“Siapapun Walikotanya, Eeng Wakilnya”

CIREBON – Sinyal bahwa petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH akan “dibajak” dari Koalisi Cirebon Maju (KCM) oleh Partai Nasdem, semakin menguat. Partai Nasdem membidik Azis untuk diusung dan disandingkan dengan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati.
nasdem bidik azis di pilwalkot cirebon
Nasrudin Azis bersama Eti Herawati tampak tersenyum saat mengikuti peringatan Harjad ke-648 Kota Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Bahkan, elit DPP Partai Nasdem dengan DPP Partai Demokrat juga sudah intens membangun komunikasi. Hal itu diakui Dewan Penasehat DPP Partai Nasdem, Drs Enggartiasto Lukita, saat ditemui di salah satu hotel di Jalan Kartini Kota Cirebon, kemarin.
Enggar mengakui, dirinya sudah pernah bertemu dengan Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, belum lama ini. Salah satu pembahasannya kemungkinan koalisi di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018. Sejauh ini, Partai Nasdem masih menunggu lampu hijau dari Partai Demokrat untuk mengawinkan Azis dan Eeng – sapaan akrab Eti Herawati.

“Hinca baik. Saya dekat dari sebelum jadi sekjen partai. Dia bilang, ‘Bang, kita lihat ini (Pilwalkot Cirebon, red) bagaimana kedepan?’ Saya bilang, kita menunggu dari Demokrat. Tapi kalau bisa berpasangan, kenapa tidak?” kata Enggar.

Namun demikian, Enggar menilai, Eeng merupakan kandidat kuat untuk di posisi calon wakil walikota. Hasil survei tingkat popularitas dan elektabilitasnya tertinggi. “Survei di posisi calon wakil walikota tertinggi itu ketua DPD (Partai Nasdem Kota Cirebon), Bu Eeng. Saya bersyukur dan terimakasih. Karena dia juga dibesarkan oleh media,” tuturnya.

Oleh karenanya, Enggar mengaku, pihaknya masih membuka pintu bagi siapapun yang ingin “melamar” Eeng untuk diajak berduet di Pilwalkot 2018 mendatang. “Siapa yang mau melamar, kita lihat. Saya punya satu gadis cantik, siapa yang akan melamarnya,” seloroh Enggar.

Bahkan, politisi yang juga Menteri Perdagangan Republik Indonesia itu menyampaikan, DPP Partai Nasdem sudah menerbitkan rekomendasi untuk Eeng sebagai calon wakil walikota. “Rekomendasi untuk Eeng sudah terbit pasti. Siapapun walikotanya, Eeng wakilnya,” kata Enggar.

Di sisi lain, ia juga mengajak kepada semua komponen masyarakat maupun elit politik untuk bersama-sama mengedepankan kebersamaan di tengah perbedaan sikap politik menjelang pilkada serentak. 
“Kedepan ini tahun politik, dimulai dari Pilkada serentak. Jangan hanya karena perbedaan pilihan, kemudian menimbulkan gesekan. Kita sama-sama menjaga keutuhan dan kebersamaan,” ujarnya.

Dikatakan Enggar, berbeda sikap dan pilihan politik dalam pilkada adalah hal biasa. Jangan sampai, perbedaan itu menimbulkan gesekan bahkan permusuhan. Ia mengingatkan, hal itu tidak boleh terjadi. Terlebih Kota Cirebon merupakan daerah yang kecil luas wilayahnya.

“Cirebon kuh cilik. Kita dengan satu sama lain kenal, kita dekat. Jangan sampai karena berbeda pilihan dalam pilkada, sampai tidak bertegur sapa. Itu sangat menyedihkan. Apalagi sampai bermusuhan. Tolong jangan lakukan hal itu. Mari dewasa dalam berpolitik. Kalau tidak, maka kita mencederai demokrasi,” katanya.

Sementara itu, Eeng Charli sendiri tak banyak bicara saat disinggung mengenai kemungkinan dirinya akan disandingkan dengan petahana. Eeng menyerahkan sepenuhnya keputusan itu ke DPP Partai Nasdem.

“Kita sebagai kader, harus taat terhadap kebijakan partai di atas. Apapun keputusannya nanti, saya pasti akan terima dan melaksanakannya,” kata politisi perempuan yang juga wakil ketua DPRD Kota Cirebon itu. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "“Siapapun Walikotanya, Eeng Wakilnya”"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus