Sopir Rencana Bakar Angkot Saat Presiden ke Cirebon

CIREBON – Ratusan sopir dan pemilik angkutan kota (angkot), tukang becak dan ojek pangkalan di Kota Cirebon kembali mengamuk. Persoalannya masih sama, yaitu penolakan terhadap transportasi online. Mereka melakukan aksi demonstrasi untuk ketiga kalinya, di depan Balaikota Cirebon, kemarin (14/9).
sopir angkot kota cirebon kembali demo transportasi online
Sopir angkot Kota Cirebon kembali demo transportasi online. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Demo yang dilakukan oleh para awak transportasi konvensional itu buntut dari kekecewaan lantaran audiensi yang direncanakan digelar DPRD Kota Cirebon, tiba-tiba dibatalkan. Setelah sempat mengamuk di gedung dewan, para sopir dan pemilik angkot beserta ojek konvensional melakukan demo besar-besaran.
Setelah memblokir Jalan Siliwangi selama beberapa jam, demo sopir angkot akhirnya ditemui oleh Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), diantaranya Ketua DPRD, Edi Suripno SIP MSi, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHum MSM, dan Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Inf Suharma Zunam SAP.
Sebelum menemui massa pendemo, unsur Forkopimda terlebih dahulu melakukan pembicaraan terbatas di ruang VIP gedung DPRD, termasuk melibatkan Sekretaris Organda Cirebon, Karsono. Tak lama kemudian, mereka keluar dan menemui pendemo. Aparat kepolisian sudah bersiaga dilengkapi satu unit mobil water canon.
Saat menemui pendemo, Walikota Azis menyampaikan, pihaknya sudah mengabulkan keinginan para sopir angkot dengan menerbitkan surat imbauan penutupan sementara operasional transportasi online. “Aspirasi teman-teman sopir angkot sudah kita tindaklanjuti. Mereka (transportasi online, red) diminta untuk tidak beroperasi sampai perizinannya lengkap,” katanya.
Kapolres dan dandim juga bergantian menenangkan massa pendemo. Mereka mengajak semua komponen masyarakat untuk menjaga kondusivitas Kota Cirebon, terlebih akan ada even besar Festival Keraton Nusantara (FKN). Hingga akhirnya massa pendemo membubarkan diri dan Forkopimda memutuskan untuk membuat surat kesepakatan bersama.
Dalam surat keputusan bersama yang ditandatangani walikota, ketua DPRD, kapolres, dandim, sekretaris organda dan pihak terkait lainnya itu, pada intinya menyepakati tidak akan ada aksi demo pada saat menjelang dan pelaksanaan FKN berlangsung. Kalau sopir angkot memaksakan demo lagi, aparat keamanan akan melakukan tindakan-tindakan represif.
Selain itu, disepakati juga bahwa dialog untuk membahas persoalan transportasi online akan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan semua pihak terkait, setelah pelaksanaan FKN atau paling lambat pada 27 September mendatang.

“Setelah kita berdiskusi dengan Organda, kita bersepakat bahwa mulai hari ini (kemarin, red) sampai hari Selasa berakhirnya FKN, kita minta dari angkot tidak melakukan aksi demo. Mereka sepakat,” ungkap Kapolres Adi Vivid, usai pertemuan di ruang kerja walikota setelah menemui pendemo.

Ia menambahkan, setelah FKN selesai, pihaknya akan melakukan musyawarah dengan pihak angkot dan transportasi online secara terpisah. Setelah bermusyawarah dengan kedua pihak, pertemuan selanjutnya akan dipertemukan bersama oleh Forkopimda, antara pihak angkot dan transportasi online.

“Tempatnya nanti kita rumuskan, bukan di polres, kodim atau dewan. Saya sarankan di rumah makan. Kita akan musyawarah dengan masing-masing dulu. Kalau langsung dipertemukan, khawatir ada ekses. Setelah ketemu formulasinya, kita akan pertemuan kedua pihak bersamaan,” tutur Vivid.

Adi Vivid juga mengingatkan kepada semua sopir angkot untuk tidak melakukan aksi sweeping dalam bentuk apapun. Kalau ada yang nekat, bahkan melakukan tindak kekerasan, Adi Vivid memastikan, pihaknya akan memroses hukum pelakunya.

“Kalau ada sweeping atau tindakan pidana lainnya, mereka akan berhadapan dengan kita. Saya sudah ingatkan, kalau tetap dilakukan, akan tetap berhadapan dengan hukum,” kata dia.

Selain itu, yang cukup mengejutkan adalah munculnya isu akan ada aksi bakar angkot dari kalangan sopir maupun pemilik angkot, ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kota Cirebon untuk menghadiri Festival Keraton Nusantara (FKN). Isu itu sudah masuk ke telinga kepolisian.

“Ada isu-isu dan intelejen sudah menerima (informasinya) akan ada aksi bakar-bakaran (angkot). Kalau sampai itu terjadi kita akan bertindak tegas. Kebetulan kita akan dapat BKO dari Polda Jabar sebanyak 500 personel dalam rangka pengamanan kedatangan Pak Presiden. Tapi tentunya kita berharap isu itu tidak sampai terjadi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang sopir angkot, Jaenudin tak bisa menutupi amarahnya. Ia menyesalkan tidak adanya tindakan tegas dari pemkot, DPRD maupun kepolisian untuk menindak transportasi online yang disebutnya ilegal. 

“Kita siap kondusif kalau pemerintah melakukan tindakan nyata menutup transportasi online. Jangan malah mengulur-ulur waktu,” katanya dengan nada tinggi. (jri)

Dapatkan berita terkini:

2 Responses to "Sopir Rencana Bakar Angkot Saat Presiden ke Cirebon"

  1. Oknum'nya yg harus diamankan & diberi pengarahan. Selama Oknum masih berkeliaran, persoalan ini ga akan selesai. REZEKI SUDAH ADA YANG MENGATUR, TIDAK AKAN PERNAH TERTUKAR. JADI, JANGAN TERPANCING. INGAT JANGAN PERNAH MENGANDALKAN KEKUATAN MANUSIA'NYA, TAPI ANDALKAN'LAH KEKUATAN TUHAN, KARNA HANYA BELIAU'LAH YANG SANGGUP MENGUBAH MEMBERI SEGALA'NYA MENJADI INDAH KEPADA SETIAP MAHKLUK'NYA ☺️

    BalasHapus
  2. Pernahkah berpikir setiap kali demo akan menyusahkan mereka yang menggunakan layanan angkot untuk aktifitas sehari hari... Pastinya sebagian dari mereka akan mencari solusi bagaimana caranya untuk mengganti angkot dengan kendaraan lain.. Jika hanya 30% saja dari mereka menemukan solusi dengan tidak mengandalkan angkot... Tentunya akan mengurangi pendapatan sopir / pengusaha angkot.. PILIHAN ADA DI ANDA.. KALO MAU DEMO SEBAIKNYA DILANJUTKAN.. BILA PERLU 365 HARI / SETAHUN... KITA LIAT MAU MAKAN APA MEREKA

    BalasHapus

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus