Nasdem Masuk KCM Bukan Persoalan

KEJAKSAN – Dinamika politik menjelang Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018 terus bergerak dinamis. Koalisi Cirebon Maju (KCM) – koalisinya petahana walikota – sepertinya akan kedatangan peserta baru. Ia adalah Partai Nasdem.
nasdem bakal masuk koalisi cirebon maju di pilwalkot
Koalisi Cirebon Maju. dok. Rakyat Cirebon
Kabar rencana masuknya Partai Nasdem ke KCM makin santer terdengar. Bahkan, sejumlah sumber di internal Partai Nasdem dan komponen KCM menyebutkan, parpol pemilik empat kursi di DPRD Kota Cirebon itu akan bergabung dengan KCM pada pekan ini.
“Kemungkinan akhir pekan ini, Partai Nasdem bergabung dengan KCM. Karena dari pusat sebenarnya sudah ada sinyal kuat,” ucap sumber Rakcer di internal Partai Nasdem, kemarin.
Tak hanya itu, disebutkan dia, petinggi DPP Partai Nasdem juga sudah berkomunikasi dengan beberapa petinggi parpol komponen di KCM. Mereka saling bertemu di Jakarta beberapa hari lalu. “Antar petinggi sudah ada komunikasi yang terbangun,” katanya.
Namun demikian, Wakil Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, dr H Doddy Ariyanto MM mengaku tak tahu persis mengenai rencana partainya merapat ke koalisinya petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH dalam waktu dekat ini. “Saya belum tahu soal itu secara persis,” kata Doddy, ditemui di gedung dewan.
Politisi yang juga Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon itu menambahkan, sejauh ini belum ada rapat pembahasan rencana Partai Nasdem masuk ke KCM untuk melangkah menuju Pilwalkot 2018. “Belum ada rapat membahas rencana itu kok,” katanya.
Terpisah, Sekretaris DPC Partai Gerindra, H Heru Cahyono SE MESy menilai, rencana masuknya Partai Nasdem ke KCM tidaklah menjadi persoalan serius. Pihaknya akan menerima. “Pada prinsipnya KCM itu terbuka, sebagaimana disepakati bersama. Jadi, sah saja kalau Partai Nasdem mau masuk KCM,” ungkap Heru.
Namun demikian, Heru mengingatkan, Partai Nasdem untuk ikut aturan main atau kesepakatan yang sudah dibangun bersama di KCM. Terlebih, menghormati tiga parpol pendiri awal KCM, yakni Partai Demokrat, PKS dan PKB. “Karena decision maker¬-nya itu Partai Demokrat, PKS dan PKB,” kata dia.
Di sisi lain, Heru mempertanyakan rencana deklarasi KCM. Menurutnya, kesepakatan membangun koalisi, tidak bisa dikatakan sebagai deklarasi. Pasalnya, yang bersepakat baru antar ketua parpol. “Di sana yang tandatangan kesepakatan itu hanya ketua, tanpa melibatkan sekretaris. Justru kita menunggu kapan deklarasi resminya?” kata dia.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati mengaku, pihaknya masih menunggu instruksi dari DPP Partai Nasdem mengenai langkah koalisi menuju Pilwalkot 2018. “Kita masih menunggu instruksi dari DPP, langkahnya seperti apa,” katanya.
Politisi yang familiar disapa Eeng Charli itu menyebutkan, pihaknya tidak akan bisa mengambil langkah politik tanpa seizin DPP Partai Nasdem. Mengenai koalisi juga menjadi kewenangan DPP untuk menentukan. “Pada prinsipnya, apa yang diinstruksikan DPP nanti, kita laksanakan,” kata dia.
Disinggung mengenai komunikasi dengan beberapa parpol komponen KCM, Eeng menjawab diplomatis. Ia mengatakan, dengan semua parpol, Partai Nasdem membangun komunikasi yang baik sejak jauh-jauh hari.

“Kalau komunikasi, dengan semua parpol juga kita baik. Dengan Partai Demokrat, PKS, Partai Gerindra, PKB bahkan PAN, kita baik berkomunikasi,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Nasdem Masuk KCM Bukan Persoalan "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus