Rekomendasi RK-Daniel Hoax!

CIREBON – Jagat dunia maya dihebohkan dengan beredarnya surat rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dari DPP Partai Golkar. Dalam surat yang tak dilengkapi tanggal dan cap stempel itu, DPP Partai Golkar merekomendasikan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien untuk diusung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 mendatang.
surat rekomendasi dpp golkar untuk pilgub jabar hoax
Surat rekomendasi DPP Golkar untuk RK-Daniel ternyata hoax. Foto: Ist./Rakyat Cirebon 
Atas hal itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jabar, MQ Iswara angkat bicara, di salah satu hotel di kawasan Gunungsari. Ia kebetulan tengah berada di Kota Cirebon usai menghadiri acara di kawasan olahraga Bima. Di hadapan sejumlah wartawan, Iswara mengaku, pihaknya belum menerima rekomendasi dari DPP terkait cagub/cawagub yang akan diusung.

“Sampai hari ini (kemarin, red) kami belum menerima surat resminya, terkait penetapan cagub/cawagub dari DPP Partai Golkar. Walau semua tahapan terkait pilkada sudah kami ikuti sesuai dengan Juklak Nomor 6/2016 tentang Pilkada, tapi kami belum mendengar ada keputusan resmi dari DPP Partai Golkar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berkaitan dengan beredarnya foto surat rekomendasi cagub/cawagub Jabar dari DPP Partai Golkar, Iswara mengaku, pihaknya tak bisa memastikan keaslian surat tersebut. Makanya ketika mendapatkan foto tersebut, Iswara memilih tidak menyebarluaskannya.

“Pemerintah mengingatkan terus, jangan ikut menyebarkan hoax. Saya saja tidak menyebarkan foto itu ketika dapat dari grup WhatsApp, karena saya khawatir barangkali menyebarkan informasi hoax. Karena belum ada nomor surat, cap basah, dan tanggal surat,” terangnya.
Menurut Iswara, DPP Partai Golkar pasti akan sangat berhati-hati dalam menerbitkan rekomendasi cagub/cawagub Jabar yang akan diusung di Pilgub Jabar. Wilayah Jabar di mata Partai Golkar sangatlah penting. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Partai Golkar menargetkan menang di Jabar, baik itu pilgub maupun pileg mendatang.

“Karna ini keputusan sangat penting. Jabar dengan penduduk tertinggi hampir seperlima dari total pemilih nasional, betapa pentingnya Jabar. Karena Jabar adalah barometer, baik untuk pileg maupun pilpres. Menang di Jabar, menang di nasional. Dari pemilu ke pemilu seperti itu,” katanya.

Iswara mengaku, pihaknya tak tinggal diam ketika surat yang diduga abal-abal itu beredar di media sosial. Ketua DPD Partai Golkar Jabar, H Dedi Mulyadi (DM) berusaha mengonfirmasi ke beberapa elit DPP. Begitu juga Iswara, mencoba menghubungi sejumlah elit DPP.

“Belum ada jawaban. Yang pasti Pak Ketua Umum sedang sakit dan sakitnya tidak ringan. Jadi untuk membaca maupun menandatangani itu sulit. Lebih baik kita doakan agar beliau segera sehat kembali,” kata dia.

Disampaikan Iswara, pihaknya maupun DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Jabar tetap berpijak pada hasil rapat Tim Pilkada di DPP Partai Golkar pada 1 Agustus lalu yang dipimpin langsung Ketua DPP Partai Golkar, Nurdin Halid, bahwa Partai Golkar merekomendasikan DM sebagai cagub Jabar.

“Setelah itu tidak ada pembahasan lagi, kecuali ada usulan dari Pak Agun (Gunanjar) pada 24 Agustus agar dilakukan percepatan (penerbitan) surat rekomendasi. Jadi, DPD Parati Golkar Jabar maupun kabupaten dan kota se-Jabar tetap solid dan konsisten dengan keputusan rapat 1 Agustus itu,” tuturnya.

Dukungan untuk DM, dipastikan masih solid, meskipun hasil survei tidak menempatkan bupati Purwakarta itu di posisi teratas di antara beberapa nama kandidat bacagub. “Kita melakukan beberapa kali survei dengan lembaga yang sudah ditunjuk DPP Partai Golkar. 

Di dalam survei, elektabilitas Pak Dedi memang naik, walau kami akui bukan peringkat satu atau dua. Tapi elektabilitasnya meningkat terus,” katanya.

Senada disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Lili Eliyah SH MM. Pihaknya menegaskan, tetap mendukung DM untuk diusung di Pilgub Jabar 2018.

“Kita tetap mendukung hasil rapat di DPP pada 1 Agustus, yaitu merekomendasikan Pak Dedi sebagai calon gubernur Jabar. Pada prinsipnya, apapun kebijakan DPP, kita sebagai kader wajib mematuhi dan mengamankannya,” katanya.

Untuk diketahui, Ridwan Kamil yang merupakan walikota Bandung sudah dideklarasikan sebagai cagub yang akan diusung Partai Nasdem di Pilgub Jabar. 

Sedangkan Daniel adalah ketua DPD Partai Golkar Indramayu yang juga putra dari mantan Ketua DPD Partai Golkar Jabar sekaligus mantan bupati dua periode Indramayu, Irianto MS Syafiuddin alias Yance.

Endin Saepudin, salah seorang pengurus DPD Partai Golkar Majalengka, juga membantah dan meragukan keabsahan surat tersebut.

"Sejak kemarin sore banyak pihak meminta konfirmasi  tentang hal (surat, red) tersebut, namun saya meragukan kebsahannya mengingat ada beberapa kejanggalan dalam foto surat yang beredar," ujarnya, Jumat (22/9).

Dijelaskan Endin, kejanggalan yang pertama, surat itu ditandatangani oleh Ketua Umum Setya Novanto, dimana ketua umum dalam keadaan sakit. Bercermin pada surat penetapan calon kepala daerah untuk calon bupati atau walikota yang sudah lebih terdahulu terbit, semua ditanda tangani oleh Ketua Harian DPP Nurdin Halid.

Kemudian, lanjut Endin, dalam foto tersebut juga belum memiliki nomor registrasi dan tanggal surat. Sebagai partai besar, Partai Golkar tentu sangat memperhatikan detail aspek legal setiap keputusannya. "Secara pribadi saya menyangsikan surat itu asli'' ujarnya.

Selanjutnya Endin menduga bahwa hal itu sengaja dimunculkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin membuat kegaduhan dan inkondusifitas Partai Golkar Jawa Barat. Saat ini pihaknya menuai banyak protes dari berbagai pihak.

"Sejak pagi tadi banyak pihak yang terprovokasi dan menyampaikan menarik dukungannya kepada Golkar jika bukan Dedi Mulyadi yang maju sebagai calon gubernur. Pernyataan itu bukan saja berasal dari kader saja namun dari elemen-elemen masyarakat diluar partai yang selama ini sudah menyatakan dukungan langsung terhadap Dedi Mulyadi" jelas Endin.

Namun demikian Endin menyatakan masih berfikiran positif. Menurut Endin jika ini bagian strategi hitam dari lawan politik untuk mengobok-obok Golkar, maka Golkar sangat siap menghadapinya.

"Bagi kami hitung-hitungannya jelas, provokasi ini justru akan memperjelas dukungan terhadap Dedi Mulyadi, bukan saja dari internal partai, namun juga dari eksternal partai. Jadi sebelum ada keterangan resmi dari DPP, kami anggap itu hoax." pungkas Endin.(jri/hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Rekomendasi RK-Daniel Hoax!"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...