Sembilan Toko Terbakar Hebat, Empat Mobil Mewah Ikut Hangus

PEKALIPAN - Kebakaran besar melalap sejumlah bangunan di komplek pertokoan di Jalan Pekiringan, RW 5 Kebon Pring Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon, Minggu (10/9) pagi.
Toko di Pekiringan Kota Cirebon kebakaran. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Kebakaran tersebut membuat suasana di semua ruas jalan Kota Cirebon mencekam. Pasalnya, puluhan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) terlihat bolak-balik mengangkut air dengan bunyi sirine di sepanjang jalan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Rakyat Cirebon dari di lapangan, kebakaran besar di komplek pertokoan Jalan Pekiringan tersebut terjadi sejak selepas Shubuh, sekitar pukul 05.00 WIB. 

Saat itu, Sugiyono, ketua RT setempat melihat ada kepulan asap dari sebuah garasi mobil milik Toko Mas Merak.

Ia pun mencoba menyelidiki lokasi, disana ia melihat api sudah mulai merembet dan membakar empat mobil mewah. Setelah itu ia pun langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tak lama petugas datang ke TKP saat api sudah membumbung tinggi merambat ke bangunan-bangunan lain yang ada di sampingnya. 

Diduga karena faktor angin kencang dan material bangunan yang kering, api dengan cepat melalap beberapa toko yang ada di jalan tersebut.

"Awalnya sekitar jam 5 pagi, saya lihat ada asap dari garasi itu, saya coba lihat ternyata sudah ada api, makanya kenapa mobil disana lebih dulu terbakar karena api asalnya dari sana," ungkap Sugiyono.

Armada mobil damkar yang datang tak sanggup memadamkan api yang semakin besar, bantuan pun didatangkan dengan menurunkan semua damkar milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon.

Masih tak bisa mengendalikan api yang semakin terlihat membumbung tinggi. Bantuan mobil damkar pun kembali didatangkan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Damkar milik PT Pelindo, Damkar milik PT Indocement serta Arida. 

Tak ketinggalan, water canon milik Polres Ciko serta dua tangki milik PDAM Kota Cirebon pun ikut membantu, namun masih saja petugas kesulitan memadamkan api berskala besar tersebut.

Dalam keterangannya, Kasi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Investigasi Pemadaman pada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Ahmad Wahyudi menerangkan laporan sementara yang diterima oleh pihaknya, sedikitnya 11 bangunan yang ludes terbakar. 

Termasuk sembilan toko yang berjejer di sepanjang jalan tersebut. 15 Armada mobil pemadam pun dikerahkan untuk memadamkan api.

"Sampai saat ini, data sementara ada 11 bangunan, empat mobil dan satu motor yang terbakar, tidak ada korban jiwa namun ada satu petugas kita yang terluka saat memaadamkanapi," ungkap Ahmad saat diwawancarai sejumlah awak media di lokasi.

Data di lokasi kejadian, membenarkan bahwa api berasal dari bangunan garasi berisi empat mobil mewah, diantaranya satu mobil Toyota Alphard, Satu Mobil Honda Mobilio, Satu mobil Nissan Grand Livina, satu mobil Previo serta satu unit sepeda motor Vixion.

Sementara itu, beberapa bangunan yang terbakar diantaranya adalah Toko Bintang Baru, Toko Bintang Mandiri, Bil Gym Fitness, Toko Sepatu Robinson dan Lona, Toko mainan Chan-Chan, Toko mainan Jupiter Toys, Toko Sinar Surya dan sebuah butik yang bersebelahan dengan Bil Gym Fitness.
empat mobil mewah ikut terbakar di komplek pertokoan pekiringan
Empat mobil mewah ikut terbakar di komplek pertokoan Pekiringan. Foto: Asep/Rakyat Cirebon 

Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Jarot Sungkowo menambahkan, setelah ada laporan, jajarannya langsung menurunkan ratusan personel untuk memutuskan semua saluran yang tersambung ke lokasi, mengingat api langsung membesar disertai angin kencang yang memungkinkan api akan terus merambat.

"Semua saluran, PLN dan gas alam kita matikan semua untuk mencegah api terus merambat, kita juga langsung melakulan evakuasi sedini mungkin," ungkap Jarot kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Penyebab utama dari kebakaran terbesar setelah  kebakaran di komplek Asrama TNI-AD tahun 2013 lalu tersebut, pihaknya belum bisa memastikan secara detail sebelum ada pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik yang akan diturunkan langsung dari Mabes Polri.

"Kami tunggu penyelidikan dari tim forensik Mabes Polri. Kerugian juga belum ada laporan pasti, tapi kami perkirakan miliaran rupiah, karena ada beberapa mobil mewah yang terbakar habis," kata Jarot.  

Besarnya api pada kebakaran yang melalap sejumlah bangunan di Jalan Pekiringan memang tidak memakan korban jiwa. 

Namun, salahsatu petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran terluka saat memadamkan api, ia mengalami patah tulang bagian belakang saat terjatuh ketika hendak memadamkan api.

Kasi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Investigasi Pemadaman pada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Ahmad Wahyudi membenarkan ada kejadian tersebut. Salahsatu anggotanya sekitar pukul 07.00 WIB terjatuh dari sebuah bangunan kosong saat sedang memadamkan api.

"Tidak ada korban jiwa, Alhamdulillah. Hanya ada satu anggota kita yang terluka, dia terjatuh saat menyemprot  api di bagian belakang bangunan," ungkap Ahmad kepada Rakcer.

Belakangan diketahui, bahwa anggota Damkar yang mengalami kecelakaan saat bertugas adalah Hendri Ahmad Bukhori, salah satu pemadam senior di tubuh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon.

Cedera yang dialami salahsatu anggotanya, lanjut dia, memang sangat serius. Ia pun langsung dilarikan ke ahli patah tulang di daerah Kejuden untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Setelah itu, dikatakan Ahmad kondisinya mulai membaik dan langsung dirujuk ke RSUD Gunung Jati untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Dari ketinggian saat menyemprot air, dia terpeleset, langsung dibawa ke ahli patah tulang dan sekarang sudah di RSUD Gunung Jati," lanjut Ahmad.

Selain ada salahsatu anggota yang mengalami patah tulang, dari pantauan Rakcer dilapangan juga sempat ada beberapa anggota damkar yang tumbang dan pingsan saat memadamkan api. Beruntung beberapa unit ambulance bersiaga di lokasi dan mereka langsung mendapatkan perawatan. 

"Kita juga belum cek, tapi tadi beberapa petugas kita sempat ada yang kewalahan sampai pingsan, tapi sudah ditangani oleh tim kesehatan," ujar Ahmad.

Melihat kondisi api yang sangat besar, ia menambahkan pasti banyak resiko tak terduga yang suatu saat menimpa anggotanya dalam menjalankan tugas. 

Namun demikian, resiko tersebut tetap diambil demi menegakkan slogan Pemadam Kebakaran, "Pantang Pulang Sebelum Padam". "Itu memang menjadi resiko kita mas, tapi alhamdulillah semua selamat," kata Ahmad. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to " Sembilan Toko Terbakar Hebat, Empat Mobil Mewah Ikut Hangus "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...