Nasdem Masuk dan Duetkan Azis-Eeng, Gerindra Paling Awal Angkat Kaki

CIREBON – Santernya kabar yang beredar bahwa Partai Nasdem akan menyandingkan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati sebagai calon wakil walikota mendampingi petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH mengancam stabilitas Koalisi Cirebon Maju (KCM).
elit gerindra bersama koalisi cirebon maju
Elit Gerindra bersama Koalisi Cirebon Maju. dok. Rakyat Cirebon
Koalisi yang terdiri dari lima parpol, Partai Demokrat, PKS, PKB, Partai Gerindra dan PAN itu akan bubar, bila Partai Nasdem bergabung dan “membajak” Azis secara sepihak. Partai Gerindra akan menjadi parpol pertama yang angkat kaki, bila Azis-Eeng (sapaan akrab Eti Herawati, red) jadi dijodohkan untuk diusung di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 tanpa mekanisme survei di KCM.
“Kalau Partai Nasdem tiba-tiba masuk KCM dan sudah ploting Azis-Eeng, dipastikan Partai Gerindra akan tarik diri dari KCM,” ungkap Sekretaris DPC Partai Gerindra, H Heru Cahyono SE MESy, kepada wartawan koran ini, kemarin.
Heru mengakui, sejak beredarnya informasi bahwa Azis-Eeng akan diduetkan Partai Nasdem dan Partai Demokrat, pihaknya mulai ancang-ancang untuk tarik diri dari KCM. “Kita sudah bicara kemungkinan membentuk poros baru. Dengan partai mana? Belum kita pastikan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya masih bisa memberi toleransi bila Partai Nasdem bergabung dengan KCM kemudian mengikuti mekanisme penentuan calon walikota dan wakil walikota melalui survei. Meski sebenarnya, diakui Heru, DPP Partai Gerindra melarang berkoalisi dengan Partai Nasdem.
“Kalau masuk dan ikut aturan main, penentuan calon itu berdasarkan hasil survei, mungkin kita bisa terima. Artinya, tidak dari awal nge-plot Azis-Eeng. Karena memang dari pusat, kita lampu merah dengan Partai Nasdem,” kata politisi yang juga kontestan Pilwalkot 2013 lalu itu.
Selain itu, Heru juga menyampaikan, sejak PAN sebagai parpol terakhir yang masuk KCM pada 19 Agustus lalu, sampai saat ini belum ada lagi pertemuan maupun konsolidasi antar parpol peserta KCM. “Sejak saat itu belum ada lagi konsolidasi. Deklarasi KCM kapan juga kita belum tahu,” katanya.
Sementara terpisah, beberapa orang dari beberapa parpol KCM di luar Partai Demokrat kabarnya sudah saling berkomunikasi untuk kemungkinan membubarkan diri. Hal itu seiring makin santernya wacana Azis-Eeng. Tidak hanya Partai Gerindra, PAN dan PKS juga dikabarkan akan ikut angkat kaki.
Bila hal itu terjadi, sangat dimungkinkan Partai Demokrat hanya akan berkoalisi dengan Partai Nasdem dan PKB. Karena sejauh ini PKB tidak keberatan bila Partai Nasdem masuk dan mengusung Azis-Eeng.
Sebelumnya, sinyal bahwa petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH akan “dibajak” dari Koalisi Cirebon Maju (KCM) oleh Partai Nasdem, semakin menguat. Partai Nasdem membidik Azis untuk diusung dan disandingkan dengan Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati.
Bahkan, elit DPP Partai Nasdem dengan DPP Partai Demokrat juga sudah intens membangun komunikasi. Hal itu diakui Dewan Penasehat DPP Partai Nasdem, Drs Enggartiasto Lukita, saat ditemui di salah satu hotel di Jalan Kartini Kota Cirebon, Kamis (21/9).
Enggar mengakui, dirinya sudah pernah bertemu dengan Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca IP Pandjaitan, belum lama ini. Salah satu pembahasannya kemungkinan koalisi di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018. Sejauh ini, Partai Nasdem masih menunggu lampu hijau dari Partai Demokrat untuk mengawinkan Azis dan Eeng – sapaan akrab Eti Herawati.

“Hinca baik. Saya dekat dari sebelum jadi sekjen partai. Dia bilang, ‘Bang, kita lihat ini (Pilwalkot Cirebon, red) bagaimana kedepan?’ Saya bilang, kita menunggu dari Demokrat. Tapi kalau bisa berpasangan, kenapa tidak?” kata Enggar menirukan ucapan Hinca kepada dirinya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Nasdem Masuk dan Duetkan Azis-Eeng, Gerindra Paling Awal Angkat Kaki"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...