Proyek IGD Lebih Mahal dari Gedung Setda

KESAMBI – Megaproyek pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) setinggi 8 lantai, ternyata berpeluang “dikalahkan” oleh proyek Instalasi Gawat Darurat (IGD) terpadu di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati. Bila proyek gedung setda bernilai Rp86 miliar, IGD terpadu mencapai Rp113 miliar.
igd terpadu rsdgj cirebon diyakini tahan gempa
Lokasi proyek IGD RSD GJ Cirebon. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Dengan nilai yang lebih besar, tinggi bangunan IGD terpadu justru lebih pendek dari gedung setda 8 lantai, yaitu hanya 5 lantai. Mahalnya biaya pembangunan IGD terpadu dikarenakan bangunan yang didirikan harus jauh lebih kokoh dibanding gedung perkantoran.

“Kenapa lebih mahal? Itu karena biaya pembangunan gedung kesehatan, lebih tinggi. Konstruksinya juga harus lebih kokoh. Karena ada beberapa kepentingan untuk penggunaan alat kesehatan dan penunjangnya dalam gedung itu,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IGD terpadu RSDGJ, dr Katibi, kemarin.

Dijelaskannya, pembangunan IGD terpadu RSDGJ akan menggunakan pondasi dengan pola jaring laba-laba. Pola itu digunakan untuk melahirkan konstruksi bangunan yang kuat, bahkan tahan gempa. “Sesuai perencanaan, pondasinya pakai pola jaring laba-laba. Sehingga akan kuat dan tahan gempa,” katanya.

Katibi menambahkan, untuk membangun IGD terpadu RSDGJ membutuhkan anggaran sekitar Rp113 miliar. Pembangunan tahap pertama akan dilakukan menyesuaikan anggaran yang sudah dialokasikan di APBD Provinsi Jawa Barat senilai sekitar Rp19 miliar.

“Untuk pembangunan tahap lanjutan mungkin saja di tahun depan semua. Kalau APBD provinsi maupun APBN menyanggupi. Kita sudah mengajukan sekitar Rp93 miliar ke APBD provinsi untuk dialokasikan tahun depan,” jelasnya.

Mengenai proses penetapan pemenang lelang, Katibi menyampaikan, masa sanggah di Unit Layanan Pengadaan (ULP) sudah selesai pada Selasa (12/9) lalu. Di hari yang sama setelah penutupan masa sanggah, Katibi mengaku, pihaknya sudah menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ).

“Sudah diterbitkan SPPBJ oleh PPK. Kemudian penyedia mengurus jaminan pelaksanaan. Kalau hari ini (kemarin, red) selesai, insya Allah kita bisa tandatangan kontrak, yaitu sampai 31 Desember 2017 kontraknya,” kata dia.

Di sisi lain, pembangunan IGD terpadu juga mengharuskan beberapa ruang pelayanan berpindah. Dikatakan Katibi, IGD terpadu akan dibangun di atas lahan yang sebelumnya gedung layanan hemodialisa, klinik IPKKU, selasar, dan gedung loket Bjb. “Semuanya sudah direlokasi. Jadi tidak ada pelayanan yang terganggu,” katanya.

Seperti diketahui, lelang proyek pembangunan IGD terpadu di RSD Gunung Jati sudah selesai digelar. Pemenangnya adalah PT Rixly Mahligai Construction (RMC) dengan nilai penawaran Rp18.967.874.000. Perusahaan asal Riau itu memenangkan proses lelang yang diikuti 74 perusahaan. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Proyek IGD Lebih Mahal dari Gedung Setda"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...