. Dia akan menerima apapun yang diputuskan DPP PDIP. “Apapun keputusan dari DPP PDIP nantinya, kita tentu harus menerima,” kata dia. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Edi Mau Dampingi Bamunas, Akui Nasibnya Seperti Gotas"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...