Suami Ngamuk, Bantai Keluarganya

SUMBER – Entah apa yang ada di benak Agus Supriyatna (35). Pada Sabtu malam (2/9) pukul 23.30 WIB, pria yang bekerja sebagai pedagang keliling itu membantai satu keluarganya di tempat tinggalnya, di Blok Sijaba RT 02 RW 04 Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
pembunuh berantai di watubelah cirebon diduga sedang ngilmu
Tim Inafis olah TKP pembantaian satu keluarga di blok Sijaba. Foto: Ari/Rakyat Cirebon
Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra melalui Kasat Reskrim, AKP Reza Arifian menjelaskan, pada Sabtu malam pukul 23.30 WIB pihaknya mendapatkan informasi bahwa terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan di Pasalakan. 

“Kemudian setelah tim mengecek ke lapangan ternyata benar. Didapati dua orang meninggal dunia di TKP, dan empat orang lainnya mengalami luka-luka, semuanya 6 korban,” katanya kepada awak media usai melakukan olah TKP lanjutan, Minggu (3/9).

Keenam korban tersebut yakni, Sumarni (64) ibu kandung pelaku (meninggal), Rawiyah (33) istri pelaku (meninggal). Empat korban luka-luka diantaranya, Guntur (3) anak pelaku, Eka Gali Saputra (5) anak pelaku,  Lili (35) kakak ipar pelaku, serta Reni (35) kakak kandung pelaku.

Masih disampaikan Reza, pada malam itu warga mendengar teriakan meminta pertolongan dari dalam rumah korban. Mendengar teriakan tersebut, lanjutnya, warga kemudian berusaha menolong dengan mendobrak pintu. 

“Setelah didobrak pelaku berusaha kabur dengan memegang sebilah pisau belati yang sudah berlumuran darah. Pelaku berhasil diamankan warga dan dibawa oleh petugas ke Polsek Sumber,” sambungnya. 

Reza mengaku belum mengetahui motif dari tindak pidana pembunuhan tersebut. Pasalnya  pihaknya masih menggali keterangan dari pelaku dan saksi-saksi. 

“Motif masih kita gali,  kita belum mendapatkan informasi jelas karena korban masih dirawat,” ucapnya. 

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni pisau belati bersama sarungnya, seprei dan selimut yang berlumuran darah. Pihak kepolisian masih mencari apakah ada barang bukti baru. 

“Olah TKP lanjutkan ini kita lakukan untuk mencari apakah ada barang bukti baru,” imbuhnya. Tetangga korban, Maryono mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian, warga sering memergoki pelaku Agus Supriyatna sedang mengasah pisau belati barunya. 

“Tiga hari sebelum kejadian, pernah lihat Agus sedang mengasah pisau di belakang rumah. Malah katanya pisau baru itu dibawa-bawa saja, bahkan sehari sebelum kejadian tepatnya Maghrib istrinya meminta pelaku jangan membawa-bawa pisau,” paparnya.

Menurut tetangganya, pelaku yang setiap hari berjualan keliling sekaligus tukang pijat itu, tidak pernah mengeluh atau bercerita tentang rumah tangganya. Sehingga ia tidak tahu jika sedang ada persoalan  dalam rumah tangganya.

“Pelaku itu belum satu tahun tinggal di sini, ini kan rumah kakaknya (Reni, red). Selama di sini saya tidak pernah mendengar ada cekcok, makanya tidak tau kok sampai nekat begitu,” jelasnya. 

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Yono itu menyampaikan, saat mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban, ia bersama beberapa warga berusaha menolong. Namun pintu terkunci rapat, sehingga didobrak warga. 

“Pelaku berada di belakang pintu dan mencoba kabur sambil membawa pisau. Sementara ibunya tergeletak di ruang tamu dalam keadaan sudah meninggal, istrinya di kamar dan sudah berlumuran darah. Begitupun dengan kakak ipar dan kedua anaknya,” jelasnya. 

Melihat hal itu, warga sempat emosi, sehingga melampiaskannya pada pelaku. Ditemui secara terpisah, saudara pelaku, Oom Komariyah menyangkal jika motif pembunuhan karena warisan.  

“Saya kira bukan karena warisan, memang tiga hari belakangan Agus terlihat aneh,” paparnya. Menurut pengakuan istri pelaku kepada  Oom, Agus belakangan terlihat aneh. Setiap hari mengasah dan membawa pisau, kemudian juga sama istrinya selalu emosi.

“Ditawari makan menolak dengan nada tinggi, dikasih lauk telur tidak mau bilangnya haram. Karena takut dengan sikap pelaku, lalu istrinya meminta ibu (mertuanya) tidur di rumah. Akhirnya  ibu saya dijmpt dan nginep di sana, tidak tau kejadiannya bakal seperti ini,” ungkapnya.

Beberapa warga yang ditemui Rakyat Cirebon di lokasi kejadian, menduga pelaku melakukan “ngilmu” namun tidak kuat, sehingga stres.

Perlu diketahui, empat korban mengalami luka cukup parah, dan sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon. (ari)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Suami Ngamuk, Bantai Keluarganya"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...