Minus NU, 30 Ormas Islam Kutuk Genosida Muslim Rohingya

MAJALENGKA - Ribuan umat Islam yang berasal dari 30 organisasi Islam di Kabupaten Majalengka, seperti PUI, Persis, Muhamadiyah, FPI, Alazhat Madani Center dan ormas Islam lainya minus NU menggelar aksi mengutuk kekejaman terhadap muslim dan etnis Rohingya di Myanmar. 
ormas islam majalengka demo rohingya
Ormas Islam Majalengka demo peduli Rohingya. Foto: Pai/Rakyat Cirebon
Aksi yang diberi nama “Gerakan Solidaritas Muslim Majalengka”   itu diawali dengan long march dari halaman masjid Al Imam menuju Pendopo Bupati Majalengka. Kemudian, bergerak ke halaman  kantor DPRD Majalengka.

Di depan gedung wakil rakyat itu, satu persatu perwakilan massa berorasi mengutuk keras terhadap bencana kemanusiaan dan dugaan aksi pembersihan etnis muslim Rohingya. Para pendemo sempat meminta agar wakil rakyat ikut turun dan bergabung bersama mereka. 

Namun, keinginan mereka kandas. Karena saat aksi berlangsung, anggota DPRD sedang memasuki masa reses persidangan ke tiga 2017.

Salah seorang koordinasi aksi, Amin Ridwan yang juga petinggi DPD PUI Majalengka mengatakan, selain menggelar aksi demo pihaknya juga menggelar aksi penggalangan dana baik dari peserta aksi maupun dari masyarakat. 

Dana itu, kata dia, nantinya akan diserahkan kepada para pengungsi dan warga Rohingya lainya, dengan bekerja sama dengan pihak MerC, yakni lembaga kemanusiaan Islam Internasional.

Pihaknya mengutuk sikap pemerintah Myanmar yang membiarkan terjadinya aksi pembantaian kaum muslimin dan etnis Rohingya.

“Saat ini umat Islam di Indonesia jangan terkotak kotak, pada dasarnya organisasi hanyalah diibaratkan sebuah perahu yang mengantarkan pada tujuan yang sama. Yakni, terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur, serta sejahtera. 

Sehingga, kata dia, cara pandang dan sikap Ormas Islam di Majalengka dalam melihat kasus di Rohingya pada dasarnya sama. Yakni, mengutuk keras kebrutalan dan aksi pembantaian kaum Rohingya di Myanmar.

Pihaknya juga mendesak pemerintah Indonesia untuk bertindak cepat dan tegas. Bahkan, ia dan ribuan kaum Muslimin di Majalengka siap diberangkatkan ke Rohingya untuk membantu saudara saudaranya di Myanmar. 

Sikap Pemerintah, kata dia, harus lebih tegas dan bukan hanya sebatas opini atau diplomasi semata. Namun, harus ada langkah nyata.

“Aksi pengumpulan dana untuk warga Rohingya merupakan salah satu bukti nyata muslim di Majalengka dalam membantu dan membela saudara saudaranya di Rohingya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mista Hadi Permana menilai kekerasan yang terjadi di Rakhine Myanmar tidak hanya pada titik keagamaan. 

Namun, lebih pada nilai kemanusiaan Hak Asasi Manusia (HAM) seperti halnya telah melakukan pembantai pada kaum pria yang produktif artinya tentu saja sama dengan menghapus generasi penerus etnis. 

"Ini bukan masalah agama saja, namun sudah pada nilai kemanusiaan. Dunia jangan menutup mata dengan adanya genosida pada anak anak dan pria dewasa produktif di Rakhine Myanmar," tegasnya. (pai/hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Minus NU, 30 Ormas Islam Kutuk Genosida Muslim Rohingya"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...