Ambil Uangnya, Tolak Orangnya

CIREBON – Ambil uangnya, tolak orangnya. Sepertinya adagium politik itulah yang diterapkan sebagian pengurus DPD Partai Golkar terhadap salah satu bakal calon walikota/wakil walikota mereka, Effendi Edo SAP. Betapa tidak, Edo diketahui berkontribusi besar terhadap terlaksananya peringatan HUT ke-53 Partai Golkar.
edo diketahui gelontorkan uang untuk hut golkar kota cirebon
Bacawalkot Cirebon Effendi Edo duduk semeja dengan Lili Eliyah. Foto: Ist./Rakyat Cirebon
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lingkungan Partai Golkar diketahui, Edo tidak cuek terhadap hajat DPD Partai Golkar pada Jumat pekan lalu. 

Meskipun dalam jumpa pers Wakil Ketua DPD Partai Golkar, Iwan Yohaya menyindir habis-habisan Edo soal perhatian ke partai yang hampir tidak ada, tapi Edo diketahui berkontribusi besar.

Beberapa pengurus menyebutkan, Edo menggelontorkan uang tak sedikit untuk peringatan HUT ke-53 Partai Golkar di Kota Cirebon. Kabar itu diketahui juga oleh pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar. Bahkan Edo disebut-sebut sebagai donatur terbesar diantara para kandidat lainnya.

“Makanya saya heran pada saat beberapa pengurus DPD menyampaikan soal Pak Edo yang dianggap tidak peduli ke partai. Itu salah besar. Karena Pak Edo menyumbang dana besar untuk HUT Partai Golkar di sini,” ucap seorang pengurus PK Partai Golkar, kemarin. Ia mewanti-wanti namanya tak dikorankan.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Ketua Badan Pemenangan pemilu (Bapilu) DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Lili Eliyah SH MM mengaku tak tahu soal sumbangan dana yang digelontorkan Edo dalam HUT ke-53 Partai Golkar. “Soal itu saya tidak tahu,” kata Lili, ditemui di Griya Sawala gedung DPRD.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG), Andrie Sulistio menegaskan, pihaknya sebagai representasi Partai Golkar di DPRD akan fatsun pada semua kebijakan partai, terutama soal rekomendasi calon walikota dan wakil walikota dari DPP Partai Golkar.

“Kita tetap akan fatsun ke DPD. Keinginannya seperti apa, kita fatsun. Dalam memilih siapa yang akan diusung kan tidak bisa ditentukan dengan mudah. Walau keputusan sulit, tapi saya yakin yang diputuskan DPP adalah yang terbaik dan kita harus taati,” tuturnya.

Mengenai keinginan sebagian pengurus dan kader Partai Golkar agar DPP merekomendasikan kader internal, Andrie menilai wajar. 

Menurutnya, kader internal memiliki perhatian lebih kepada kepengurusan. “Kalau keinginannya internal, memang sebaiknya internal. Rasa memiliki partai dan chemistri pasti ada. ‎Perhatian ke DPD juga pasti lebih,” kata Andrie.

Sejalan dengan itu, ia juga menilai, kader internal yang berstatus sebagai bakal calon yang memang berpeluang besar harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan DPP. “Dari internalnya juga harus pintar melobi. Tapi Pak Toto (Sunanto) juga tidak kurang akses ke atas. Karena nama yang sudah di DPP itu konon kabarnya Pak Toto dan Pak Edo,” ujarnya.

Tapi menurut Andrie, idealnya dalam menentukan siapa yang akan direkomendasi DPP Partai Golkar, lebih baik mengacu pada hasil survei tingkat popularitas dan elektabilitas. 

Yang hasil surveinya bagus, kata dia, maka itulah yang laik diusung. “Idealnya lakukan survei, siapa yang terbaik surveinya itu yang dicalonkan. Barometernya hasil survei,” kata dia.

Seperti diketahui, saat disinggung mengenai rumor yang santer berkembang bahwa Effendi Edo SAP yang akan direkomendasi DPP Partai Golkar untuk menjadi calon wakil walikota mendampingi Bakal Calon Walikota PDIP, H Bamunas S Boediman, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Iwan Yohana melontarkan sindiran. 

Dikatakannya, kalaupun Edo berharap besar mendapat rekomendasi dari DPP Partai Golkar, harusnya bisa menunjukkan kepeduliannya kepada Partai Golkar.

“Faktanya, kalau beliau (Edo, red) berharap mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar, harusnya bisa hadir (di acara HUT Partai Golkar). Tapi ini tidak. Ucapan selamat saja tidak ada. Secara prinsip, siapa saja boleh dan berhak untuk mendapatkan rekomendasi. Tapi etika tetap dijalankan,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Ambil Uangnya, Tolak Orangnya"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus