Cirebon Rawan Konflik, Polisi dan Jaksa Dampingi Panwaslu

SUMBER - Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Cirebon, meminta kepada pihak kepolisan untuk menindak semua pelanggaran pemilu pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Cirebon tahun 2018 yang akan datang. 
petugas keamanan antisipasi konflik pilkada cirebon
Kapolres Cirebon AKBP Risto Samudro kunjungi Panwaslu. Foto: Dandy/Rakyat Cirebon
Hal ini disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Cirebon, Nunu Sobari SH MH, usai menerima kunjungan Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samudro, di kantor Panwaslu Kabupaten Cirebon, Rabu (25/10).

“Berdasarkan laporan dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Kabupaten Cirebon salah satu dari dua Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang masuk dalam kategori rawan terjadinya konflik Pilkada,” kata Nunu. 

Alasannya, menurut Kang Nunu, karena selama pesta demokrasi berlangsung beberapa kekerasan dan intimidasi pernah terjadi di  Jawa Barat. Seperti penyerangan kantor KPU pada Pilkada sebelumnya, juga ada kasus pembunuhan di Kabupaten Cirebon berlatar belakang politik dalam pilkada. “Untuk itu kami meminta kepada pihak kepolisan untuk bisa melakukan pengamanan yang maksimal,” ujar Nunu.

Dikatakan Nunu, untuk keamanan pada pelaksanaan Pilkada nanti, pihak kepolisian akan melakukan pengamanan secara maksimal dengan menerjunkan sejumlah kesatuan yang ada di Polres Cirebon. Sistim keamanan yang berlapis ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya konflik Pilkada.

“Dengan kesiapan dari pihak kepolisian yang maksimal, ditambah personil yang akan menerjunkan juga banyak ini membuat kami merasa nyaman serta tidak ada kehawatiran dalam melaksanakan tugas pengawasan dan bisa melaksanakan pekerjaan dengan maksimal,” katanya.

Untuk penanganan kasus pelanggaran, khususnya pelanggaran pidana pemilu, Nunu mengatakan, pihaknya akan melakukan penanganan pelanggaran pidana pemilu bersama dengan pihak kepolisan dan juga pihak Kejaksaan. 

“Kalau dulu penanganan pelanggaran pemilu ini kan hanya panwas sendiri, tapi sekarang ini ketika ada dugaan pelanggaran pidana pemilu, maka untuk klarifikasinya akan didampingi oleh pihak kepolisian dan kejaksaan,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samudro, mengatakan, kunjungan pihaknya ke Panwaslu ini untuk melakukan silaturahmi dan  koordinasi terkait persiapan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Cirebon tahun 2018 yang akan datang.

“Untuk jumlah personil, kita masih melakukan penyusunan, dan kami masih melakukan penghitungan untuk kebutuhan personil yang akan ditugaskan untuk melakukan pengamanan selama tahapan Pilkada nanti, dan kami juga masih melihat dinamika yang terjadi dilapangan seperti apa dulu,” ujar Risto. (dym)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Cirebon Rawan Konflik, Polisi dan Jaksa Dampingi Panwaslu "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus