Pelaku Teror Siapkan Serangan Jarak Dekat

JATIWANGI – IM (38), terduga teroris yang ditangkap di  Bandara Cakrabuana Penggung, Kota Cirebon, diduga akan melakukan penyerangan terhadap targetnya dari jarak dekat. 
densus geledah rumah terduga teroris di majalengka
Densus 88 geledah rumah terduga teroris di Majalengka. Foto: Herik/Rakyat Cirebon
Dugaan tersebut disampaikan oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SH MHum usai ikut dalam penggeledahan rumah IM di di Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, kemarin (19/9).

Tim Densus 88, Polres Cirebon Kota dan Polres Majalengka sudah melakukan penggeledahan rumah terduga teroris, IM (38). 

Sang istri IM, yakni EK (41), juga diminta keterangan tentang aktifitas suaminya. IM ditangkap setelah gerak-geriknya mencurigakan di sekitar Bandar Penggung, Kota Cirebon, beberapa saat menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Cirebon, Senin (18/9).

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHum MSM mengatakan, sang istri tidak tahu kalau sang suami selalu latihan tembak yang mengakibatkannya selalu pulang kerja pada dini hari. 

"Meskipun sang istri mengetahui bahwa suaminya itu punya pistol, tapi dia tidak tahu kalau suaminya selalu berlatih tembak," ungkap Kapolresta ketika konfrensi pers di teras rumah pelaku terduga teroris.

Adi Vivid menjelaskan bila melihat barang bukti seperti sangkur dan belati, hal itu menunjukkan bahwa pelaku terduga teroris tengah mempersiapkan diri untuk menyerang targetnya dalam jarak dekat. 

"Motifnya memang ingin menyerang target atau sasaran dalam jarak dekat, itu terlihat dari senjata tajam yang disiapkan pelaku. Belati, pistol air soft gun  harus dengan jarak dekat," ungkapnya.

Adi Vivid menuturkan tren jaringan teroris saat ini sepertinya mengarah pada aksi sendiri-sendiri, tidak lagi berjaringan atau bergerombol. Alasannya pihaknya belum menemukan ada teman terduga pelaku yang membantu kelancaran aksinya.

"Jaringan teroris seperti yang terjadi di Cirebon kemarin, menggunakan metode sendirian, metode srigala, jadi mereka tidak lagi bergerombol, mereka kini sudah berani bergerak sendirian. Itu nanti akan kami selidiki lebih lanjut," ungkapnya.

Adi mengungkapkan,  pihaknya juga akan menyelidiki dari mulai barang bukti seperti belati dan sangkur,  pembelian barang bukti dari toko mana. Karena bisa saja barang bukti tersebut ada yang mendanai.

"Dari barang bukti yang kami amankan, bisa kami cari tahu belinya di toko mana, kapan belinya, dan bisa saja ada yang mendanai. Nanti kita tunggu perkembangannya, kalau ada informasi terbaru, kami akan sampaikan kepada rekan-rekan media," ujarnya.

Adi Vivid juga meminta agar wartawan tidak melakukan wawancara kepada istrinya, karena kondisinya masih shok. “Istrinya juga tahu suaminya sering latihan menembak, ada sasaran tembak berbentuk lingkaran di dapur,” ujarnya.

Semenatra Kepala Desa Burujul Wetan Thomas Setiawan mengatakan, IM  dan istrinya menikah sekitar delapan tahun lalu. Lima tahun lalu terduga pelaku teroris memang masih bersosial dengan masyarakat sekitar. 

Namun setahun terakhir, kata Thomas, mulai menutup diri. Bahkan anaknya, yang tadinya sempat sekolah di SDN negeri, kemudian keluar dan sekolah di rumah dengan menggunakan metode balajar home schooling.

"Mulai tertutup sejak satu tahun terakhir. Begitupun dengan istrinya, tadinya tidak memakai cadar, tapi setahun ini memakai cadar," ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Majalengka AKBP Mada Rostanto mengatakan pihak istri sama sekali tidak terlibat dalam jaringan teroris. 

Untuk itu pihaknya berpesan kepada masyarakat agar tidak mengucilkannya. "Sang istri sama sekali tidak terlibat aksi teroris. Oleh karenanya masyarakat jangan mengucilkannya," pesannya.(hrd) 

Dapatkan berita terkini:

0 Response to " Pelaku Teror Siapkan Serangan Jarak Dekat "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus